2.942 Honorer Sumbawa Terima SK PPPK Paruh Waktu, Bupati: Ini Pengakuan Negara

2026-02-04 16:17:58
2.942 Honorer Sumbawa Terima SK PPPK Paruh Waktu, Bupati: Ini Pengakuan Negara
SUMBAWA, – Bupati Sumbawa, Syarafuddin Jarot, menyerahkan Surat Keputusan (SK) Pengangkatan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu kepada 2.942 pegawai di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sumbawa, Senin .“Penyerahan SK ini bukan hanya persoalan administrasi, tetapi bentuk pengakuan negara atas pengabdian panjang saudara-saudara sekalian. Bersamaan dengan itu, ada tanggung jawab untuk meningkatkan disiplin, etos kerja, dan kualitas pelayanan kepada masyarakat,” kata Jarot saat memberikan sambutan di Halaman Kantor Bupati Sumbawa.Jumlah PPPK Paruh Waktu yang menerima SK tersebut terdiri dari 157 guru, 911 tenaga kesehatan, dan 1.874 tenaga teknis. Jarot menegaskan bahwa pengangkatan ini merupakan bagian dari kebijakan nasional dalam penataan tenaga non-ASN yang dilaksanakan secara bertahap dan terukur.Baca juga: Bupati Lumajang Minta Maaf ke 4.230 PPPK Paruh Waktu, Gaji Tak Naik karena APBDIa menekankan bahwa PPPK Paruh Waktu adalah ASN berbasis perjanjian kerja yang sah menurut peraturan perundang-undangan, bukan lagi tenaga honorer. Meski demikian, status ini berbeda dengan ASN penuh waktu.“Bupati bilang kita harus membentuk karakter generasi muda – itu tugas yang berat, tapi saya siap. Sekarang dengan status PPPK, saya merasa lebih aman dan termotivasi untuk bekerja lebih baik,” kata Siti Nuryanti (37), seorang guru SD yang telah mengabdi selama 11 tahun sebagai honorer.Senada dengan Siti, Andi (39) yang merupakan tenaga kesehatan di puskesmas mengaku merasa lebih didukung oleh pemerintah.“Pesan Bupati tentang pelayanan humanis, cepat, dan profesional itu tepat. Itu yang selalu saya coba lakukan, dan sekarang dengan status ini, saya bisa lebih fokus,” kata Andi.Jarot menjelaskan bahwa PPPK Paruh Waktu tetap terikat dalam sistem manajemen ASN. Hal ini mencakup kewajiban memenuhi target kinerja, mematuhi disiplin kerja, serta mengikuti evaluasi berkala sesuai kebutuhan organisasi dan kemampuan keuangan daerah.Menurutnya, kualitas kinerja tidak semata-mata diukur dari durasi kerja, melainkan dari hasil kerja dan dampak pelayanan yang dirasakan langsung oleh masyarakat.Secara khusus, Jarot meminta tenaga kesehatan memberikan pelayanan secara humanis dan profesional, sementara tenaga teknis diharapkan mampu memperkuat tata kelola pemerintahan yang transparan.


(prf/ega)

Berita Lainnya

Berita Terpopuler

#3

Kebijakan ini tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 12 Tahun 2025 yang mengatur Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) yang ditanggung pemerintah untuk kendaraan listrik tertentu.Namun, penghentian insentif diprediksi membuat penjualan BEV pada tahun depan melambat.“Tentu itu akan merubah penjualan mobil listrik, apalagi saat ini kondisi ekonomi kita masih menantang. Penggerak roda industri otomotif kan pada middle income class,” ujar Yannes saat ditemui belum lama ini.Meski begitu, Yannes menekankan bahwa pasar kendaraan elektrifikasi secara keseluruhan belum tentu melemah.“Total segmentasi BEV kemungkinan akan melambat, tetapi pertumbuhan kelak akan digerakkan BEV rakitan lokal ya,” lanjutnya.Meski begitu, Yannes menilai pasar kendaraan elektrifikasi secara keseluruhan belum tentu melemah. Segmen hybrid electric vehicle (HEV) diperkirakan akan tumbuh, karena menawarkan kombinasi efisiensi bahan bakar tanpa kekhawatiran jarak tempuh.“Segmentasi HEV akan sangat subur, karena konsumen rasional akan memilih HEV sebagai safe haven. Efisiensi BBM ada, range anxiety nol,” ujar Yannes.Ia menambahkan, untuk menjaga momentum pertumbuhan kendaraan listrik, peran kelas menengah menjadi kunci.“PR kita pertama adalah menaikkan middle income class kita. Ekonomi tolong buktikan bisa tembus 5,4 persen tahun ini dan 6 persen di tahun depan,” kata Yannes.Baca juga: Mobil Listrik Indonesia: BYD Dominasi, Jaecoo dan Wuling Bersaing/Adityo Wisnu Mobil hybrid Rp 300 jutaan“Dan janji di 2029 tercapai, yaitu 8 persen. Itu baru kita bisa belanja dengan enak lagi,” tutupnya.Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan mobil berbasis baterai sepanjang 2025 mencatat pertumbuhan signifikan.Dari Januari hingga November 2025, wholesales BEV telah mencapai 82.525 unit, naik 113 persen dibanding periode sama tahun lalu.Segmen PHEV juga mencatat lonjakan luar biasa, meningkat 3.217 persen menjadi 4.312 unit, sementara mobil hybrid mengalami pertumbuhan 6 persen, dari 53.986 unit pada periode sama tahun lalu menjadi 57.311 unit.

| 2026-02-04 14:34