Pramono Anung: Komitmen Saya pada Budaya Betawi Tak Kalah dari yang Betawi Asli

2026-02-03 22:18:50
Pramono Anung: Komitmen Saya pada Budaya Betawi Tak Kalah dari yang Betawi Asli
Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyatakan komitmennya terhadap pelestarian dan pemajuan budaya Betawi, meski dirinya bukan berasal dari latar belakang Betawi asli.Pernyataan ini disampaikan Pramono dihadapan tokoh-tokoh Betawi saat menerima hasil Kongres Istimewa Kaum Betawi 2025."Saya sebagai Gubernur Jakarta, komitmen saya terhadap budaya, tentang kebetawian, mungkin saya enggak kalah sama Saudara-saudara yang dilahirkan menjadi Betawi asli," ujar Pramono di Museum MH Thamrin, Jakarta Pusat, Senin .AdvertisementIa menyampaikan, komitmen tersebut lahir dari keinginannya yang sungguh-sungguh untuk memajukan DKI Jakarta dengan menghormati akar budaya lokal."Karena saya berkeinginan betul, betul-betul berkeinginan untuk memajukan," ucap Pramono.Lebih lanjut, Pramono juga menyinggung pentingnya hidup rukun serta saling menghormati dalam membangun Jakarta ke depan. Ia optimistis dapat membangun Jakarta secara inklusif bersama Wakil Gubernur Rano Karno dan seluruh elemen masyarakat termasuk tokoh Betawi."Saya yakin dengan Bang Doel, kita akan membangun Jakarta ini dengan hati, dengan sungguh-sungguh," terang Pramono.Sementara itu, Kongres Istimewa Kaum Betawi 2025 menyepakati pemberian mandat penuh sementara kepada Mantan Gubernur DKI Jakarta sekaligus Ketua Dewan Adat Betawi Fauzi Bowo untuk mengonsolidasikan pembentukan lembaga adat Betawi.Ada pun kesepakatan ini menjadi titik balik setelah proses pembentukan lembaga adat tersebut berjalan berlarut-larut dan belum mencapai kata sepakat di internal Kaum Betawi. 


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

Bersamaan dengan hal tersebut, pemateri sekaligus psikolog, Muslimah Hanif mengatakan, hasil dari rapid asesmen yang dilakukan menunjukkan lebih dari 50 persen peserta menunjukkan emosi cenderung sedih.Ada sebagian dari mereka menunjukkan hasil emosi senang karena dapat bermain dan berjumla dengan teman-temannya.Hasil lain juga didapat dari wawancara informal dengan kepala sekolah dan guru. Sebagian besar dari mereka masih merasa cemas dan memerlukan bantuan untuk mengurangi rasa khawatir terkait dengan kondisi cuaca yang masih tidak menentu serta dampak dari bencana yang terjadi, ujar Muslimah.Selanjutnya, Kemendikdasmen juga akan melakukan pendampingan psikososial di beberapa titik lokasi bencana. Dengan harapan, warga satuan pendidikan terdampak bencana tetap semangat dan terbangun rasa senang dalam proses pembelajaran.DOK. KEMENDIKDASMEN Mendikdasmen Abdul Mu?ti saat mengajak siswa menyanyi bersama di tenda darurat Dusun Suka Ramai, Kabupaten Langkat, Sumatra Utara .Pemulihan psikologis murid menjadi langkah penting sebelum proses belajar-mengajar dimulai kembali. Tanpa penanganan tepat, trauma ini dapat berkembang menjadi gangguan jiwa serius di kemudian hari dan menghambat potensi anak-anak dalam jangka panjang.Anak-anak dan remaja adalah kelompok sangat rentan terhadap trauma pascabencana. Mengalami banjir, kehilangan rumah, harta benda, atau bahkan orang yang dicintai dapat memicu gangguan kesehatan mental.Baca juga: Kementrans Monitoring Kawasan Transmigrasi Terdampak Banjir SumateraPenting juga untuk diingat bahwa guru juga menjadi korban dan mengalami trauma. Guru yang lelah secara emosional atau mengalami trauma sendiri tidak akan siap untuk mengajar secara efektif, yang pada akhirnya memengaruhi siswa.Dukungan tepat dan berkelanjutan sangat penting agar anak-anak dapat memproses trauma yang mereka alami, bangkit kembali, dan melanjutkan tugas perkembangan mereka dengan baik.

| 2026-02-03 20:23