Kisah di Balik Masjid Pancasila, Saat PNS "Dipaksa" Sedekah oleh Soeharto

2026-01-14 17:50:44
Kisah di Balik Masjid Pancasila, Saat PNS
- Pernah mendengar Masjid Pancasila? Masjid ini tersebar di berbagai daerah di Indonesia dan mudah dikenali. Hampir semua bangunan Masjid Pancasila memiliki ciri khas dan arsitektur yang sama.Ciri utama Masjid Pancasila adalah atapnya berbentuk segitiga bersusun tiga tingkat, yang juga disebut dengan atap tumpang atau tajug.Ciri lainnya termasuk penggunaan tiang-tiang di tengah aula dengan gaya arsitektur joglo, tetapi tanpa kolom bebas untuk ruang yang lebih lapang.Masjid Pancasila merupakan bagian dari proyek pembangunan banyak masjid yang dibangun pada masa pemerintahan Presiden Soeharto pada periode tahun 1980-an sampai dengan tahun 1990-an.Banyak Masjid Pancasila yang tersebar di Indonesia diresmikan langsung oleh Soeharto. Ini karena penyelesaian pembangunan masjid ini memang disesuaikan dengan agenda kunjungan Soeharto ke daerah-daerah.Baca juga: Rekam Jejak Bisnis Kayu Bob Hasan, Raja Hutan di Era Orde BaruSebagai informasi saja, pendirian Masjid Pancasila di era Orde Baru dikoordinasi dan dilakukan oleh Yayasan Amalbakti Muslim Pancasila (YAMP), sebuah yayasan yang didirikan Soeharto pada tahun 1982.Dikutip dari situs resmi YAMP, ide untuk membangun banyak Masjid Pancasila tercetus saat Soeharto melakukan incognito (blusukan) ke daerah Klaten, Jawa Tengah, pada tahun 1970.Saat melakukan perjalanan tak resmi, ia melihat banyak warga Klaten yang bergotong royong membangun masjid baru. Soeharto lalu memutuskan turun dari mobilnya untuk menemui warga yang tengah bahu membahu mengangkut batu bata, kayu-kayu, dan bahan bangunan lainnya.Para warga yang ditemui Soeharto lalu berkeluh kesah perihal sulitnya mengumpulkan dana untuk pembangunan masjid.Ia kemudian memerintahkan Gubernur Jawa Tengah Moenadi untuk memberikan bantuan agar pembangunan masjid dapat segera diselesaikan.Masjid yang berlokasi di Jalan Pemuda ini berhasil diselesaikan dan diresmikan pada tahun 1971. Sampai kini masih tegak berdiri dan dikenal dengan nama Masjid Raya Klaten.Baca juga: Judi Porkas, Undian Lotre yang Dilegalkan pada Masa SoehartoBlusukannya ke Klaten inilah yang kemudian menginisiasi Soeharto mendirikan YAMP pada 1982. Yayasan ini didirikan dengan tujuan mengumpulkan sedekah. Dalam tujuan pendiriannya, YAMP tak secara eksplisit didirikan untuk membangun masjid.Namun kemudian dalam akta yayasan, disebutkan bahwa yayasan ini ditujukan untuk mendanai bidang pendidikan, pemberian beasiswa, dakwah, penerbitan, penelitian dan pengembangan rumah ibadah, rumah sakit, panti-panti sosial, dan usaha produktif lainnya untuk meningkatkan kesejahteraan umat.Muhammad Idris/Money.kompas.com Ciri khas pintu Masjid Pancasila yang dibangun di era Soeharto.Sembilan bulan setelah pendirian YAMP, Soeharto sebagai ketua mengirim surat nomor 12/YAMP/XI/1982 kepada Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI), sebuah organisasi yang menghimpun PNS seluruh Indonesia.Masih mengutip situs YAMP, dalam surat tersebut Soeharto menyampaikan, “...Berdasarkan atas keyakinan bahwa tujuan dan usaha yayasan seperti kami uraikan diatas sejalan dengan tujuan organisasi KORPRI, maka dengan ini kami menghimbau kepada anggota KORPRI, melalui saudara ketua, untuk kesediaannya menjadi penyumbang yayasan, secara sukarela dan sesuai dengan kemampuan....”.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#1

Sementara Samsung Music Studio 5 hadir dengan ukuran lebih ringkas. Speaker ini ditujukan bagi pengguna yang menginginkan kualitas audio mumpuni tanpa mengganggu tampilan ruangan. Music Studio 5 mendukung koneksi WiFi dan Bluetooth, layanan streaming, serta kontrol suara.Kedua speaker WiFi Music Studio juga dirancang agar mudah diintegrasikan dengan soundbar dan TV Samsung, sebagai bagian dari ekosistem audio terpadu.Samsung juga meningkatkan teknologi Q-Symphony, yang memungkinkan TV, soundbar, dan speaker WiFi bekerja sebagai satu sistem audio. Pengguna dapat menghubungkan hingga lima perangkat audio sekaligus, dengan sistem yang menyesuaikan suara berdasarkan tata letak ruangan.Selain itu, Samsung juga memperkenalkan jajaran ekosistem audio terbaru mereka dari lini soundbar Q Series.Selama lebih dari satu dekade, Samsung telah membentuk evolusi audio rumah melalui teknologi akustik canggih, fitur cerdas, dan desain yang dipikirkan secara matang, ungkap Hun Lee, Executive Vice President Visual Display Business Samsung Electronics, dikutip KompasTekno dari halaman resmi Samsung. Kami melanjutkan warisan tersebut dengan perangkat audio generasi terbaru yang dirancang untuk menghadirkan performa suara yang kaya dan ekspresif di setiap ruang dan momen, lanjut dia. Salah satu produk utama dalam ekosistem audio terbaru ini adalah soundbar flagship HW-Q990H.Baca juga: Ketika HP Lipat Tiga Samsung Galaxy Z TriFold Dibuka-Tutup Barbar 200.000 Kali...Soundbar ini hadir dengan sistem 11.1.4-channel yang menggabungkan soundbar utama, speaker belakang, dan subwoofer aktif. Samsung juga menambahkan teknologi Sound Elevation agar terdengar lebih natural, serta fitur Auto Volume untuk menjaga konsistensi suara di berbagai jenis konten.Soundbar ini juga dibekali fitur berbasis AI untuk memperluas bidang suara. Lewat fitur ini, Samsung mengeklaim pengalaman audio yang dihadirkan setara dengan sistem home theater profesional, tetapi tetap ringkas untuk penggunaan di rumah.Selain itu, Samsung memperkenalkan All-in-One Soundbar HW-QS90H. Soundbar ini bisa dipasang di dinding atau diletakkan di atas meja. Sensor di dalamnya akan menyesuaikan arah suara secara otomatis sesuai posisi perangkat. Dengan sistem 7.1.2-channel dan 13 speaker, soundbar ini mampu menghasilkan bass yang dalam tanpa perlu subwoofer tambahan.

| 2026-01-14 17:30