Wali Kota Bontang Resmi Tutup Erau Pelas Benua 2025, Tegaskan Pentingnya Pelestarian Budaya LokalÂ

2026-01-16 06:58:55
Wali Kota Bontang Resmi Tutup Erau Pelas Benua 2025, Tegaskan Pentingnya Pelestarian Budaya LokalÂ
Bontang - Festival budaya Erau Adat Pelas Benua Kampong Adat Guntung resmi berakhir pada Ahad pagi. Acara penutupan dilakukan langsung oleh Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, yang menyampaikan apresiasi serta harapan besar atas pelestarian budaya Kutai yang terus dijaga hidup oleh masyarakat.Dalam sambutannya, Neni menegaskan bahwa pelaksanaan Erau bukan sekadar rangkaian seremoni, melainkan representasi bahwa akar budaya Kutai Kartanegara Ing Martadipura masih mengakar kuat di tengah arus modernisasi.“Erau Adat Pelas Benua membuktikan bahwa adat bukan cerita masa lalu, tetapi energi sosial yang terus menghidupkan masyarakat,” ujar Neni di hadapan warga dan tamu undangan.Advertisement 


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

“Fitur ini dapat memberi kendali kepada pengguna untuk menetapkan batas waktu menonton Shorts. Intervensi kecil seperti ini penting untuk membantu anak dan remaja belajar mengatur diri, jelas Graham.Pantauan KompasTekno, area Mental Health Shelf dan fitur pembatasan Shorts memang sudah bisa dijajal di Indonesia.Seperti disebutkan di atas, rak Mental Health Shelf yang dilabeli From health sources akan muncul ketika pengguna memasukkan kata kunci yang berkaitan dengan penyakit mental.Baca juga: MTV Tutup Lima Channel Musik Akhir 2025, Tergeser YouTube dan Medsos?Sementara fitur pembatasan YouTube Shorts bisa diakses melalui menu pengaturan, tepatnya Settings > Time management > dan Shorts feed limit./Bill Clinten Fitur pembatasan waktu menonton Shorts yang baru dirilis YouTube di Indonesia.Country Head YouTube Indonesia, Suwandi Widjaja mengatakan kedua fitur ini merupakan komitmen YouTube untuk membantu remaja Indonesia membangun kebiasaan digital yang lebih sehat serta mengakses informasi yang lebih bertanggung jawab.Di Indonesia, Suwandi menyebut kesehatan mental remaja akan menjadi salah satu fokus dan perhatian YouTube di Indonesia.“Kami sangat serius dengan komitmen kami soal kesehatan mental, dan ini akan menjadi topik yang akan terus menjadi fokus YouTube ke depannya,” kata Suwandi./Bill Clinten Country Head YouTube Indonesia, Suwandi Widjaja dalam acara Beranda Jiwa di kantor Google Indonesia di kawasan SCBD, Jakarta Selatan, Kamis .Meski jadi fokus YouTube di masa depan, Suwandi menambahkan bahwa dukungan kreator dan pakar menjadi elemen penting agar komitmen ini juga bisa dijalankan dengan baik.Baca juga: YouTube Sulap Video Burik Lawas Jadi Bening dengan AI“Kami membutuhkan bantuan dan kerja sama untuk melanjutkan komitmen kami dan program terkait kesehatan mental di masa depan, sekaligus memperluas jangkauannya,” pungkas Suwandi.

| 2026-01-16 05:53