Menhub Sebut Rel di Lokasi Bencana Sumatera Rusak Berat, Bandara dan Pelabuhan Aman

2026-02-01 01:32:35
Menhub Sebut Rel di Lokasi Bencana Sumatera Rusak Berat, Bandara dan Pelabuhan Aman
JAKARTA, - Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi menyatakan, jalur kereta api di sejumlah lokasi terdampak bencana di Sumatera mengalami kerusakan berat akibat tersapu banjir, sementara operasional bandara dan pelabuhan dilaporkan dalam kondisi aman.Dudy menjelaskan secara umum, infrastruktur transportasi udara dan laut tidak terdampak signifikan oleh bencana banjir bandang dan tanah longsor di tiga provinsi Sumatera akhir November 2025 lalu.“Sepertinya dari Kementerian Perhubungan tidak banyak yang terdampak, Bapak, baik bandara maupun pelabuhan,” ujar Dudy dalam rapat koordinasi Satuan Tugas Pemulihan Pascabencana Sumatera yang digelar DPR RI di Aceh, Selasa .Baca juga: Tito Minta Purbaya Buka Blokir Rp 20 M untuk Kirim Praja IPDN ke SumateraNamun, dia mengakui kerusakan cukup parah terjadi pada sektor perkeretaapian dan sejumlah fasilitas transportasi darat.“Hanya saja memang ada beberapa lokasi yang terkait dengan kereta api dan juga fasilitas sarana prasarana yang terkait dengan darat,” kata dia.Menurut Dudy, Kementerian Perhubungan masih melakukan survei untuk menghitung tingkat kerusakan jalur rel kereta api yang terdampak banjir.“Terkait dengan kereta, memang kami masih melakukan survei, Bapak, karena memang cukup parah untuk jalur kereta api,” kata Dudy.Dia menegaskan, kerusakan rel tidak bersifat ringan karena banyak jalur yang tersapu arus air.Oleh karena itu, Kementerian Perhubungan tengah menghitung kebutuhan anggaran secara khusus, termasuk kemungkinan pengadaan rel baru.Baca juga: Purbaya Pastikan Dana Aman untuk Bayar Utang Jembatan dan Hunian Korban Bencana Sumatera“Rel-rel kereta banyak yang memang sudah tersapu dengan air,” jelasnya.“Kita sedang menghitung lagi kira-kira kebutuhan dana karena rel-rel kereta ini sepertinya mungkin ada pengadaan baru,” sambungnya.Selain jalur kereta api, Dudy menyebut kerusakan juga terjadi pada fasilitas keselamatan transportasi darat, seperti penerangan jalan.Dia mengatakan, Kementerian Perhubungan telah mengalokasikan anggaran untuk perbaikan sarana tersebut setelah akses jalan nasional kembali terbuka.“Kami sudah mengalokasikan untuk di anggaran kami. Insyaallah, begitu jalan-jalan nasional sudah terbuka, maka kami akan melakukan perbaikan atau pengadaan untuk penerangan jalan maupun aspek-aspek keselamatan yang ada di darat,” tutur Dudy.Dia menegaskan, Kementerian Perhubungan siap membantu penyediaan moda transportasi, baik laut maupun udara, jika diperlukan.“Untuk para Pak Gubernur maupun Pak Bupati, apabila ada hal-hal yang terkait dengan perhubungan, silakan, Pak. Apabila diperlukan seperti misalnya kapal maupun penerbangan, silakan, Pak. Kami akan membantu semaksimal mungkin,” pungkas Dudy.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

Selain kecepatan internet mobile, DataReportal x Ookla ini juga mengungkap kecepatan internet kabel (fixed broadband) di Indonesia.Adapun median download speed internet kabel di Indonesia kini tercatat di 39,88 Mbps, naik 24,4 persen dari tahun lalu.Sementara median upload kini tercatat di angka 26,61 Mbps (naik 37,4 persen) dan latensi di angka 7 ms (turun 12,5 persen).Perlu dicatat, laporan ini menggunakan pengukuran median. Ini merujuk pada kecepatan rata-rata tengah ketika pengguna mengunduh data dari internet ke perangkat.Berbeda dengan rata-rata biasa (mean) yang bisa dipengaruhi oleh hasil pengukuran ekstrem, median menunjukkan angka tengah dari seluruh tes kecepatan.Artinya, setengah pengguna di Indonesia mendapatkan kecepatan unduh di bawah 45,01 Mbps, dan setengahnya lagi di atas angka tersebut, ketika menggunakan data seluler. Dengan cara ini, data dianggap lebih merepresentasikan pengalaman nyata pengguna sehari-hari.speedtest Dalam kategori internet seluler, Bekasi menempati posisi ke -118 (dari 148 kota) secara global, sekaligus menjadi yang tertinggi di Indonesia dengan kecepatan unduh (download speed) median 54,59 MbpsDalam laporan Ookla yang dipublikasi secara terpisah, Bekasi dan Jakarta Selatan (Jaksel) tercatat sebagai kota dengan internet tercepat di Indonesia, kecepatannya tembus di atas 50 Mbps untuk data seluler.Baca juga: Kecepatan Internet Indonesia Meningkat 10 Kali Lipat sejak 2014Laporan Speedtest merinci, dalam kategori internet seluler, Bekasi punya nilai tengah download speed 54,59 Mbps. Sementara Jaksel dengan 52,29 Mbps.Selain itu, Speedtest juga mengukur angka tengah kecepatan unggah (upload speed) dan latensi.Menurut laporan Speedtest, Bekasi punya kecepatan unggah 21,05 Mbps dan latensi 18 ms. Sementara, Jaksel punya kecepatan unggah 17,84 Mbps dan latensi 20 ms.Capaian ini menjadikan keduanya sebagai representasi kota dengan internet tercepat di Indonesia, meski secara global posisinya masih di papan bawah.

| 2026-01-31 23:30