KPK Undang Prabowo Hadiri Peringatan Hakordia 2025 di Jogja

2026-01-14 00:17:10
KPK Undang Prabowo Hadiri Peringatan Hakordia 2025 di Jogja
KPK akan menggelar peringatan Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia) tahun ini di Yogyakarta. KPK akan mengundang Presiden Prabowo Subianto dalam acara tersebut."Semoga bisa hadir. Ya semoga rencana begitu (Prabowo datang ke Jogja)," kata Wakil Ketua KPK Ibnu Basuki Widodo di Gedung C1 KPK, Jakarta Selatan, Senin (24/11/2025).Peringatan Hakordia yang jatuh pada 9 Desember selalu diselenggarakan di Jakarta. Namun, tahun ini, Jogja akan pertama kali menjadi tuan rumah Hakordia.Ibnu mengatakan pihaknya saat ini masih mengkaji rangkaian puncak Hakordia di Jogja. KPK juga masih mempertimbangkan menampilkan pameran barang hasil rampasan korupsi saat Hakordia di Jogja."Insyaallah akan kita adakan sebaik mungkin. Apakah kalau nanti kan, kalau misalkan iya nanti ditayangkan, kalau memang benar-benar ada. Nanti kita tanyakan lagi," ujar Ibnu.Seperti diketahui, ada yang berbeda dari peringatan Hakordia tahun ini. Puncak acara Hakordia yang biasa digelar di Jakarta itu akan dihelat di Yogyakarta tahun ini."Tahun ini rangkaian kegiatan tersebut rencana akan berpusat di Yogyakarta," kata Jubir KPK Budi Prasetyo kepada wartawan, Selasa (28/10)Budi menjelaskan sejumlah alasan KPK memilih Jogja sebagai tempat puncak peringatan Hakordia 2025. Alasan pertama berkaitan dengan riwayat Jogja sebagai kota pendidikan dan budaya."Pemilihan Yogyakarta sebagai tempat peringatan Hakordia tahun ini, mengingat Jogja sebagai kota pendidikan, kota budaya, selaras dengan upaya-upaya pemberantasan korupsi khususnya melalui lajur pencegahan dan pendidikan, yang juga masuk ke dalam ruang-ruang pendidikan dan budaya," jelas Budi.KPK juga menilai Jogja memiliki tata kelola pemerintahan yang tergolong baik. Hal itu diharapkan bisa menginspirasi pemerintah daerah lain untuk menyiapkan pemerintahan yang bersih dari korupsi."Jogja sebagai salah satu pemerintah daerah yang memiliki tata kelola pemerintahan yang baik, harapannya juga menjadi salah satu rujukan daerah lain untuk melakukan improvement," katanya."Di wilayah Jogja, KPK sebelumnya juga melakukan piloting untuk program desa antikorupsi, yang saat ini terus berkembang dan sudah ada di setiap provinsi di seluruh Indonesia. Termasuk pengembangannya, yaitu kota/kabupaten antikorupsi," imbuh Budi.Tonton juga Video: Target Setyo Budiyanto soal Skor Indeks Persepsi Korupsi RI[Gambas:Video 20detik]


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

Irwan mengaku bersyukur atas penghargaan yang telah diraih. Ia menekankan bahwa fokus utama perusahaan dimulai dari internal, yaitu kebahagiaan dan kesehatan karyawan, sebelum meluas ke masyarakat.“Ketika saya ditanya dewan juri, saya sampaikan bahwa fokus utama kami adalah membahagiakan dan menjaga kesehatan karyawan terlebih dahulu. Kalau karyawan yang dekat dengan kami saja tidak sehat dan bahagia, bagaimana kami bisa mengurus masyarakat yang lebih luas.” ujar Irwan kepada Kompas.com, Rabu.Irwan menambahkan, penghargaan yang diraih pihaknya  merupakan kerja kolektif seluruh karyawan dan tim.“Persyaratannya sangat banyak, ada 17 goals dan 169 target. Mustahil dicapai tanpa komitmen bersama,” kata Irwan.Pihaknya pun senantiasa mendorong seluruh elemen perusahaan berpartisipasi dalam berbagai upaya pencapaian SDGs, terutama terkait kesejahteraan sosial dan pengentasan kemiskinan.Baca juga: Anggota Komisi IX DPR Kagumi Standar Produksi Sido MunculSido Muncul juga menegaskan komitmennya untuk membantu program nasional, melalui program penanganan stunting dan tidak mengambil bagian dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).“Kami memilih memberikan bantuan berupa dana agar ibu-ibu bisa membeli kebutuhan gizi yang sesuai. Tahun depan kontribusi kami akan ditingkatkan,” katanya./Yakob Arfin T Sasongko Direktur Sido Muncul, Dr (HC) Irwan Hidayat memegang piala penghargaan Terbaik I kategori Badan Usaha Besar Indonesia?s SDGs Action Awards 2025 berkat keberhasilan program Smartani. Program Smartani yang mengantarkan Sido Muncul meraih juara pertama merupakan inisiatif pemberdayaan masyarakat yang mencakup sektor hulu hingga hilir. Program ini telah diinisiasi sejak 2021 dan menyasar kelompok tani di wilayah Semarang.Saat ini, sedikitnya 3.000 petani dan peternak telah mendapat pendampingan dari Sido Muncul.“Di tingkat hilir, kami membina karyawan untuk menjadi distributor. Sekarang ada sekitar 60 hingga 70 distributor yang dulunya karyawan kami dan kini sudah mandiri,” ungkap Irwan.Baca juga: Hadirkan Terang, Sido Muncul Gelar Operasi Katarak GratisManajer Lingkungan Sido Muncul, Amri Cahyono, menegaskan bahwa komitmen perusahaan terhadap SDGs diwujudkan melalui berbagai program pemberdayaan masyarakat.Ia menyampaikan bahwa perusahaan secara konsisten memperkuat kontribusi terhadap 17 tujuan SDGs.“Program Smartani kami gagas untuk mewujudkan visi perusahaan, yaitu memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan. Hingga saat ini, Sido Muncul telah memenuhi seluruh 17 tujuan SDGs,” ujarnya.Amri menjelaskan bahwa Smartani di Desa Bergas Kidul, Kecamatan Bergas, Semarang, dikembangkan dengan pendekatan nature-based solution. Implementasinya dimulai dengan social mapping untuk memetakan potensi lokal.“Di desa ini ada kelompok petani alpukat, peternak sapi perah, hingga usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) ‘Mbok Jajan’ yang sebelumnya terdampak Covid-19. Kami memberikan pelatihan agar mereka dapat kembali produktif, dan kini produk mereka sudah memasok ke Sido Muncul,” terang Amri.Baca juga: Konsisten Bantu Tangani Katarak, Sido Muncul Kembali Raih Perdami Award/Yakob Arfin T Sasongko Direktur Sido Muncul, Dr (HC) Irwan Hidayat bersama tim dalam ajang Indonesia?s SDGs Action Awards 2025 di Jakarta, Rabu .

| 2026-01-13 22:27