Ibu Ini Simpan Jenazah Putrinya Dalam Freezer Selama 20 Tahun, Ada Apa?

2026-01-11 23:09:23
Ibu Ini Simpan Jenazah Putrinya Dalam Freezer Selama 20 Tahun, Ada Apa?
TOKYO, - Pengadilan di Jepang pada Kamis menjatuhkan vonis satu tahun penjara terhadap wanita yang menyembunyikan jenazah putrinya di dalam freezer selama hampir 20 tahun.Wanita bernama Keiko Mori (76) itu ditangkap pada September lalu setelah mengakui perbuatannya.Ia menyimpan jenazah putrinya yang sudah dewasa itu di lemari pendingin rumahnya di prefektur Ibaraki, timur laut Tokyo.Dikutip dari Independent, Jumat , putrinya, Makiko berusia 29 tahun saat meninggal dunia.Vonis ini penjara satu tahun ini sama dengan tuntutan jaksa penuntut umum. Hukuman tersebut diberikan setelah pengadilan menemukan adanya faktor-faktor yang meringankan.Baca juga: Diduga Demi Redam Amarah Trump, Toyota Impor Mobil Buatan AS ke JepangHakim Shizuka Asakura mengatakan, Mori awalnya menyimpan jenazah putrinya di dalam lemari di rumahnya.Wanita itu kemudian memindahkannya ke dalam freezer di dapur setelah jenazah tersebut mulai membusuk.Kepada para penyidik, Mori menuturkan, bau dari mayat tersebut telah memenuhi rumah, sehingga mendorongnya untuk membeli sebuah freezer dan menempatkan mayat itu di dalamnya.Dia ditahan dan didakwa menyembunyikan mayat setelah tiba di kantor polisi setempat bersama seorang kerabat.Polisi menjelaskan, penyidik yang mendatangi rumah Mori menemukan mayat tersebut mengenakan kaus dan celana dalam, berlutut dengan wajah menghadap ke bawah di dalam lemari pendingin.Baca juga: Warga Jepang Gugat Pemerintah atas Cuaca Panas Ekstrem, Dinilai Rugikan RakyatBerdasarkan pengakuan Mori, dia telah menyimpan jenazah itu di sana selama sekitar 20 tahun, sejak sekitar tahun 2005. Karena lamanya waktu tersebut, polisi mengatakan bahwa pembusukan tak bisa dihindarkan meskipun telah dibekukan.Polisi juga telah memerintahkan otopsi untuk menentukan penyebab kematian resmi.Pengadilan menerima kesaksian Mori bahwa putrinya telah berjuang melawan penggunaan narkoba ilegal dan kerap melakukan kekerasan fisik terhadap orang tuanya.Baca juga: PM Finlandia Minta Maaf ke Jepang, China, dan Korsel, Buntut Unggahan Foto Rasis Parlemen


(prf/ega)