[KLARIFIKASI] VIdeo Tim SAR Tolong Elang Terkena Banjir Dihasilkan AI

2026-01-14 16:13:08
[KLARIFIKASI] VIdeo Tim SAR Tolong Elang Terkena Banjir Dihasilkan AI
Berdasarkan verifikasi Kompas.com sejauh ini, ada yang perlu diluruskan terkait informasi ini. - Sebuah video di media sosial diklaim menampilkan Tim Search and Rescue (SAR) menolong seekor burung elang yang terkena banjir.Dalam video terlihat beberapa orang  mengenakan rompi SAR sedang membersihkan bulu elang yang dipenuhi lumpur dan sampah.Namun, setelah ditelusuri Tim Cek Fakta Kompas.com, video itu merupakan konten hasil manipulasi berbasis artificial intelligence (AI).Video yang diklaim menampilkan Tim SAR menolong seekor burung elang yang terkena banjir salah satunya dibagikan akun Facebook ini.Video diberi keterangan:Tim SAR Selamatkan Elang yang Terkena Banjir.Akun Facebook Video yang mengeklaim Tim SAR menolong seekor burung elang yang terkena banjir.Penelusuran Kompas.comPenelusuran menggunakan Google Lens menemukan fakta bahwa video itu bersumber dari unggahan akun Facebook @DioDavid.Akun tersebut menjelaskan bahwa semua konten yang dibuat bukan peristiwa nyata melainkan hasil rekayasa artificial intelligence (AI).Akun itu kerap mengunggah video tentang binatang yang dibuat dengan kecanggihan AI.Setelah dicek menggunakan Hive Moderation, video yang menampilkan Tim SAR menyelamatkan burung elang dari banjir memiliki probabilitas 99,9 persen dihasilkan AI. Hive Moderation Hasil pemeriksaan HIve Moderation terhadap video Tim SAR menyelamatkan burung elang yang terkena banjir. Video yang menampilkan Tim SAR menyelamatkan burung elang yang terkena banjir merupakan konten hasil rekayasa AI.Faktanya, video itu dibuat menggunakan kecerdasan buatan atau AI. Hasil pengecekan menggunakan Hive Moderation menunjukkan bahwa probabilitas konten itu dihasilkan AI mencapai 99,9 persen. 


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

“Fitur ini dapat memberi kendali kepada pengguna untuk menetapkan batas waktu menonton Shorts. Intervensi kecil seperti ini penting untuk membantu anak dan remaja belajar mengatur diri, jelas Graham.Pantauan KompasTekno, area Mental Health Shelf dan fitur pembatasan Shorts memang sudah bisa dijajal di Indonesia.Seperti disebutkan di atas, rak Mental Health Shelf yang dilabeli From health sources akan muncul ketika pengguna memasukkan kata kunci yang berkaitan dengan penyakit mental.Baca juga: MTV Tutup Lima Channel Musik Akhir 2025, Tergeser YouTube dan Medsos?Sementara fitur pembatasan YouTube Shorts bisa diakses melalui menu pengaturan, tepatnya Settings > Time management > dan Shorts feed limit./Bill Clinten Fitur pembatasan waktu menonton Shorts yang baru dirilis YouTube di Indonesia.Country Head YouTube Indonesia, Suwandi Widjaja mengatakan kedua fitur ini merupakan komitmen YouTube untuk membantu remaja Indonesia membangun kebiasaan digital yang lebih sehat serta mengakses informasi yang lebih bertanggung jawab.Di Indonesia, Suwandi menyebut kesehatan mental remaja akan menjadi salah satu fokus dan perhatian YouTube di Indonesia.“Kami sangat serius dengan komitmen kami soal kesehatan mental, dan ini akan menjadi topik yang akan terus menjadi fokus YouTube ke depannya,” kata Suwandi./Bill Clinten Country Head YouTube Indonesia, Suwandi Widjaja dalam acara Beranda Jiwa di kantor Google Indonesia di kawasan SCBD, Jakarta Selatan, Kamis .Meski jadi fokus YouTube di masa depan, Suwandi menambahkan bahwa dukungan kreator dan pakar menjadi elemen penting agar komitmen ini juga bisa dijalankan dengan baik.Baca juga: YouTube Sulap Video Burik Lawas Jadi Bening dengan AI“Kami membutuhkan bantuan dan kerja sama untuk melanjutkan komitmen kami dan program terkait kesehatan mental di masa depan, sekaligus memperluas jangkauannya,” pungkas Suwandi.

| 2026-01-14 15:45