JAKARTA, – Chairman sekaligus Chief Executive Officer Lenovo, Yuanqing Yang, meramalkan masa depan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) yang jauh lebih personal.Menurut pria yang bergabung dengan Lenovo sejak 1989 ini, di masa mendatang setiap orang akan memiliki agen AI pribadi yang selalu terhubung dengan perangkat dan data miliknya sendiri.Gagasan tersebut menjadi fondasi strategi hybrid AI Lenovo, yakni pendekatan yang menggabungkan AI personal, AI perusahaan, dan AI publik dalam satu ekosistem terpadu. Dalam visi ini, AI bukan sekadar layanan di cloud, melainkan asisten digital yang benar-benar memahami penggunanya.Melalui strategi hybrid AI dan pengembangan agen AI personal, Lenovo ingin mendorong masa depan AI yang lebih dekat dengan manusia, terdesentralisasi, dan tetap menjaga kendali serta privasi data di tangan penggunanya. "Setiap individu akan memiliki AI mereka sendiri," ujar Yang dalam wawancara eksklusif dengan jurnalis Yudha Pratomo pada Kamis . Agen AI pribadi ini, kata dia, tidak bekerja secara terpisah. AI akan terhubung dengan seluruh perangkat yang digunakan seseorang sehari-hari. "AI ini akan terhubung ke semua perangkat pribadi, mulai dari PC, ponsel pintar, tablet, hingga perangkat wearable," kata Yang. Keterhubungan itu membuat AI memiliki konteks penuh tentang aktivitas penggunanya. Sehingga, AI seolah dapat melihat apa yang pengguna lihat, mendengar apa yang pengguna dengar, mengingat apa yang dapat pengguna ingat. "Atau bahkan mengingat apa yang tidak dapat Anda ingat," ujar pria yang meraih gelar master di bidang ilmu komputer dari University of Science and Technology of China ini. Dengan kemampuan tersebut, agen AI diharapkan dapat membantu pengguna dan berpikir seperti yang pengguna pikirkan serta bertindak seperti yang diinginkan penggunanya.Baca juga: Melihat Harta Karun Lenovo di Yamato Lab, Ada Laptop yang Terinspirasi Kotak Nasi BentoMeski terdengar sangat personal, Yang menegaskan bahwa kepemilikan data tetap berada di tangan pengguna. "Sementara itu, semua data masih tetap data Anda, masih tersimpan di perangkat pribadi Anda. Pemrosesan data dilakukan melalui komputasi tepercaya milik pengguna, seperti komputer pribadi atau server rumah, bukan sepenuhnya di cloud publik," kata Yang.Pendekatan ini, menurut Yang, muncul dari kekhawatiran banyak orang terhadap privasi data. Ia menilai, orang-orang dan pelanggan perusahaan sangat enggan memberikan data pribadi mereka ke cloud publik untuk mencari jawaban yang akurat karena tidak ada privasi.Padahal, tanpa data personal, kemampuan AI menjadi terbatas.
(prf/ega)
Di Jakarta, CEO Lenovo Prediksi Era AI Personal, Satu Orang Satu Agen AI
2026-01-12 16:36:59
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 16:34
| 2026-01-12 16:28
| 2026-01-12 16:24
| 2026-01-12 16:16
| 2026-01-12 15:56










































