Destinasi Wisata di Jember yang Perlu Diwaspadai Saat Cuaca Ekstrem Selama Libur Nataru

2026-01-15 17:42:53
Destinasi Wisata di Jember yang Perlu Diwaspadai Saat Cuaca Ekstrem Selama Libur Nataru
JEMBER, - Cuaca ekstrem mewarnai musim liburan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).Terdapat tempat-tempat wisata yang rawan terdampak bencana di Kabupaten Jember, Jawa Timur, yang perlu diwaspadai. Terutama bagi masyarakat yang hendak berlibur.Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Jember, Bobby Ari Sandi menyebut bahwa beberapa destinasi wisata di Jember, yang perlu diwaspadai di tengah cuaca ekstrem.Di antaranya, di daerah lereng Pegunungan Hyang Argopuro, hulu sungai, hingga destinasi wisata yang berada di bantaran sungai."Dari Sungai Kalijompo juga ada beberapa titik spot yang itu terhubung langsung dengan Kalijompo," kata Bobby kepada Kompas.com, Senin .Baca juga: Sidak ke Perumahan yang Berdiri di Sempadan Sungai, DPRD Jember Ancam Cabut IzinnyaSelain itu, dia menyebut, destinasi pantai juga perlu diwaspadai karena kondisi ombak yang bisa tiba-tiba besar."Namun jika memang aman, silahkan (berwisata), tapi itu harus berhati-hati," ujar Bobby.Kabupaten Jember diketahui memiliki banyak spot wisata alam mulai dari pegunungan, sungai, hingga pantai.Beberapa destinasi wisata di daerah pegunungan seperti Air Terjun Tunjung Angin atau Air Terjun Anugrah di Kecamatan Sukorambi, Air Terjun Tancak di Kecamatan Panti, hingga Kebun Teh Gunung Gambir di Kecamatan Sumberbaru.Destinasi wisata yang berada di bantaran sungai misalnya Bukit Omah-omah (Boma) di Kecamatan Panti.Kemudian, destinasi pantai seperti Pantai Papuma, Watu Ulo, Payangan, Pancer, Paseban, hingga Pantai Bandealit.Seluruh pantai di Jember memang berada di deret pantai selatan yang menghadap langsung dengan Samudra Hindia. Laut selatan terkenal dengan ombaknya yang kuat.Baca juga: UMK Jember 2026 Resmi Rp 3,01 Juta, Disnaker Mulai Awasi Kepatuhan PerusahaanOleh karenanya, Bobby menghimbau kepada masyarakat yang hendak berlibur agar waspada dan mengikuti arahan petugas ketika mengunjungi destinasi wisata di daerah lereng gunung, aliran sungai, dan pantai."Ketika debit air sedang tinggi kalau memang tidak boleh masuk air jangan masuk air. Kalau memang laut sedang tinggi tidak boleh berenang juga ikuti," katanya.Mantan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Jember itu menegaskan bahwa keselamatan jauh lebih penting sehingga tidak memaksakan diri ketika cuaca sedang tidak mendukung."Jadi kami menghimbau selama berlibur ketika Nataru ini ikuti arahan-arahan petugas yang ada di destinasi tersebut," ujarnya.Terlepas dari itu, Bobby juga meminta agar pengunjung ikut menjaga kebersihan di area wisata."Jaga kebersihannya juga, jangan buang sampah-sampah sembarangan. Sekali lagi saya mengucapkan selamat menikmati liburan Nataru di Kabupaten Jember," tandasnya.Baca juga: Kemiskinan Ekstrem di Jember, Akses Bantuan Terkendala Administrasi


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#1

Perubahan Anggaran Dasar dilakukan sebagai bentuk penyesuaian terhadap ketentuan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2025 tentang Perubahan Keempat atas Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2003 tentang Badan Usaha Milik Negara (UU BUMN). Salah satu implikasi penting dari penyesuaian tersebut adalah perubahan nama perseroan, dari PT Perusahaan Gas Negara Tbk menjadi PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk.Sementara itu, pelimpahan kewenangan persetujuan RKAP 2026 dan RJPP 2026-2030 kepada Dewan Komisaris dijalankan dengan tetap mengedepankan mitigasi risiko serta prinsip tata kelola perusahaan yang baik atau Good Corporate Governance (GCG).Corporate Secretary PGN, Fajriyah Usman, mengatakan seluruh keputusan RUPSLB merupakan bagian dari konsolidasi tata kelola perseroan agar semakin adaptif terhadap regulasi dan tantangan bisnis ke depan.Baca juga: Dana Rp 2,5 Miliar Digelontorkan, PGN Percepat Bantuan Banjir Aceh–Sumut“Penyesuaian yang disetujui pemegang saham bertujuan memastikan keselarasan anggaran dasar Perseroan dengan ketentuan regulasi yang berlaku, sekaligus memperkuat kejelasan peran, mekanisme pengambilan keputusan, dan akuntabilitas pengelolaan perusahaan secara berkelanjutan,” ujar Fajriyah.PGN menilai, langkah strategis yang diputuskan dalam RUPSLB ini mencerminkan komitmen kuat perusahaan dalam menjaga kepastian regulasi, memperkokoh struktur tata kelola, serta memastikan keberlanjutan kinerja jangka panjang. Upaya tersebut sejalan dengan mandat PGN sebagai subholding gas di bawah PT Pertamina (Persero), khususnya dalam mendukung ketahanan dan transisi energi nasional.

| 2026-01-15 17:58