Polisi Periksa 3 Saksi Kasus Perampokan Kantor Pos di Balikpapan, Korban Belum Pulih

2026-01-12 10:45:38
Polisi Periksa 3 Saksi Kasus Perampokan Kantor Pos di Balikpapan, Korban Belum Pulih
BALIKPAPAN, – Polisi memeriksa tiga orang saksi terkait dengan kasus perampokan Kantor Pos Cabang Sepinggan, Balikpapan Selatan.Sementara ini, korban belum bisa dimintai keterangan karena belum pulih dan masih dalam perawatan.Diberitakan sebelumnya, peristiwa ini terjadi pada Sabtu .Dalam kejadian itu, Sony Krismawan (52), seorang karyawan Kantor Pos Cabang Sepinggan harus mengalami luka serius di bagian kepala akibat dibacok oleh pelaku. Saat kejadian, Sony sedang sendirian di dalam kantor dan sedang menyelesaikan penutupan transaksi (closing).Baca juga: Karyawan Kantor Pos di Balikpapan Jadi Korban Perampokan, Alami Luka Bacok di KepalaSampai dengan Senin , polisi masih melakukan penyelidikan intensif untuk mengungkap pelaku pencurian dengan kekerasan itu.Kanit Reskrim Polsek Balikpapan Selatan, Iptu Iskandar Ilham, mengatakan penyelidikan kasus ini dilakukan bersama Polresta Balikpapan dan Subdit Jatanras Polda Kalimantan Timur.Hingga kini, penyelidikan masih terus berjalan.“Sampai hari ini penyelidikan masih berlangsung. Kami terus bekerja untuk mengungkap pelaku pencurian dengan kekerasan di Kantor Pos Cabang Sepinggan,” ujar Iskandar, Senin .Baca juga: Motif Judol, Pegawai Kantor Pos Takalar Aniaya Atasan dan Rampok Uang BLT Rp 600 JutaIskandar menyebutkan, polisi telah memintai keterangan dari tiga orang saksi.Mereka terdiri dari warga yang pertama kali mengetahui kejadian, anak korban, serta satu warga yang tinggal di sekitar lokasi.“Sementara korban belum bisa kami mintai keterangan karena masih dalam perawatan. Kami menunggu kondisinya membaik,” kata dia.Korban Sony Krismawan diketahui mengalami enam luka bacok di bagian kepala.Berdasarkan informasi yang dihimpun di lokasi, pelaku diduga masuk melalui bagian belakang kantor dengan memanjat tembok setinggi sekitar 1,5 meter.Pelaku kemudian masuk lewat pintu belakang sebelum menyerang korban yang berada di meja kasir.


(prf/ega)