Melukis Prabowo dengan Mulut

2026-01-14 19:16:39
Melukis Prabowo dengan Mulut
KARANGANYAR, – Pelukis cilik tunadaksa asal Jumapolo, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, Muhammad Tegar (10), menjadi salah satu peserta dalam ajang Gelar Karya Vokasi Pendidikan Khusus dan Pendidikan Layanan Khusus (PKPLK) Kementerian Pendidikan.Ia mewakili Kabupaten Karanganyar dalam kegiatan yang digelar di Jakarta pada 17–18 Desember 2025.Di usianya yang masih belia, serta dengan kondisi organ gerak kaki dan tangan yang tidak sempurna, Tegar mampu menginspirasi banyak orang melalui ketekunan dan keteguhan hatinya.Bocah kelas 2 SLB Putra Mandiri, Tegar melukis dengan menggunakan mulutnya.SLB Putra Mandiri sendiri didirikan oleh pasangan suami istri Muhammad Fajar Yanto dan Ita Sulistyowati.Menurut para guru, Tegar memiliki ketertarikan kuat pada seni lukis sejak awal masuk sekolah tersebut.Baca juga: Priyo Bertahan di Pasar Beringharjo, Menjaga Kaset Pita dari Lupa ZamanMenurut Muhammad Fajar, kehadiran Tegar memberikan warna tersendiri bagi SLB Putra Mandiri.Ia menjadi contoh nyata bahwa setiap anak disabilitas memiliki potensi yang berbeda-beda.Fajar mengungkapkan, Tegar bahkan dengan tegas menolak tawaran untuk menjadi atlet karena bercita-cita menjadi pelukis profesional."Kemarin itu kami mikirnya mau mengajari Tegar, tetapi karena melihat kesungguhan Tegar malah kami (para guru) yang belajar. Ternyata banyak potensi anak yang bisa digalih," ujarnya saat dihubungi Kompas.com.Tegar mulai bersekolah di SLB Putra Mandiri sebagai murid pindahan dari sekolah dasar reguler sekitar satu tahun lalu.Dalam waktu tersebut, ia sudah mampu menghasilkan empat karya lukisan dengan teknik melukis menggunakan mulut.Dari empat karya tersebut, tiga lukisan telah terjual dengan harga Rp 1 juta per karya.Untuk menyelesaikan satu lukisan, Tegar biasanya membutuhkan waktu hingga dua minggu karena ia melukis dengan sangat detail."Sebelumnya yang hanya menggambar corat-coret saja, dengan dukungan guru yang memahami Tegar bahkan mampu melukis menggunakan kanvas dan tinta acrilic," jelas dia.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

Dampak kecelakaan tersebut dinilai sangat fatal. Sebanyak 16 penumpang dinyatakan meninggal dunia. Rinciannya, 15 korban tewas di lokasi kejadian, sementara satu korban lainnya meninggal dunia saat menjalani perawatan medis di RSUD dr. Adhyatma MPH (Tugurejo), Kota Semarang.Selain korban meninggal, sebanyak 17 penumpang lainnya mengalami luka-luka. Dari jumlah tersebut, sembilan korban harus menjalani perawatan intensif di RSUD dr. Adhyatma MPH (Tugurejo), Kota Semarang.Fakta lain yang terungkap dalam penyelidikan awal adalah latar belakang pengemudi bus. Sopir PO Cahaya Trans tersebut diketahui masih tergolong baru mengemudikan rute Bogor–Yogyakarta.Pengemudi baru dua kali melakukan perjalanan pulang-pergi pada rute tersebut dan kini telah diamankan pihak kepolisian untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Dalam peristiwa kecelakaan maut di Tol Kota Semarang ini, pengemudi dilaporkan hanya mengalami luka ringan.Baca juga: Kecelakaan Bus di Tol Krapyak Semarang, Polisi Dalami Dugaan Sopir Minim Jam TerbangDok. SAR Semarang Kecelakaan maut terjadi di ruas simpang susun Exit Tol Krapyak Kota Semarang, Jawa Tengah terjadi pada Senin pukul 00.30 WIB dini hari. Salah satu korban selamat adalah kernet bus, Robi Sugianto (51), warga Bumiayu, Kabupaten Brebes.Robi mengalami patah tulang pada kaki kanan serta luka di bagian kepala. Berdasarkan keterangan yang dihimpun, kernet berada di bagian depan bus dan menyadari kendaraan tiba-tiba miring ke kanan sebelum akhirnya terguling dan menghantam pembatas jalan tol.Polda Jawa Tengah memastikan seluruh korban kecelakaan bus PO Cahaya Trans mendapatkan penanganan medis secara maksimal dan profesional.Hingga saat ini, penyebab pasti kecelakaan tunggal di Simpang Susun Krapyak tersebut masih dalam proses penyelidikan dengan melibatkan berbagai unsur, mulai dari pemeriksaan kondisi kendaraan, kontur dan kondisi jalan, hingga faktor pengemudi.Artikel ini telah tayang di TribunJateng.com dengan judul Penampakan Bus Maut Kecelakaan di Tol Krapyak Semarang Akibatkan 16 Orang Meninggal

| 2026-01-14 17:29