Meksiko Terapkan Tarif hingga 50 Persen untuk China, Indonesia, sampai Thailand

2026-01-16 12:53:06
Meksiko Terapkan Tarif hingga 50 Persen untuk China, Indonesia, sampai Thailand
MEXICO CITY, - Senat Meksiko pada Rabu menyetujui kenaikan tarif hingga 50 persen tahun depan untuk impor dari China dan beberapa negara Asia lainnya.Kenaikan tarif ini untuk memperkuat industri lokal meskipun mendapat penentangan dari kelompok bisnis.Dikutip dari Reuters, Kamis , keputusan tersebut, yang sebelumnya telah disahkan oleh majelis rendah, akan menaikkan atau memberlakukan bea masuk baru hingga 50 persen mulai tahun 2026. Baca juga: Purbaya Keluarkan Aturan Bea Keluar Emas, Tarif Sampai 15 PersenSHUTTERSTOCK/OLIVIER LE MOAL Ilustrasi tarif impor Trump. Tarif ini untuk barang-barang tertentu seperti mobil, suku cadang mobil, tekstil, pakaian, plastik, dan baja dari negara-negara tanpa perjanjian perdagangan dengan Meksiko, termasuk China, India, Korea Selatan, Thailand, dan Indonesia.Sebagian besar produk akan dikenakan tarif hingga 35 persen.Senat Meksiko mengesahkan RUU tersebut dengan 76 suara mendukung, 5 menentang, dan 35 abstain.RUU yang disetujui lebih lunak daripada RUU yang terhenti di majelis rendah musim gugur ini, dengan tarif pada sekitar 1.400 lini produk yang berbeda, yakni sebagian besar tekstil, pakaian, baja, suku cadang otomotif, plastik, dan alas kaki, serta pengurangan bea masuk pada sekitar dua pertiga dari produk tersebut dibandingkan dengan proposal aslinya.Baca juga: RI Bantah Kesepakatan Tarif dengan AS Terancam Batal, Tegaskan Negosiasi Masih BerjalanKementerian Perdagangan China menanggapi keputusan penerapan tarif tersebut dengan mengatakan akan memantau rezim tarif baru Meksiko dan mempertimbangkan dampaknya.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Lalu ketiga, penguatan talenta keamanan siber ASN, baik di pusat maupun di daerah, dan terakhir, pendampingan intensif melalui Ekosistem Keamanan Siber Nasional.Dengan empat langkah strategis ini, keamanan siber tidak lagi bersifat reaktif, tetapi menjadi sistem pertahanan yang proaktif, terstandarisasi, dan terintegrasi untuk melindungi ruang digital Indonesia, jelasnya.Sementara itu, Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Nugroho Sulistyo Budi mengatakan, sinergi, kolaborasi, kerja sama, persatuan, kerukunan, adalah rumus keberhasilan suatu bangsa dalam mewujudkan transformasi nasional.Menurutnya, BSSN dan Kementerian PANRB terus berupaya meningkatkan sinergi dan kolaborasi di berbagai bidang, termasuk dalam pelaksanaan program percepatan transformasi digital yang aman.Baca juga: Rapat bersama DPR, Menteri PANRB Sampaikan Progres dan Proyeksi Program Kerja Kementerian PANRBTentu saja percepatan transformasi itu untuk mendukung Asta Cita dan Program Prioritas Presiden menuju Indonesia Emas 2045.Kami sangat mengapreasiasi Kementerian PANRB yang telah memberikan arahan dan dukungan sehingga terbuka ruang kolaborasi yang kuat antar kedua institusi, kata Sulistyo.Kolaborasi itu, kata dia, diwujudkan dengan menempatkan keamanan siber dan sandi sebagai enabler dan trust builder, serta mengintegrasikan keamanan siber dan sandi dalam kebijakan serta peta jalan penyelenggaraan transformasi digital.Hal tersebut, dilakukan untuk meningkatkan aksesibilitas dan kualitas layanan kepada masyarakat.

| 2026-01-16 12:38