Terima Bantuan dari Malaysia untuk Korban Bencana Aceh, Mualem: Terima Kasih

2026-02-01 18:48:27
Terima Bantuan dari Malaysia untuk Korban Bencana Aceh, Mualem: Terima Kasih
- Gubernur Aceh Muzakir Manaf atau Mualem menerima bantuan kemanusiaan dari warga Malaysia untuk korban banjir bandang dan tanah longsor di Aceh.Penyerahan bantuan tersebut diserahkan secara simbolis di Kabupaten Aceh Utara pada Minggu .“Terima kasih banyak kepada saudara kita yang ada di Malaysia. Kami menerimanya dengan lapang dada, apa saja yang diberikan. Alhamdulillah, ini sangat membantu dan meringankan saudara-saudara kita yang terkena musibah,” kata Mualem, dilansir dari Antara, Minggu . Baca juga: Kebutuhan Dasar Korban Banjir Aceh Belum Terpenuhi, Psikolog: Hampir Tidak Mungkin Tidak StresBantuan yang diberikan tersebut berupa sandang dan pangan, yang diberikan oleh Majlis Ugama Islam dan Adat Resam Melayu Pahang serta Dewan Perniagaan Malaysia-Aceh sebagai bentuk solidaritas masyarakat Malaysia kepada rakyat Aceh yang tengah tertimpa musibah.Sementara itu, Ketua Dewan Perniagaan Malaysia–Aceh, Yazid bin Usman, mengatakan bantuan yang diberikan tersebut merupakan panggilan kemanusiaan."Kami membuka pintu hati rakyat Malaysia, segeralah datang dan perbanyaklah bantuan kepada saudara kita di Aceh. Orang mukmin itu bersaudara. Inilah masanya kita mendapat pahala dan membuat kebajikan,” kata Yazid.Baca juga: Viral, Video Ibu Gendong Bayi Seberangi Sungai Deras Pakai Tali Sling di Aceh TengahBantuan dari berbagai pihak di Malaysia sebetulnya telah diberikan beberapa kali untuk Aceh, sejak bencana banjir bandang dan tanah longsor yang terjadi sejak November 2025. Bantuan tersebut meliputi bantuan pertama dan kedua, yang diterima oleh Gubernur Aceh dari relawan BSR (Blue Sky Rescue) Malaysia.Isi bantuan meliputi beberapa ton obat-obatan, satu ton pakaian, serta coklat untuk anak-anak. Bahkan, dikirimkan juga delapan dokter serta perawat untuk membantu penanganan medis di sana. Kemudian, Istri Gubernur Aceh, Marlina Usman juga telah menerima tiga truk bantuan dari Yayasan Nurjiwa, yang berisi bantuan sandang pangan, serta berbagai bantuan lainnya dari negeri jiran tersebut.Baca juga: Viral, Video Ibu Gendong Bayi Seberangi Sungai Deras Pakai Tali Sling di Aceh TengahSelain kebutuhan sandang dan pangan, kebutuhan akan tempat tinggal juga tak kalah penting bagi korban bencana. Gubernur Mualem mengatakan bahwa pembangunan hunian sementara (huntara) akan dimulai beberapa hari ke depan oleh pemerintah pusat.“Untuk Huntara, pemerintah pusat baru bertindak. Untuk sementara maka kita gunakan tenda dulu untuk pengungsi,” ujar Mualem, dilansir Kompas.com, Minggu.Mualem memastikan bahwa huntara pasti terealisasi dan meminta masyarakat untuk bersabar. Pembangunan huntara dimulai dari Aceh Tamiang, dilanjutkan Aceh Utara dan Aceh Timur.“Pembangunan diutamakan dimulai dari daerah yang berat (parah) rusaknya,” terangnya.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

33. Bagaimana pola pengembangan paragraf ke-1, ke-2, dan ke-3 pada teks tersebutTentukan Benar (T) atau Salah (S) untuk setiap pernyataan berikut!34. Percakapan:Dini: Teks tersebut sangat menarik dan bisa menambah wawasan kita, terutama jika kita berencana untuk mengembangkan suatu bisnis kecil.Rio: Iya, pilihan katanya juga sangat mudah dimengerti sehingga orang yang awam terhadap istilah di bidang ekonomi juga mudah memahami isi informasi yang disajikan.Sena: Aku sependapat dengan kalian berdua, tetapi rasanya teks tersebut akan lebih baik jika disertai data pertumbuhan UKM dalam kurun waktu lima tahun terakhir atau pendapat ahli di bidang ekonomi.Berdasarkan percakapan tersebut, mengapa pendapat Sena sangat baik dalam menilai keakuratan informasi yang disajikan?Tentukan Setuju atau Tidak Setuju untuk setiap alasan berdasarkan isi teks!Baca juga: 30 Soal PTS PAI Kelas 3 Semester 1 Kurikulum Merdeka dan Kunci Jawaban STS Pendidikan Agama IslamTeks untuk soal nomor 35-37!Hampir 25 tahun lalu kami berpisah karena keluarga saya harus hoyongan ke kota tempat kerja Ayah yang baru di luar pulau. Tak satupun barang tertinggal di rumah lama. Begitu juga dengan sahabatku, loami harus berpisahBertemu dengannya setelah sekian lama, mengingatkan kembali pada pengalaman kami dahulu. Pengalaman yang menjadikan dia, walau tidak setiap waktu, selalu lekat di ingatan saya. Tentu dia mengingatnya pula, bahkan saya yakin rasa yang dildapnya lebih besar efeknya. Karena sebagai seorang sahabat, dia jelas jauh lebih tulus dan setia daripada saya. Tak terasa mata saya mulai berkaca-kacaSaat malam itu saya berada di sini, memperhatikannya belajar. Selesai belajar, dia menyuruh saya pulang karena hendak pergi mencari jangkrik. Saya langsung menyatakan ingin ikut, tapi dia keberatan. Ayah dan ibunya pun melarang. Saya sering mendengar cerita mengasyikan anak-anak beramai-ramai berangkat ke sawah selepas iaya untuk mencari jangkrik. Sayang, Ayah tidak pernah membolehkan saya. Tapi malam itu saya nekat dan sahabat saya itu akhirnya tidak kuasa menolak. Tidak ganti baju? tanya saya heran begitu dia langsung memimpin untuk berangkat. Itu hari Jumat, Seragam coklat Pramuka yang dikenakannya sejak pagi masih akan terpakai untuk bersekolah sehari lagi. Dia memang tidak memiliki banyak pakaian hingga seragam sekolah biasa dipakai kapan saja. Tapi memakainya untuk pergi ke sawah mencari jangkrik, rasапуа sangat tidak elokSaya mengambil alih obor dari tangannya. Rasanya belum terlalu lama kami berada di sana dan bumbung baru terisi beberapa ekor jangkrik ketika tiba-tiba angin berubah perangai. Kaget, pantat obor itu justru saya angkat tinggi-tinggi sehingga minyak mendorong sumbunya terlepas. Api dengan cepat berpindah membakar punggung saya! Terdengar teriakannya sembari melepaskan seragam coldatnya untuk dipakai menyabet punggung saya. Baju yang saya kenakan habis sepertiganya. Sahabat saya itu tanggap melingkupi tubuh saya dengan seragam coklatnya melihat saya mulai menangis dan menggigil antara kesakitan dan kedinginan Sadar saya membutuhkan pertolongan secepatnya, dia menggendong saya lalu berlari sembari membujuk-bujuk saya untuk tetap tenang. Napasnya memburu kelelahan, tapi rasa tanggung jawab yang besar seperti memberinya kekuatan berlipat untuk tetap bersama saya. (Kutipan Cerpen Seragam karya Aris Kurniawan Basuki dengan penyestialan)35. Kalimat:“Hampir 25 tahun lalu kami berpisah karena keluarga saya harus boyongan ke kota tempat kerja Ayah yang baru di luar pulau.”Penggunaan kata boyongan memperjelas peristiwa yang dialami tokoh “saya”, yaitu …Baca juga: 50 Soal UKPPPG 2025 Guru SD dan Kunci Jawaban Uji Kompetensi PPG sebagai Bahan Latihan36. Peristiwa apa yang mungkin akan terjadi kepada sahabatnya jika tokoh saya tidak ikut mencari jangkrik malam itu? Tentukan Tepat atau Tidak Tepat untuk setiap pertanyaan berikut!37. Kalimat mana saja dari dalam kutipan cerpen tersebut yang membuktikan karakter sahabat tokoh saya merupakan seorang yang setia kawan?Pilihlah jawaban yang benar!  Jawaban benar lebih dari satu. 

| 2026-02-01 18:57