Potensi Laut Indonesia Capai USD 1,3 Triliun, Sekjen PDIP Desak Pemanfaatan bagi Kemakmuran Masyarakat Pesisir

2026-01-15 06:07:52
Potensi Laut Indonesia Capai USD 1,3 Triliun, Sekjen PDIP Desak Pemanfaatan bagi Kemakmuran Masyarakat Pesisir
Jakarta Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto mengatakan, potensi laut Indonesia mencapai USD 1,3 triliun per tahun. Menurutnya, potensi besar tersebut harus dimaksimalkan oleh seluruh wilayah, termasuk Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), di mana bisa menjadi sumber kemakmuran bagi rakyat di kawasan pesisir dan kepulauan.Karena itu, ia berharap para kader partainya, terutama yang bertugas di Kantor PDIP Rote, dapat menjadikan kantor tersebut sebagai pusat pendidikan politik dan pengembangan visi kemaritiman bagi masyarakat."Agar mereka punya visi samudera, agar mereka punya kemampuan juga untuk mengelola seluruh sumber daya maritim kita," kata Hasto di sela acara peletakan batu pertama pembangunan kantor partai di Rote, Kamis .AdvertisementDia pun mengungkapkan, banyak aspirasi yang diterima pihaknya, di mana diharapkan juga ada sekolah pelayaran di NTT yang memiliki fasilitas lengkap."Ketika perjalanan dari Kupang ke sini, banyak aspirasi yang kami terima. Bagaimana mereka mengharapkan adanya sekolah pelayaran untuk mendidik anak-anak kita yang ada di sini," ungkap Hasto.Hasto juga menyoroti nasib pohon lontar (tuak) yang disebutnya sebagai pohon kehidupan masyarakat Rote. Menurutnya, tanaman yang sangat bermanfaat dari daun hingga batangnya ini justru sulit dibudidayakan.Kondisi ini mengingatkannya pada nasib minyak kayu putih di Pulau Buru, Maluku. "Industri rakyat di pulau Buru itu untuk perlu bahan baku kayu putih harus mengambil dari Seram bagian barat," ungkap dia.Mengutip pesan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri, Hasto menegaskan Rote Ndao adalah halaman depan Negara Kesatuan Republik Indonesia."Wilayah-wilayah perbatasan kita justru harus dirubah paradigmanya menjadi halaman depan Republik Indonesia," tegasnya.  


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Selain kecepatan internet mobile, DataReportal x Ookla ini juga mengungkap kecepatan internet kabel (fixed broadband) di Indonesia.Adapun median download speed internet kabel di Indonesia kini tercatat di 39,88 Mbps, naik 24,4 persen dari tahun lalu.Sementara median upload kini tercatat di angka 26,61 Mbps (naik 37,4 persen) dan latensi di angka 7 ms (turun 12,5 persen).Perlu dicatat, laporan ini menggunakan pengukuran median. Ini merujuk pada kecepatan rata-rata tengah ketika pengguna mengunduh data dari internet ke perangkat.Berbeda dengan rata-rata biasa (mean) yang bisa dipengaruhi oleh hasil pengukuran ekstrem, median menunjukkan angka tengah dari seluruh tes kecepatan.Artinya, setengah pengguna di Indonesia mendapatkan kecepatan unduh di bawah 45,01 Mbps, dan setengahnya lagi di atas angka tersebut, ketika menggunakan data seluler. Dengan cara ini, data dianggap lebih merepresentasikan pengalaman nyata pengguna sehari-hari.speedtest Dalam kategori internet seluler, Bekasi menempati posisi ke -118 (dari 148 kota) secara global, sekaligus menjadi yang tertinggi di Indonesia dengan kecepatan unduh (download speed) median 54,59 MbpsDalam laporan Ookla yang dipublikasi secara terpisah, Bekasi dan Jakarta Selatan (Jaksel) tercatat sebagai kota dengan internet tercepat di Indonesia, kecepatannya tembus di atas 50 Mbps untuk data seluler.Baca juga: Kecepatan Internet Indonesia Meningkat 10 Kali Lipat sejak 2014Laporan Speedtest merinci, dalam kategori internet seluler, Bekasi punya nilai tengah download speed 54,59 Mbps. Sementara Jaksel dengan 52,29 Mbps.Selain itu, Speedtest juga mengukur angka tengah kecepatan unggah (upload speed) dan latensi.Menurut laporan Speedtest, Bekasi punya kecepatan unggah 21,05 Mbps dan latensi 18 ms. Sementara, Jaksel punya kecepatan unggah 17,84 Mbps dan latensi 20 ms.Capaian ini menjadikan keduanya sebagai representasi kota dengan internet tercepat di Indonesia, meski secara global posisinya masih di papan bawah.

| 2026-01-15 05:45