One Way Berakhir, Lalin di Puncak Bogor Kembali Berlaku Dua Arah

2026-01-12 10:04:46
One Way Berakhir, Lalin di Puncak Bogor Kembali Berlaku Dua Arah
Rekayasa lalu lintas (lalin) one way atau satu arah di Jalan Raya Puncak, Bogor, Jawa Barat, yang diberlakukan sejak siang tadi telah berakhir. Kini, arus lalin di Puncak Bogor kembali berlaku dua arah."Kami baru saja melaksanakan penormalan arus, yang mana memang sejak tadi pukul 11.30 WIB, kami melaksanakan rekayasa satu arah atau one way arah bawah atau one way dari arah Puncak menuju Jakarta. Saat ini baru saja penormalan (berlaku dua arah)," kata KBO Satlantas Polres Bogor Iptu Ardian Novianto kepada wartawan, Minggu (28/12/2025).Ardian menyebut one way di Puncak Bogor diberlakukan selama kurang lebih 6,5 jam. Saat ini, personil gabungan masih bersiaga di sepanjang jalur wisata Puncak untuk mengantisipasi kemacetan imbas penutupan arus selama one way."Anggota juga masih berada di titik plotingan untuk melaksanakan penguraian imbas dari pada penutupan, yang mana sudah berlangsung kurang lebih 6,5 jam. Memang waktunya lebih lama dibandingkan dengan hari-hari yang lalu, yang mana hari ini sesuai prediksi puncak balik arus wisata," ucapnya.Untuk diketahui, Polres Bogor memberlakukan sistem one way arah Jakarta di jalur wisata Jalan Raya Puncak, Bogor. One way untuk memperlancar arus balik wisatawan di kawasan Puncak, Bogor."Saat ini dari pukul 11.30 WIB kita laksanakan proses bukaan arus one way ke bawah atau arah Jakarta," kata KBO Satlantas Polres Bogor Iptu Ardian Novianto, Minggu (28/12).Ardian menyebutkan one way digelar untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan wisatawan yang kembali ke arah Jakarta. Berdasarkan data, okupansi hotel di kawasan Puncak, Bogor, pada Sabtu (27/12) mencapai 74 persen. Para tamu hotel tersebut diperkirakan bakal kembali ke arah Jakarta siang ini."Mengantisipasi di siang hari ini, kan tingkat okupansi hotel itu sudah mulai berkurang jauh, yang awalnya kemarin itu mencapai 74 persen, hari ini mencapai 38 persen, berarti turun 40 persen," kata Ardian."Maka kemungkinan besar kendaraan-kendaraan atau wisatawan pengunjung hotel tersebut akan turun ke arah Jakarta Maka kami persiapkan rekayasa sistem satu arah, one way ke bawah," imbuhnya.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Hans Patuwo bukan sosok baru di lingkungan GoTo. Ia telah bekerja hampir delapan tahun di ekosistem Gojek, GoPay, dan GoTo. Ia bergabung dengan Gojek pada 2018 sebagai Chief Operating Officer, dengan fokus pada penguatan operasional dan ekosistem mitra driver.Pada 2021, Hans dipercaya memimpin unit bisnis yang kemudian berkembang menjadi GoTo Financial. Di posisi tersebut, ia mengawasi peluncuran layanan pinjaman dan pengembangan aplikasi GoPay, yang kini menjadi salah satu platform fintech terbesar di Indonesia.Baca juga: KPPU Denda TikTok Rp 15 Miliar Karena Telat Lapor Akuisisi TokopediaAwal 2024, Hans ditunjuk sebagai Chief Operating Officer GoTo dan bertanggung jawab atas strategi grup serta proyek migrasi cloud perusahaan. Perannya kembali diperluas pada Juli 2025, ketika ia dipercaya sebagai Presiden On-Demand Services.Sebelum bergabung dengan Gojek, Hans memiliki pengalaman internasional dengan bekerja di Amerika Serikat, China, dan Singapura. Ia juga pernah menjabat sebagai Partner di firma konsultan manajemen global McKinsey.YouTube.com/Gojek Goto, layanan Gojek dan Tokopedia.Penunjukan CEO baru ini terjadi di tengah sorotan pasar terhadap arah strategis perusahaan hasil merger antara Gojek dan Tokopedia itu.Berdasarkan laporan Bloomberg, saham GoTo tercatat naik sekitar 20 persen sepanjang kuartal ini di Bursa Efek Indonesia, mengungguli kinerja sejumlah perusahaan ride-hailing dan pengantaran global.Kenaikan saham tersebut terjadi menjelang Rapat Umum Pemegang Saham yang menjadi momen penting bagi arah strategis perusahaan, termasuk persetujuan pengangkatan Hans Patuwo sebagai CEO baru.Meski saham GoTo menguat, valuasi perusahaan masih jauh dari masa awal IPO. Kapitalisasi pasar GoTo kini berada di bawah 5 miliar dollar AS, turun drastis dari puncaknya yang sempat menembus 30 miliar dollar AS pada 2022.

| 2026-01-12 10:14