BLITAR, – Puluhan ribu warga di puluhan desa yang berada di wilayah Kabupaten Blitar, Jawa Timur, tinggal di daerah zona bahaya bencana tanah longsor.Mereka adalah warga desa-desa yang ada di wilayah utara dan selatan Kabupaten Blitar, terutama desa-desa yang berada di lereng Gunung Kelud, di sisi barat laut hingga utara dan lereng Gunung Kawi, dan di sisi timur laut wilayah Kabupaten Blitar.Berikut desa yang ada lereng Gunung Kelud dan masuk zona merah dengan tingkat kerawanan tinggi:Kemudian, di lereng Gunung Kawi, terdapat beberapa desa yang masuk zona merah risiko tanah longsor. Berikut daftarnya:Baca juga: Pegawai Honorer RSUD Kota Blitar Curi Perhiasan Warga Senilai Rp 65 Juta untuk Penuhi Kebutuhan KeluargaSelanjutnya, dua desa dengan kontur tanah berbukit di wilayah timur Kabupaten Blitar juga masuk zona merah. Berikut daftarnya:Sedangkan di wilayah selatan Kabupaten Blitar, zona merah setidaknya ada di tujuh desa di tiga kecamatan. Berikut daftarnya:“Zona rawan tanah longsor ada di 14 kecamatan dari total 22 kecamatan yang ada di Kabupaten Blitar,” ujar Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Blitar, Wahyudi, kepada Kompas.com, Selasa .Baca juga: Pegawai Honorer Rumah Sakit Pemkot Blitar Curi Perhiasan Warga Senilai Rp 65 JutaMeski demikian, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blitar belum memiliki sistem kesiapsiagaan yang mumpuni guna mengurangi dampak bencana tanah longsor terhadap keselamatan warga.Wahyudi mengakui bahwa masih terdapat sejumlah kekurangan dalam sistem kesiapsiagaan bencana terutama bencana longsor di wilayah Kabupaten Blitar.“Misalnya, kita belum bisa membuat jalur-jalur evakuasi di titik-titik rawan longsor. Belum ada rambu-rambu petunjuk arah evakuasi warga,” kata Wahyudi.Demikian juga dengan shelter pengungsian sementara, menurut dia, belum tersedia di desa-desa rawan bencana tanah longsor.Dia mengatakan, pemangkasan transfer ke daerah (TKD) membuat pengadaan infrastruktur kesiapsiagaan bencana tanah longsor tersebut semakin sulit direalisasikan.Baca juga: Pegawai Honorer RSUD Kota Blitar yang Curi Perhiasan Emas Bergaji Rp 3 Juta LebihWahyudi menjelaskan, kesiapsiagaan terhadap bencana tanah longsor lebih banyak berupa sosialisasi kepada perangkat desa dan warga di zona rawan longsor.“Sesuai tusi (tugas dan fungsi) kami, sementara hanya kita lakukan sosialisasi, edukasi kepada warga di daerah rawan bencana longsor,” katanya.“Kami juga selalu mengirimkan press release dari BMKG tentang kewaspadaan datangnya curah hujan tinggi,” ujar Wahyudi lagi
(prf/ega)
Puluhan Ribu Jiwa di Blitar Tinggal di Zona Rawan Longsor, Berikut Daerahnya
2026-01-12 03:27:02
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 04:08
| 2026-01-12 03:35
| 2026-01-12 02:48
| 2026-01-12 01:58










































