Ada Marketplace Biomassa, Masyarakat Bisa Jual Limbah Organik ke PLN IP untuk PLTU

2026-01-12 17:40:43
Ada Marketplace Biomassa, Masyarakat Bisa Jual Limbah Organik ke PLN IP untuk PLTU
JAKARTA, - PLN Indonesia Power (PLN IP) mulai memanfaatkan marketplace biomassa untuk memasok limbah organik dari masyarakat untuk kebutuhan bahan bakar alternatif pembangkit listrik tenaga uap (PLTU).Marketplace biomassa dikembangkan oleh PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI).Lewat aplikasi ini, masyarakat bisa menjual limbah organik seperti sekam padi, serbuk gergaji, atau tandan kosong sawit secara langsung ke pengelola pembangkit.Nantinya, limbah tersebut diserap PLN IP dan diolah menjadi biomassa untuk bahan baku co-firing, yaitu teknologi pencampuran biomassa dengan batu bara untuk menekan penggunaan energi fosil.Baca juga: Purbaya Bayar Kompensasi PLN dan Pertamina Bulanan, Ekonom: Beri KepastianDirektur Manajemen Pembangkitan PLN, Rizal Calvary Marimbo, mengatakan bahwa biomassa merupakan peluang strategis, bukan hanya untuk diversifikasi energi, tetapi juga untuk membuka ruang partisipasi masyarakat dalam ekosistem energi nasional.Maka dari itu, kehadiran marketplace biomassa ini menjadi bagian dari strategi besar PLN Group dalam mempercepat transformasi energi nasional menuju sistem yang lebih hijau, efisien, dan inklusif."Digitalisasi melalui marketplace ini memungkinkan proses yang lebih transparan, efisien, dan berdampak langsung bagi ekonomi lokal,” ujar Rizal dalam keterangan tertulis, Jumat .Pada marketplace biomassa tersedia fitur pendaftaran dan verifikasi penyedia biomassa, pemantauan stok dan kualitas bahan baku, sistem lelang dan penawaran harga, integrasi logistik dan pelacakan pengiriman, serta dashboard analitik untuk monitoring serapan biomassa.Melalui sistem ini, penyedia limbah organik atau bahan baku biomassa seperti petani, koperasi, dan pelaku UMKM bisa terhubung langsung dengan unit pembangkit listrik berbasis co-firing.Sehingga, nilai jual limbahnya menjadi lebih adil dengan proses transaksi yang lebih cepat.Adapun dalam program ini, PLTU Adipala, Cilacap, menjadi salah satu unit pionir yang telah mengadopsi co-firing biomassa dan kini menjadi lokasi percontohan integrasi marketplace dalam operasional pembangkit.Maka, limbah organik yang dipasarkan di marketplace biomassa akan dimanfaatkan untuk co-firing pada PLTU Adipala yang dioperasikan oleh Unit Bisnis Pembangkitan (UBP) Jawa Tengah 2 Adipala."Digitalisasi ini bukan hanya soal efisiensi operasional, tapi juga tentang menciptakan ekosistem energi yang lebih inklusif. Kami ingin memastikan bahwa transisi energi juga membawa manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar pembangkit," ujar Direktur Operasi Pembangkit Batubara PLN IP, Hanafi Nur Rifa’i.Pemanfaatan biomassa diyakini menciptakan ekosistem ekonomi baru di sekitar pembangkit, seperti usaha pengeringan, penggilingan, hingga logistik biomassa.Petani dan pelaku UMKM kini memiliki pasar baru dan bisa mendapatkan cuan tambahan dari limbah organik yang sebelumnya tidak bernilai.Sebab, ekosistem bisnis baru jadi terbentuk di sekitar pembangkit, seperti jasa pengeringan, penggilingan, dan logistik biomassa."Marketplace ini membuka akses pasar yang lebih luas bagi masyarakat. Kami ingin memastikan bahwa biomassa tidak hanya menjadi solusi energi, tapi juga sumber penghidupan baru," ucap Direktur Biomassa PLN EPI, Hokkop Situngkir.Baca juga: PLN Catat Laba Usaha Rp 30,6 Triliun di Semester I-2025


(prf/ega)