JAKARTA, - Kecerdasan buatan atau artificial intelegence (AI) menjadi tema yang dibahas oleh ayah dan anak, yakni Joko Widodo (Jokowi) dan Gibran Rakabuming Raka dalam forum internasional.Presiden ke-7 Republik Indonesia Jokowi menyinggung soal revolusi AI dalam Bloomberg New Economy Forum, di Singapura, Jumat .Dua hari setelahnya, Gibran sebagai Wakil Presiden Republik Indonesia membahas AI dalam forum Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Johannesburg, Afrika Selatan, pada Minggu .Baca juga: Gibran di KTT G20: AI Akan Menentukan Kekuatan Ekonomi Beberapa Dekade MendatangLantas, bagaimana pandangan Jokowi maupun Gibran terhadap AI yang disampaikan dalam forum internasional tersebut? Berikut rangkumannya dari Kompas.com:Dalam Bloomberg New Economy Forum, Jokowi menyampaikan bahwa revolusi AI atau kecerdasan buatan akan terjadi dalam kurun waktu lima hingga 15 tahun ke depan.Oleh karena itu, Jokowi mengingatkan semua pihak untuk waspada terkait revolusi kecerdasan buatan tersebut."Saya juga yakin bahwa dalam 5 hingga 10 tahun ke depan, bahkan 15 tahun ke depan, akan ada revolusi robot humanoid yang besar. Dan akan ada revolusi AI yang besar. Jadi, waspadalah terhadap hal ini," kata Jokowi, Jumat .Baca juga: Gibran Berpidato di Sesi 3 KTT G20: AI Tentukan Kekuatan Ekonomi Masa DepanDalam forum tersebut, Jokowi juga membahas soal berkembangnya ekonomi cerdas yang mendefinisikan ulang sistem dan proses yang terjadi selama ini.Menurutnya, ekonomi cerdas turut mendefinisikan ulang strategi untuk mendapatkan pendapatan dan pertumbuhan ekonomi."Bagi saya, ini bukan hanya tanggung jawab nasional. Ini juga merupakan panggilan bagi lembaga-lembaga internasional seperti IMF dan Bank Dunia. Mereka harus mendefinisikan ulang instrumen keuangan mereka, sistem keuangan mereka, dan infrastruktur digital mereka," ujar Jokowi.Baca juga: Gibran Berpidato di Sesi 3 KTT G20: AI Tentukan Kekuatan Ekonomi Masa DepanDok. YouTube Bloomberg Economic Forum Presiden ke-7 RI Joko Widodo berpidato menggunakan bahasa Inggris dalam forum Ekonomi, Bloomberg Economy Forum yang digelar di Singapura, Jumat . Pendefinisian ulang ini, kata Jokowi, perlu diterapkan di hampir seluruh sektor, tetapi dapat dimulai dari bidang pendidikan dan kesehatan terlebih dahulu."Kita harus mendefinisikan ulang proses, sistem, dan strateginya, agar kita dapat tumbuh lebih baik dan lebih cepat," ujar Jokowi.Jokowi turut menyebut Indonesia sebagai negara yang terus bertransformasi, berinovasi, dan membangun fondasi yang kuat.Dengan kerja sama dan kolaborasi, Jokowi meyakini bahwa Indonesia dengan Asia Tenggara dapat menjalankan ekonomi cerdas tersebut."Saya percaya bahwa dalam ekonomi baru ini, negara, perusahaan, dan masyarakat yang dapat mengintegrasikan kecerdasan ke dalam tata kelola, industri tata kelola, dan sistem sosial akan tumbuh lebih baik dan lebih cepat," ujar Jokowi.Baca juga: Sesuai Arahan Prabowo, Gibran Akan Bicara AI hingga Mineral Kritis di KTT G20
(prf/ega)
Saat Jokowi dan Gibran Kompak Bahas AI di Forum Internasional
2026-01-12 11:31:11
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 11:16
| 2026-01-12 09:49
| 2026-01-12 09:13
| 2026-01-12 09:12










































