Bantah Perekonomian RI Rapuh dan Kehabisan Tenaga, Airlangga Beberkan Buktinya

2026-01-11 03:20:52
Bantah Perekonomian RI Rapuh dan Kehabisan Tenaga, Airlangga Beberkan Buktinya
JAKARTA, - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto membantah pernyataan ekonom yang menyebut perekonomian Indonesia rapuh dan kehabisan tenaga. Menurutnya, perekonomian Indonesia masih solid. Bahkan pertumbuhan ekonomi nasional menempati posisi ketiga di antara negara G20. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan ekonomi RI Kuartal III 2025 sebesar 5,04 persen. Realisasi ini lebih tinggi dari dua negara G20 yakni China dan Korea Selatan yang masing-masing sebesar 4,8 persen dan 1,7 persen. "Indonesia ekonomi masih solid, di antara G20 kita nomor tiga," kata Airlangga saat ditemui di kantornya, Jakarta, Rabu . Baca juga: BI Prediksi Pertumbuhan Ekonomi RI 2025 Bisa Tembus 5,4 Persen, Apa Pendorongnya? Menurutnya, ekonomi pada Kuartal III 2025 lebih baik dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang tumbuh 4,95 persen. Meski dibandingkan kuartal sebelumnya yang sebesar 5,12 persen, pertumbuhan ekonomi Kuartal III mengalami penurunan. "Dengan angka yang 5,04 persen itu berarti kita bisa menjaga di level 5 persen," kata Airlangga. Baca juga: Ekonom Soroti Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Kuartal III 2025, Ada Apa? Airlangga juga optimistis target pertumbuhan ekonomi 2025 sebesar 5,2 persen bakal tercapai. Meski pertumbuhan ekonomi kuartal I hingga III masih di bawah target, ekonomi masih berpeluang tumbuh lebih cepat di akhir tahun dengan momen libur Natal dan Tahun Baru pada akhir tahun nanti. Pemerintah juga menjaga daya beli masyarakat lewat bantuan sosial dan stimulus ekonomi. Selain itu, pemerintah juga menyiapkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) perumahan senilai Rp 130 triliun untuk mendorong permintaan dan investasi di sektor perumahan. "On track, kita optimis Kuartal IV bisa naik," tukasnya. Baca juga: Pertumbuhan Ekonomi Kuartal III 2025 5,04 Persen, Ekonom: Terlalu Optimistis Sebelumnya, Ekonom dari Universitas Andalas Syafruddin Karimi menilai pertumbuhan ekonomi nasional mulai kehabisan tenaga. Sebab pertumbuhan ekonomi Kuartal III lebih rendah dari pertumbuhan ekonomi Kuartal II 2025. Bahkan secara kuartalan, pertumbuhan ekonomi Kuartal III 2025 hanya 1,43 persen, merosot cukup dalam dibandingkan kuartal sebelumnya yang mencapai 4,04 persen. "Ini menandakan dorongan yang rapuh di tengah gejolak eksternal dan domestik," ujarnya kepada media, Rabu.


(prf/ega)