Pelabuhan Ciwandan Siapkan 3 Dermaga Hadapi Puncak Mudik Natal-Tahun Baru

2026-01-15 10:06:56
Pelabuhan Ciwandan Siapkan 3 Dermaga Hadapi Puncak Mudik Natal-Tahun Baru
PT Pelindo Regional 2 Banten atau Pelabuhan Ciwandan, Kota Cilegon, Banten, menyiapkan tiga dermaga guna mengantisipasi lonjakan mudik Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. General Manager Pelindo Regional 2 Banten, Benny Ariadi, mengatakan tiga dermaga yang disiapkan meliputi Dermaga 5A, Dermaga 7, dan Dermaga 2."Kami menyiapkan tiga tambatan, namun sampai hari ini baru Dermaga 5A dan Dermaga 7 yang digunakan. Untuk Dermaga 2 belum diaktifkan karena menunggu arahan regulator baik BPTD maupun KSOP," kata Benny dilansir Antara, Selasa (23/12/2025).Kapasitas Dermaga 5A cukup besar, karena dapat digunakan untuk dua tambatan kapal besar sekaligus. Dalam satu kali angkut, kapal tersebut mampu memuat 150 hingga 200 unit truk.Terkait kondisi arus lalu lintas, Benny menyebutkan telah terjadi peningkatan volume kendaraan, khususnya truk golongan VII, sejak Minggu (21/12) malam. Peningkatan ini terjadi karena Pelabuhan Ciwandan difungsikan untuk memecah kepadatan antrean di Pelabuhan Bandar Bakau Jaya (BBJ) Bojonegara."Sejak Minggu malam terasa betul peningkatan arus truk. Ini karena kami mem-backup lonjakan di BBJ, jadi untuk mengantisipasi di sana, kami buka layanan untuk golongan VII di sini," katanya.Selain kesiapan dermaga, Pelindo juga menyediakan dua lokasi kantong parkir (buffer area) untuk kendaraan roda dua dan truk. Area tersebut dilengkapi fasilitas penunjang seperti gerai UMKM, toilet, mushala, hingga layanan kesehatan. Pelabuhan juga membagikan vitamin dan makanan ringan kepada para sopir truk untuk menjaga stamina mereka selama perjalanan."Sesuai prediksi dan rapat koordinasi, tahun ini memang ada peningkatan arus, apalagi kendaraan roda dua (R2) tahun ini mandatori lewat Ciwandan. Namun, Insyaallah lancar, mudah-mudahan alam mendukung," kata Benny.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

YouTube menyediakan laman Family Center untuk membantu orangtua memantau penggunaan YouTube akun anak-anak mereka. Di laman itu, terdapat pilihan untuk menambahkan profil YouTube Kids dan akun YouTube anak remaja mereka, sebagai akun yang diawasi.Laman Family Center sering digunakan oleh orangtua dengan anak berusia di bawah 18 tahun. Di laman ini, ada pengingat Take a Break dan Bedtime yang sudah aktif secara otomatis untuk pengguna berusia di bawah 18 tahun.Pengingat Take a Break adalah notifikasi yang mengingatkan pengguna untuk beristirahat sejenak dari melihat layar HP, sedangkan Bedtime adalah notifikasi yang mengingatkan anak bahwa waktu tidur mereka akan tiba dan mereka harus bersiap-siap untuk beristirahat.Sebagai pelengkap dua hal tersebut, pada akhir tahun ini, YouTube berencana untuk memperluas fitur Shorts Daily Time Limit pada orangtua.Ayah dan ibu yang menggunakan akun yang memiliki akun yang akan diawasi, bisa secara proaktif menetapkan batas durasi menjelajah feed YouTube Shorts yang tidak bisa diabaikan.Ini merupakan tambahan dari hal lain yang sudah kami miliki yaitu pengingat 'Taking a Break' dan 'Bedtime', tutur Graham.Baca juga: Jangan Biasakan Anak Main HP Sebelum Tidur, Ini Dampaknya Dok. Freepik/Freepik Orangtua bisa gunakan fitur Shorts Daily Time Limit agar anak tidak lupa waktu menonton YouTube Shorts. Terkait fitur pembatasan durasi menjelajah feed YouTube Shorts, Graham mengatakan, hal ini bisa membantu anak memahami regulasi waktu penggunaan platform digital mereka.Jadi, ketika anak-anak scrolling Shorts, aplikasi akan 'menyundul' mereka (memberi notifikasi), yaitu intervensi kecil yang menurut pakar perkembangan anak penting dalam pengaturan diri anak-anak, tutur dia.Anak-anak tetap diizinkan untuk memegang kendali akan akun YouTube untuk mengakses feed YouTube Shorts, tapi mereka tidak akan lupa waktu seperti sebelumnya.Melalui fitur Shorts Daily Time Limit yang sudah diatur oleh orangtua, anak jadi paham bahwa mereka hanya boleh mengakses YouTube Shorts berapa lama, sehingga lambat laun sudah terbiasa dan dengan sendirinya bisa mengatur waktu mereka di YouTube.Baca juga: Jangan Biasakan Anak Makan Sambil Main HP, Ini Kata Psikolog

| 2026-01-15 10:07