Fadli Zon Akui Buku Sejarah Indonesia Tak Sempurna

2026-02-05 05:35:10
Fadli Zon Akui Buku Sejarah Indonesia Tak Sempurna
JAKARTA, - Menteri Kebudayaan, Fadli Zon mengakui bahwa buku "Sejarah Indonesia: Dinamika Kebangsaan dalam Arus Global" yang baru diluncurkan belum sempurna.Menurutnya, keterbatasan cakupan menjadi tantangan utama dalam upaya merangkum perjalanan panjang sejarah bangsa Indonesia.“Dan 10 jilid yang telah dihasilkan oleh para penulis, para sejarawan kita, tentu tidaklah sempurna. Kenapa saya katakan tidak sempurna? Karena pasti tidak akan mencakup secara keseluruhan," kata Fadli Zon dalam peluncuran buku di Kantor Kemendikdasmen, Jakarta, Minggu .Baca juga: Fadli Zon Luncurkan Buku Sejarah Indonesia, Meski Sebelumnya Menuai Pro-KontraBuku Sejarah Indonesia: Dinamika Kebangsaan dalam Arus Global merupakan hasil kerja kolaboratif 123 sejarawan dari 34 perguruan tinggi di seluruh Indonesia.Fadli menegaskan, pemerintah tidak ikut menulis isi buku, melainkan hanya memfasilitasi para sejarawan melalui Direktorat Sejarah Kementerian Kebudayaan.“Kalau sejarawan tidak menulis sejarah, lantas bagaimana kita merawat memori kolektif bangsa kita?" ungkapnya.Ia menjelaskan, penulisan buku ini menjadi salah satu tonggak kebangkitan Direktorat Sejarah yang sebelumnya sempat ditiadakan.Baca juga: Penulisan Ulang Buku Sejarah Indonesia: Dari Pro-Kontra hingga Rencana Rilis 2025Direktorat tersebut kembali dihidupkan seiring berdirinya Kementerian Kebudayaan di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.“Jadi Direktorat Sejarah ini, sekali lagi, sebenarnya bangkit dari kubur. Karena itulah kemudian, kalau sudah ada Direktorat Sejarah, apa gunanya Direktorat Sejarah? Ya memfasilitasi sejarah," kata dia.Fadli mengatakan, sepuluh jilid buku tersebut disusun sebagai ringkasan perjalanan bangsa, bukan sebagai catatan sejarah yang sepenuhnya komprehensif.Ia juga menegaskan bahwa perbedaan pandangan dan polemik dalam penulisan sejarah merupakan hal wajar di negara demokratis.Baca juga: Menbud Fadli Zon Sebut Buku Sejarah Indonesia Versi Baru Sedang Tahap Editing“Seringkali di mana berbagai tempat kita mengatakan sejarah itu penting, tetapi kita tahu di dalam proses penulisan ini cukup baik juga polemik. Ada yang minta juga menghentikan penulisan sejarah. Saya kira ini juga pendapat yang di era demokrasi ini wajar-wajar saja," nilai politikus Partai Gerindra ini.Adapun sepuluh jilid buku sejarah tersebut mencakup rentang panjang perjalanan Indonesia, mulai dari Akar Peradaban Nusantara, interaksi global Nusantara dengan India, Tiongkok, dan Persia, masa kolonialisme, pergerakan kebangsaan, hingga era Reformasi dan konsolidasi demokrasi periode 1998-2024.Fadli juga mengungkapkan rencana lanjutan penulisan sejarah tematik, seperti sejarah perjuangan mempertahankan kemerdekaan 1945-1950, serta sejarah kerajaan-kerajaan besar seperti Majapahit, Sriwijaya, dan Pajajaran.Baca juga: Fadli Zon Klaim Belum Lihat Buku Sejarah Versi Baru: Tim Kerja IndependenPeluncuran buku ini disebut Fadli sebagai bagian dari rangkaian peringatan 80 tahun Indonesia merdeka, sekaligus upaya menyediakan rujukan sejarah bagi masyarakat luas.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

Selain kecepatan internet mobile, DataReportal x Ookla ini juga mengungkap kecepatan internet kabel (fixed broadband) di Indonesia.Adapun median download speed internet kabel di Indonesia kini tercatat di 39,88 Mbps, naik 24,4 persen dari tahun lalu.Sementara median upload kini tercatat di angka 26,61 Mbps (naik 37,4 persen) dan latensi di angka 7 ms (turun 12,5 persen).Perlu dicatat, laporan ini menggunakan pengukuran median. Ini merujuk pada kecepatan rata-rata tengah ketika pengguna mengunduh data dari internet ke perangkat.Berbeda dengan rata-rata biasa (mean) yang bisa dipengaruhi oleh hasil pengukuran ekstrem, median menunjukkan angka tengah dari seluruh tes kecepatan.Artinya, setengah pengguna di Indonesia mendapatkan kecepatan unduh di bawah 45,01 Mbps, dan setengahnya lagi di atas angka tersebut, ketika menggunakan data seluler. Dengan cara ini, data dianggap lebih merepresentasikan pengalaman nyata pengguna sehari-hari.speedtest Dalam kategori internet seluler, Bekasi menempati posisi ke -118 (dari 148 kota) secara global, sekaligus menjadi yang tertinggi di Indonesia dengan kecepatan unduh (download speed) median 54,59 MbpsDalam laporan Ookla yang dipublikasi secara terpisah, Bekasi dan Jakarta Selatan (Jaksel) tercatat sebagai kota dengan internet tercepat di Indonesia, kecepatannya tembus di atas 50 Mbps untuk data seluler.Baca juga: Kecepatan Internet Indonesia Meningkat 10 Kali Lipat sejak 2014Laporan Speedtest merinci, dalam kategori internet seluler, Bekasi punya nilai tengah download speed 54,59 Mbps. Sementara Jaksel dengan 52,29 Mbps.Selain itu, Speedtest juga mengukur angka tengah kecepatan unggah (upload speed) dan latensi.Menurut laporan Speedtest, Bekasi punya kecepatan unggah 21,05 Mbps dan latensi 18 ms. Sementara, Jaksel punya kecepatan unggah 17,84 Mbps dan latensi 20 ms.Capaian ini menjadikan keduanya sebagai representasi kota dengan internet tercepat di Indonesia, meski secara global posisinya masih di papan bawah.

| 2026-02-05 03:28