Rompi Sawit Anti Peluru IPB Dites Tembak Jarak 5 Meter, Lolos Uji TNI

2026-01-13 18:10:05
Rompi Sawit Anti Peluru IPB Dites Tembak Jarak 5 Meter, Lolos Uji TNI
— Rompi anti peluru yang bisa digunakan para prajurit TNI dan Polri, ada yang dibuat dari bahan ramah lingkungan. Contohnya menggunakan limbah kelapa sawit.Limbah kelapa sawit yang selama ini dipandang sebelah mata kini membuktikan potensinya sebagai material strategis pertahanan nasional.Inovasi rompi antipeluru berbahan tandan kosong kelapa sawit (TKKS) hasil riset tim IPB University.Baru-baru ini, rompi kelapa sawit ini dinyatakan lolos uji balistik dan tersertifikasi setelah menjalani pengujian ketat di Laboratorium Dinas Penelitian dan Pengembangan Angkatan Darat (Dislitbang TNI AD), Batujajar, Bandung, Jumat .Riset biomaterial yang dilakukan tim IPB University, telah dikembangkan selama bertahun-tahun dengan fokus khusus pada material antipeluru sejak 2023 hingga akhirnya memenuhi standar kualifikasi militer.Inovasi ini lahir dari kolaborasi tim IPB University dari multidisiplin, yang diketuai Dr Siti Nikmatin, peneliti Pusat Studi Sawit sekaligus dosen Departemen Fisika.Baca juga: Kisah Annisa, Anak Buruh Pabrik Jadi Lulusan Terbaik IPB UniversityIa menekankan pentingnya langkah strategis menuju komersialisasi. Menurutnya, ketersediaan bahan baku serat sawit sangat melimpah, namun proses produksi masih memerlukan dukungan investasi permesinan dan modal karena banyak tahapan dilakukan secara manual.“Semoga inovasi ini dapat mengubah potensi limbah kelapa sawit menjadi kekuatan baru bagi kedaulatan industri pertahanan Indonesia di masa depan,” tutupnya dilansir dari laman IPB University.Rompi berbahan serat TKKS diuji oleh pihak TNI dengan menggunakan amunisi kaliber 9×19 mm dari jarak tembak 5 meter, mencakup kondisi tembak kering dan basah, serta uji ketahanan terhadap tusukan dan bacokan senjata tajam.Berdasarkan penilaian tim penguji, rompi dinyatakan lulus karena mampu menahan proyektil tanpa tembus dengan tingkat deformasi atau lekukan belakang di bawah 44 mm.Performa ini dinilai sangat kompetitif dengan rentang harga pasaran rompi antipeluru level IIIA yang ada saat ini.Selain memenuhi aspek perlindungan, rompi ini juga menonjol dari sisi ergonomi, dengan bobot di bawah 2 kg dan ketebalan kurang dari 2 cm. Proyek ini didanai melalui Program Dana Padanan (Kedaireka) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi tahun anggaran 2024–2025.Baca juga: Kisah Annisa, Anak Buruh Pabrik Jadi Lulusan Terbaik IPB UniversityAdapun tim dari IPB University lainnya terdiri atas Dr Irmansyah, Rima Fitria Adiati, MT, Dr Agus Kartono (Fisika), serta Tursina Andita Putri, MSi (Agribisnis).Keterlibatan mitra industri melalui Andika Kristinawati dari PT Interstisi Material Maju turut memperkuat hilirisasi riset ini.Proses sertifikasi ini disaksikan langsung oleh pimpinan IPB University, di antaranya Prof Anas Miftah Fauzi (Kepala Lembaga Riset Internasional Teknologi Maju) dan Prof Budi Mulyanto (Kepala Pusat Studi Sawit).Proses pengujian balistik ini dipantau langsung oleh jajaran perwira peneliti TNI AD, yakni Kolonel Cpl Kries Kambaksono, Kolonel Yayat Priatna P, Kolonel Hiras M.S Turnip, dan Kolonel Tri Handoko.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Selain kecepatan internet mobile, DataReportal x Ookla ini juga mengungkap kecepatan internet kabel (fixed broadband) di Indonesia.Adapun median download speed internet kabel di Indonesia kini tercatat di 39,88 Mbps, naik 24,4 persen dari tahun lalu.Sementara median upload kini tercatat di angka 26,61 Mbps (naik 37,4 persen) dan latensi di angka 7 ms (turun 12,5 persen).Perlu dicatat, laporan ini menggunakan pengukuran median. Ini merujuk pada kecepatan rata-rata tengah ketika pengguna mengunduh data dari internet ke perangkat.Berbeda dengan rata-rata biasa (mean) yang bisa dipengaruhi oleh hasil pengukuran ekstrem, median menunjukkan angka tengah dari seluruh tes kecepatan.Artinya, setengah pengguna di Indonesia mendapatkan kecepatan unduh di bawah 45,01 Mbps, dan setengahnya lagi di atas angka tersebut, ketika menggunakan data seluler. Dengan cara ini, data dianggap lebih merepresentasikan pengalaman nyata pengguna sehari-hari.speedtest Dalam kategori internet seluler, Bekasi menempati posisi ke -118 (dari 148 kota) secara global, sekaligus menjadi yang tertinggi di Indonesia dengan kecepatan unduh (download speed) median 54,59 MbpsDalam laporan Ookla yang dipublikasi secara terpisah, Bekasi dan Jakarta Selatan (Jaksel) tercatat sebagai kota dengan internet tercepat di Indonesia, kecepatannya tembus di atas 50 Mbps untuk data seluler.Baca juga: Kecepatan Internet Indonesia Meningkat 10 Kali Lipat sejak 2014Laporan Speedtest merinci, dalam kategori internet seluler, Bekasi punya nilai tengah download speed 54,59 Mbps. Sementara Jaksel dengan 52,29 Mbps.Selain itu, Speedtest juga mengukur angka tengah kecepatan unggah (upload speed) dan latensi.Menurut laporan Speedtest, Bekasi punya kecepatan unggah 21,05 Mbps dan latensi 18 ms. Sementara, Jaksel punya kecepatan unggah 17,84 Mbps dan latensi 20 ms.Capaian ini menjadikan keduanya sebagai representasi kota dengan internet tercepat di Indonesia, meski secara global posisinya masih di papan bawah.

| 2026-01-13 17:24