Pemkab Aceh Tengah Akan Relokasi Desa Kute Reje yang Hilang Tersapu Banjir

2026-01-15 19:11:59
Pemkab Aceh Tengah Akan Relokasi Desa Kute Reje yang Hilang Tersapu Banjir
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Tengah bakal merelokasi masyarakat Desa Kute Reje di Kecamatan Linge yang kini hilang tersapu banjir bandang. Pemkab Aceh Tengah memastikan lokasi desa baru akan lebih aman."Pemerintah daerah memastikan masyarakat akan dipindahkan ke lokasi yang lebih aman dan layak untuk membangun kembali kehidupan mereka," kata Bupati Aceh Tengah, Haili Yoga, dilansir Antara, Senin (22/12/2025).Haili Yoga mengatakan kondisi Kampung Kute Reje sangat parah, banjir hanya menyisakan fondasi dan puing rumah warga setempat. Sementara lahan pertanian warga, kata dia, seperti sawah, juga hancur, sehingga masyarakat kehilangan sumber ekonomi."Ini lebih parah dari yang diceritakan. Seluruh masyarakat Kampung Kutereje terpaksa mengungsi ke Kampung Delung. Meski tinggal dengan kondisi serba terbatas, lokasi pengungsian lebih aman," ujarnya.Pemerintah daerah, lanjut Haili Yoga, sejauh ini sedang menyiapkan lahan seluas 35.500 meter persegi untuk relokasi. Kampung Kute Reje hanyalah salah satu dari sejumlah desa lainnya yang hancur pascabencana banjir bandang dan tanah longsor."Relokasi Kampung Kute Reje menjadi prioritas utama, setelah itu pemerintah akan melanjutkan pencarian lokasi relokasi bagi Kampung Delung dan Kampung Reje Payung yang juga terdampak," kata Haili Yoga.Simak Video 'Update Korban Bencana Sumatera: 1.106 Meninggal, 175 Hilang':[Gambas:Video 20detik]


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

Lalu ketiga, penguatan talenta keamanan siber ASN, baik di pusat maupun di daerah, dan terakhir, pendampingan intensif melalui Ekosistem Keamanan Siber Nasional.Dengan empat langkah strategis ini, keamanan siber tidak lagi bersifat reaktif, tetapi menjadi sistem pertahanan yang proaktif, terstandarisasi, dan terintegrasi untuk melindungi ruang digital Indonesia, jelasnya.Sementara itu, Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Nugroho Sulistyo Budi mengatakan, sinergi, kolaborasi, kerja sama, persatuan, kerukunan, adalah rumus keberhasilan suatu bangsa dalam mewujudkan transformasi nasional.Menurutnya, BSSN dan Kementerian PANRB terus berupaya meningkatkan sinergi dan kolaborasi di berbagai bidang, termasuk dalam pelaksanaan program percepatan transformasi digital yang aman.Baca juga: Rapat bersama DPR, Menteri PANRB Sampaikan Progres dan Proyeksi Program Kerja Kementerian PANRBTentu saja percepatan transformasi itu untuk mendukung Asta Cita dan Program Prioritas Presiden menuju Indonesia Emas 2045.Kami sangat mengapreasiasi Kementerian PANRB yang telah memberikan arahan dan dukungan sehingga terbuka ruang kolaborasi yang kuat antar kedua institusi, kata Sulistyo.Kolaborasi itu, kata dia, diwujudkan dengan menempatkan keamanan siber dan sandi sebagai enabler dan trust builder, serta mengintegrasikan keamanan siber dan sandi dalam kebijakan serta peta jalan penyelenggaraan transformasi digital.Hal tersebut, dilakukan untuk meningkatkan aksesibilitas dan kualitas layanan kepada masyarakat.

| 2026-01-15 18:22