Media Asing Soroti Langkah Indonesia Cabut 22 Izin Kehutanan Usai Banjir Sumatera

2026-01-12 12:18:14
Media Asing Soroti Langkah Indonesia Cabut 22 Izin Kehutanan Usai Banjir Sumatera
JAKARTA, – Keputusan Pemerintah Indonesia untuk mencabut puluhan izin kehutanan usai bencana banjir dan longsor mematikan di Sumatera pada November lalu menjadi perhatian media asing.Sejumlah kantor berita internasional menyoroti langkah ini di tengah meningkatnya kritik terhadap laju deforestasi di Tanah Air.Kebijakan tersebut diumumkan setelah lebih dari 1.000 orang dilaporkan tewas akibat banjir bandang dan longsor dalam beberapa pekan terakhir.Baca juga: Banjir Bandang Terjang AS dan Kanada, Warga Diminta MengungsiMedia asing menilai keputusan ini sebagai momen penting untuk mengevaluasi keseimbangan antara kepentingan ekonomi dan perlindungan lingkungan.AFP dalam artikel berjudul “Indonesia to revoke 22 forestry permits after deadly floods” melaporkan bahwa Pemerintah Indonesia akan mencabut lebih dari 20 izin kehutanan di berbagai wilayah.Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menyampaikan kepada wartawan bahwa total 22 izin kehutanan akan dicabut, mencakup lebih dari satu juta hektare lahan di seluruh Indonesia.Ia menyebutkan, lebih dari 100.000 hektare dari izin yang dicabut tersebut berada di Pulau Sumatera, meski tidak secara eksplisit mengaitkan keputusan itu dengan bencana banjir dan longsor terbaru.“Dengan penambahan satu juta hektare hari ini, sekitar 1,5 juta hektare hutan kita telah diatur,” ujar Raja Juli, merujuk pada keputusan sebelumnya pada Februari lalu yang juga mencabut izin kehutanan seluas sekitar 500.000 hektare.AFP menyoroti pandangan para pegiat lingkungan dan pakar yang menilai hilangnya tutupan hutan berperan besar dalam memperparah banjir bandang dan longsor.Hutan, menurut laporan yang diterbitkan pada Senin tersebut, berfungsi menyerap curah hujan dan menstabilkan tanah melalui sistem perakaran, sehingga ketiadaannya membuat suatu wilayah lebih rentan terhadap bencana.ANTARA FOTO/Erlangga Bregas Prakoso Petugas mengoperasikan eskavator untuk membersihkan jalan akses antardesa dari batang-batang kayu gelondongan pascabanjir bandang di Desa Tanjung Karang, Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, Minggu . Akses penghubung Desa Tanjung Karang dan Desa Menang Gini yang sempat tertutup tumpukan kayu gelondongan akhirnya bisa terbuka usai pemerintah mengerahkan alat berat untuk pembersihan sehingga mobilitas masyarakat, termasuk distribusi bantuan menjadi bisa dilakukan. Sorotan serupa disampaikan The Independent Singapore dalam artikelnya “Indonesia to revoke over 20 forestry permits following deadly Sumatera floods” yang membahas pembatalan lebih dari 20 izin kehutanan menyusul bencana di Sumatera barat laut.Media ini menegaskan bahwa langkah itu merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk memperbaiki tata kelola hutan Indonesia.Baca juga: Krisis Iklim Bikin Laut Menghangat, Sebabkan Hujan Ekstrem dan Banjir Asia“Dengan penambahan satu juta hektare hari ini, sekitar 1,5 juta hektare hutan kita kini berada di bawah pengaturan,” kata Raja Juli, seperti dikutip media tersebut.Ia sebelumnya juga menyebut bencana ini sebagai kesempatan untuk “mengevaluasi kebijakan,” seraya menilai bahwa “bandul antara ekonomi dan ekologi tampaknya telah bergerak terlalu jauh ke arah ekonomi dan perlu ditarik kembali ke tengah.”


(prf/ega)