Warga Dikagetkan Jalan Pantura Semarang yang Tiba-tiba Berlubang seperti "Sumur"

2026-01-16 15:21:25
Warga Dikagetkan Jalan Pantura Semarang yang Tiba-tiba Berlubang seperti
SEMARANG, – Kondisi jalan berlubang di Jalan Pantura Rowosari I, Kelurahan Wonosari, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang, Jawa Tengah, dinilai membahayakan pengguna jalan. Pasalnya, kerusakan tersebut muncul secara mendadak di jalur utama yang padat kendaraan.Lubang cukup besar yang menyerupai sumur itu terlihat berada di lajur kiri jalan dan berpotensi memicu kecelakaan, terutama bagi pengendara sepeda motor. Diameter dan kedalaman lubang yang tidak biasa ini membuat pengendara yang melintas harus ekstra waspada guna menghindari perosokan.Lokasi jalan berlubang berada di jalur yang cukup padat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat. Apalagi pada jam sibuk pagi dan sore, arus lalu lintas di kawasan tersebut terpantau ramai karena menjadi akses penghubung utama antarwilayah di Kota Semarang-Kabupaten Kendal.Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Semarang, Suwarto, mengatakan bahwa jalan yang viral di media sosial itu masuk jalan nasional. Meski demikian, pihak pemerintah kota tetap memberikan atensi agar tidak terjadi kecelakaan fatal di lokasi tersebut."Sudah kita koordinasikan dengan Balai Besar Pelaksana Jalan (BBJN) karena jalan nasional," kata Suwarto, Selasa .Baca juga: Proyek Perbaikan Pantura Demak Dihentikan saat Libur Nataru, Lalu Lintas LancarMengingat statusnya sebagai jalan nasional, kewenangan perbaikan permanen berada di tangan pemerintah pusat melalui Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN). Namun, karena posisi lubang berada di wilayah administrasi Kota Semarang, Pemerintah Kota Semarang ikut melakukan penanganan awal.Langkah ini diambil agar lubang yang cukup dalam tersebut tidak membahayakan pengendara yang melintas, terutama saat kondisi gelap atau malam hari. Penanda atau pembatas jalan dipasang di sekitar titik kerusakan sebagai peringatan bagi pengguna jalan yang datang dari arah barat maupun timur."Sudah kita bantu pengamanan," ujar Suwarto saat menjelaskan peran DPU Kota Semarang dalam mengantisipasi kerawanan di jalur Pantura tersebut.Baca juga: Ternyata Ada Dua Rumah Tertimpa Bangkai Pesawat di Kemang BogorDitanya soal penyebab jalan tersebut berlubang secara mendadak hingga menyerupai sumur, Suwarto mengaku masih menunggu laporan lengkap dari tim teknis di lapangan. Namun, ada dugaan awal terkait struktur di bawah lapisan aspal yang mengalami masalah.Kondisi tanah atau adanya saluran air di bawah jalan disinyalir menjadi faktor pemicu amblasnya aspal di titik tersebut. Hal ini diperparah dengan beban kendaraan berat yang setiap hari melintasi jalur utama penghubung Jawa ini."Kemungkinan ada crosing saluran," ungkap Suwarto mengenai dugaan penyebab amblasnya aspal di Jalan Pantura Rowosari I.Hingga berita ini diturunkan, arus lalu lintas di sekitar lokasi mengalami sedikit penyempitan akibat adanya pengamanan pada lajur kiri. Pengendara diimbau untuk mengurangi kecepatan dan tidak saling mendahului saat melintasi Kelurahan Wonosari, Kecamatan Ngaliyan, demi keselamatan bersama.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Hingga kini, tolok ukur tersebut baru mampu dicapai Ducati, yang mendominasi klasemen konstruktor dengan enam gelar juara beruntun.Honda tercatat sebagai pabrikan pertama yang naik level dalam sistem konsesi sejak skema A-B-C-D diberlakukan pada awal 2024.Honda berhasil melampaui ambang batas 35 persen poin, sehingga berhak bergabung dengan KTM dan Aprilia di kategori C.Baca juga: Cara Mengecas Motor Listrik yang Bikin Baterai AwetDengan perubahan itu, Yamaha kini menjadi satu-satunya pabrikan yang masih berada di kategori D.Dok. HRC Aleix Espargaro menjadi pebalap tes untuk Honda Racing Corporation (HRC)Kondisi tersebut membuat Yamaha tetap menikmati konsesi penuh, termasuk kebebasan pengembangan mesin serta tes privat bersama pebalap utama.“Ini soal di mana kami harus berada, kami harus ada di A. Jadi ini adalah langkah pertama yang logis yang harus kami lakukan,” kata Espargaro, dikutip dari Crash, Selasa .Kenaikan peringkat Honda tidak lepas dari performa solid pada akhir musim 2025.Pada seri penutup musim, Luca Marini finis di posisi ketujuh, hasil krusial yang dibutuhkan Honda untuk melampaui ambang batas poin konsesi.Baca juga: Persiapan Touring Libur Nataru: Ini Item yang Harus Dibawa BikerSelain Marini, performa positif juga ditunjukkan Joan Mir yang meraih beberapa podium, serta Johann Zarco yang berhasil memenangi satu balapan.AFP/LOIC VENANCE Pebalap LCR Honda, Johann Zarco, memacu motornya selama sesi latihan bebas di MotoGP Perancis 2025 di Sirkuit Le Mans pada 10 Mei 2025.Zarco pun menutup musim sebagai pebalap Honda terbaik di klasemen dunia, finis di posisi ke-12, unggul enam poin dari Marini.Espargaro turut menyoroti intensitas program pengujian yang dijalani Honda sepanjang musim. “Sungguh luar biasa seberapa banyak kami bekerja. Saya menjalani tes di Malaysia, lalu kembali ke Eropa, kemudian ke Aragon sebelum tampil wild card di Valencia. Ini menunjukkan besarnya komitmen Honda,” ujarnya.Terkait minimnya konsesi yang dimiliki Ducati, Espargaro membandingkannya dengan perkembangan motor Honda selama musim berjalan. “Dengan segunung material dan ratusan lap pengujian, perubahan motor dalam enam bulan terakhir sungguh luar biasa,” katanya. “Honda membawa banyak pembaruan untuk Joan dan Luca. Misalnya, kami memiliki tiga pembaruan mesin selama musim berjalan, dan mesin yang digunakan sekarang sangat cepat,” ucap Espargaro.Mulai seri pembuka MotoGP 2026, Honda akan bergabung dengan Ducati, KTM, dan Aprilia dalam aturan pembekuan mesin.Sementara itu, era baru MotoGP dengan mesin 850 cc dijadwalkan resmi dimulai pada 2027.

| 2026-01-16 15:18