SIDOARJO, - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Direktorat Cipta Karya mengaudit 80 pesantren di tahun 2025 untuk mengecek kondisi kelayakan bangunan.“Ditjen Cipta Karya ditugaskan untuk melakukan audit terhadap keandalan bangunan dari pondok pesantren,” kata Direktur Jenderal Cipta Karya Kementerian PUPR, Dewi Chomistriana di Sidoarjo, Kamis .Salah satu pesantren yang diaudit Kementerian PUPR adalah Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny Sidoarjo, Jawa Timur.Baca juga: Bangunan Ambruk Ponpes Al Khoziny Sidoarjo Dibangun Ulang di Lokasi BerbedaPonpes tersebut sebelumnya memiliki bangunan tiga lantai yang difungsikan sebagai mushala. Bangunan itu ambruk pada Senin karena kegagalan konstruksi hingga menewaskan 63 korban.Sekarang, bangunan tersebut akan dibangun kembali dalam waktu dekat oleh pemerintah. Lokasinya tak jauh dari ponpes, dan sudah ditinjau oleh Kementerian PUPR serta kementerian terkait lainnya.“Dan Al Khoziny ini juga termasuk salah satu penyelesaian yang akan segera kita laksanakan, di mana untuk pembangunan gedung barunya ini sudah akan segera kita laksanakan dalam waktu dekat,” terangnya.Baca juga: Sebulan Pascatragedi Mushala Ambruk, Santri Ponpes Al Khoziny Sidoarjo Kembali Beraktivitas NormalBelajar dari tragedi Al Khoziny, Kementerian PUPR mengaudit sebanyak 80 ponpes di sembilan provinsi di Indonesia hingga Desember 2025 nanti.“Tahun ini kami akan melakukan audit pondok pesantren 80, pondok pesantren di 9 provinsi sampai dengan Desember 2025,” jelasnya.Tahun depan jumlah tersebut akan bertambah. Program audit ponpes dari Kementerian PUPR akan bergulir hingga tuntas.“Tapi tahun depan 2026 akan kami lanjutkan dan tentunya tidak hanya terbatas di 9 provinsi, tapi juga akan diperluas ke provinsi-provinsi lainnya,” sambungnya.Program audit pesantren tersebut dilakukan untuk mengecek kondisi kelayakan bangunan. Hasilnya, apabila ditemukan bangunan ponpes yang tidak layak, maka diberikan rekomendasi perbaikan.“Dan tentunya dari hasil audit tersebut kita dapat mengetahui dan dapat memberikan rekomendasi perbaikan-perbaikan apa yang harus dilakukan untuk pondok pesantren,” tuturnya.“Baik dari sisi kekuatan struktur, dari sisi MPB dari sisi kelistrikan dan penangkap petir, kemudian juga dari sisi air minum dan sanitasinya,” sambungnya.Harapannya, bangunan pesantren di Indonesia yang tidak layak dapat diperbaiki agar kejadian bangunan roboh seperti di Ponpes Al Khoziny tidak terulang lagi.“Jadi harapan kami ke depan pondok pesantren ini juga memiliki bangunan dan infrastruktur yang memang betul-betul layak dan sesuai dengan standar keteknisan,” pungkasnya.Sebagai informasi, Presiden RI, Prabowo Subianto direncanakan akan melakukan groundbreaking pembangunan ulang Pondok Pesantren Al Khoziny di Buduran, Sidoarjo pada 25 November 2025 mendatang.
(prf/ega)
Kementerian PUPR Audit 80 Pesantren di Indonesia, Cek Kelayakan Bangunan
2026-01-12 05:33:59
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 05:17
| 2026-01-12 04:50
| 2026-01-12 04:38
| 2026-01-12 04:30
| 2026-01-12 03:38










































