[KLARIFIKASI] Konten AI Panglima TNI Beri Ucapan HUT Kemerdekaan Papua

2026-01-12 13:35:58
[KLARIFIKASI] Konten AI Panglima TNI Beri Ucapan HUT Kemerdekaan Papua
Berdasarkan verifikasi Kompas.com sejauh ini, ada yang perlu diluruskan terkait informasi ini. - Sebuah video di media sosial, menampilkan Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto memberi ucapan selamat HUT ke-64 Kemerdekaan Papua.Namun, setelah dicermati, video tersebut merupakan konten manipulatif.Sebagai konteks, 1 Desember merupakan peringatan atas kemerdekaan Papua Barat, setelah Belanda mengumumkan hak penentuan nasib sendiri bagi rakyat Papua pada 1961.Video Panglima TNI memberi ucapan selamat atas HUT kemerdekaan Papua Barat disebarkan oleh akun Facebook ini dan ini.Narasi serupa juga diunggah oleh akun Instagram ini dan ini.Berikut narasi yang ditulis salah satu akun:Panglima TNI Agus Subianto mengucapkan.Selamat memasuki hari lahirnya bangsa west Papua dan selamat merayakan hari kemerdekaan bangsa west Papua.Tim Cek Fakta Kompas.com Tangkapan layar konten manipulatif di sebuah akun Facebook, menampilkan video Panglima TNI memberi ucapan selamat atas HUT kemerdekaan Papua Barat.Tim Cek Fakta Kompas.com menggunakan beberapa tools pendeteksi artificial intelligence (AI) untuk memeriksa keaslian video.Hive Moderation mengidentifikasi video Jenderal Agus menyampaikan selamat HUT Kemerdekaan Papua memiliki probabilitas 99,9 persen dihasilkan AI.Tim Cek Fakta Kompas.com Tangkapan layar Hive Moderation mengidentifikasi video Jenderal Agus menyampaikan selamat HUT Kemerdekaan Papua memiliki probabilitas 99,9 persen dihasilkan AI.Ketika audionya dipisahkan dengan gambar, Undetectable AI dan Detecting AI mendeteksinya sebagai generatif AI.Tim Cek Fakta Kompas.com Tangkapan layar Undetectable AI dan Detecting AI menunjukkan, suara Jenderal Agus menyampaikan selamat HUT Kemerdekaan Papua memiliki probabilitas tinggi dihasilkan AI.Apabila diperhatikan dengan saksama, terdapat watermark bertuliskan "AI" pada pojok kanan bawah video yang beredar.Konten tersebut kemungkinan besar dibuat dengan mengolah gambar di akun Instagram Puspen TNI, kemudian diubah menjadi video menggunakan AI generator.Sebagai informasi, sebutan West Papua atau Papua Barat merujuk pada enam provinsi di wilayah Papua yang dikuasai Indonesia saat ini.Karena pada masa penjajahan Belanda, Pulau Papua dibagi menjadi dua. Papua Barat, dan Papua Nugini yang berada di sebelah timur.Sebagaimana diinformasikan di situs web Pemprov Papua, istilah Papua Barat lebih disukai para nasionalis yang ingin memisahkan diri dari Indonesia.Sejauh ini, tidak ada ucapan atau pernyataan yang disampaikan Jenderal Agus pada peringatan kemerdekaan Papua Barat.Video Panglima TNI memberi ucapan selamat atas HUT kemerdekaan Papua Barat merupakan konten manipulatif berbasis AI.Tidak ada pernyataan dari Jenderal Agus mengenai peringatan kemerdekaan Papua Barat pada 2025.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Balai Gakkumhut Wilayah Jabalnusra telah melakukan penelusuran lapangan pada Minggu, 25 Oktober 2025. Titik yang diduga tambang ilegal berada di Desa Prabu, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, sekitar 11 km (±30 menit) dari Sirkuit Mandalika. Verifikasi awal menunjukkan tambang rakyat di APL ±4 hektare yang berbatasan dengan Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Prabu.Ekspansi sawit memperlihatkan bentuk lain dari keyakinan berlebihan manusia. Sawit dijanjikan sebagai motor ekonomi baru tetapi kita jarang bertanya mengapa keberhasilan ekonomi harus selalu diukur dengan skala penguasaan lahan.Dengan mengganti keanekaragaman hutan menjadi monokultur sawit manusia sedang menghapus ingatan ekologis bumi. Kita menciptakan ruang yang tampak hijau tetapi sebenarnya mati secara biologis. Daun daun sawit yang tampak subur menutupi kenyataan bahwa di bawahnya berkurang kehidupan tanah yang dulu kaya mikroorganisme.Kita menggantikan keindahan struktur alam dengan pola bisnis yang mengabaikan kerumitan ekologis. Sebuah bentuk kesombongan manusia yang percaya bahwa alam akan selalu menyesuaikan diri tanpa batas.Tambang adalah babak lain dari cerita yang sama tetapi dengan luka yang lebih dalam. Kawasan tambang yang menganga seperti tubuh bumi yang dipaksa menyerahkan organ vitalnya bukan karena kebutuhan manusia tetapi karena ketamakan ekonomi. Kita menukar keindahan hutan tropis dengan bongkahan mineral yang akan habis dalam beberapa tahun.Kita merusak sungai yang mensuplai kehidupan masyarakat setempat demi bahan baku industri global. Namun politik pembangunan sering memandang aktivitas tambang sebagai harga yang wajar untuk kemajuan nasional. Dalam kenyataan sesungguhnya tambang meninggalkan ruang kosong yang tidak bisa sepenuhnya pulih bahkan setelah beberapa generasi.Baca juga: Mengapa Perkebunan Sawit Merusak Lingkungan?Inilah ironi dari proyek kemajuan yang terlalu yakin pada dirinya sendiri. Ia lupa bahwa bumi memiliki daya dukung yang terbatas dan bahwa setiap luka ekologis akan kembali menghantam manusia. Jika kita melihat seluruh fenomena ini dengan lensa filsafat sains maka krisis lingkungan Indonesia bukan semata masalah teknis tetapi masalah epistemologis.Kita salah memahami posisi kita dalam alam. Kita bertindak seolah lebih tahu daripada alam sendiri. Kita percaya bahwa teknologi mampu mengatasi semua masalah padahal teknologi hanya memberikan solusi pada sebagian kecil dari apa yang kita rusak.

| 2026-01-12 12:47