Dilanda Banjir dan Longsor, Aceh Tamiang Butuh Bantuan Logistik-Listrik

2026-01-17 03:20:22
Dilanda Banjir dan Longsor, Aceh Tamiang Butuh Bantuan Logistik-Listrik
Aceh Tamiang menjadi salah satu daerah paling parah yang dihantam banjir dan tanah longsor. Warga membutuhkan bantuan logistik hingga air bersih.Dilansir detikSumut, pada Selasa (2/12/2025) kondisi jalanan penuh lumpur serta aktivitas warga lumpuh. Berdasarkan video diperoleh detikSumut, banyak mobil terparkir di jalan Simpang 4 Rantau Bukit Tempurung, Kota Kuala Simpang yang berlumpur.Suasana di sana tampak sepi. Pemotor hanya bisa melintas secara pelan di sela-sela mobil yang jalannya berlumpur.Sementara di lokasi lain, ketinggian banjir merendam perkampungan mencapai atap rumah warga. Banjir juga merendam pendopo Aceh Tamiang.Baru 2 dari 12 kecamatan di Aceh Tamiang yang bisa diakses, sementara sisanya masih lumpuh. Berdasarkan data sementara, banjir menyebabkan 22 orang meninggal dunia."Kondisi Aceh Tamiang saat ini masih belum kondusif dari 12 kecamatan baru 2 kecamatan yang bisa terakses. Itupun harus melewati lumpur-lumpur tinggi," kata Juru Bicara Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang Agusliayana Devita kepada detikSumut, Selasa (2/12/2025).Menurutnya, kondisi di Aceh Tamiang saat ini masih kekurangan logistik. Bantuan yang sangat dibutuhkan di antaranya sembako, perlengkapan bayi, genset, serta alat berat."Masih banyak yang dibutuhkan, bantuan logistik, kemudian jaringan listrik, air bersih, jaringan komunikasi itu putus total. Tidak bisa terakses apapun di sini," jelas Devi.Baca selengkapnya di sini. Tonton juga video "Logistik Habis, Warga Aceh Ngungsi ke Medan Numpang Pesawat Hercules"[Gambas:Video 20detik]


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

Selain kecepatan internet mobile, DataReportal x Ookla ini juga mengungkap kecepatan internet kabel (fixed broadband) di Indonesia.Adapun median download speed internet kabel di Indonesia kini tercatat di 39,88 Mbps, naik 24,4 persen dari tahun lalu.Sementara median upload kini tercatat di angka 26,61 Mbps (naik 37,4 persen) dan latensi di angka 7 ms (turun 12,5 persen).Perlu dicatat, laporan ini menggunakan pengukuran median. Ini merujuk pada kecepatan rata-rata tengah ketika pengguna mengunduh data dari internet ke perangkat.Berbeda dengan rata-rata biasa (mean) yang bisa dipengaruhi oleh hasil pengukuran ekstrem, median menunjukkan angka tengah dari seluruh tes kecepatan.Artinya, setengah pengguna di Indonesia mendapatkan kecepatan unduh di bawah 45,01 Mbps, dan setengahnya lagi di atas angka tersebut, ketika menggunakan data seluler. Dengan cara ini, data dianggap lebih merepresentasikan pengalaman nyata pengguna sehari-hari.speedtest Dalam kategori internet seluler, Bekasi menempati posisi ke -118 (dari 148 kota) secara global, sekaligus menjadi yang tertinggi di Indonesia dengan kecepatan unduh (download speed) median 54,59 MbpsDalam laporan Ookla yang dipublikasi secara terpisah, Bekasi dan Jakarta Selatan (Jaksel) tercatat sebagai kota dengan internet tercepat di Indonesia, kecepatannya tembus di atas 50 Mbps untuk data seluler.Baca juga: Kecepatan Internet Indonesia Meningkat 10 Kali Lipat sejak 2014Laporan Speedtest merinci, dalam kategori internet seluler, Bekasi punya nilai tengah download speed 54,59 Mbps. Sementara Jaksel dengan 52,29 Mbps.Selain itu, Speedtest juga mengukur angka tengah kecepatan unggah (upload speed) dan latensi.Menurut laporan Speedtest, Bekasi punya kecepatan unggah 21,05 Mbps dan latensi 18 ms. Sementara, Jaksel punya kecepatan unggah 17,84 Mbps dan latensi 20 ms.Capaian ini menjadikan keduanya sebagai representasi kota dengan internet tercepat di Indonesia, meski secara global posisinya masih di papan bawah.

| 2026-01-17 02:28