Gus Yahya Harap PBNU Tetap Utuh Sebagai Organisasi

2026-01-13 15:16:24
Gus Yahya Harap PBNU Tetap Utuh Sebagai Organisasi
JAKARTA, - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Yahya Cholil Staquf berharap organisasi yang dipimpinnya tetap utuh dan terus bersama.Pesan tersebut disampaikannya dalam menanggapi permintaan yang menginginkannya mundur dari posisi Ketum PBNU."NU bukan merasa penting, tapi kita berharap ada kepada semua pihak untuk ya menghargai keinginan-keinginan kami untuk tetap utuh satu organisasi, satu kebersamaan," ujar Gus Yahya dalam konferensi pers yang dikutip dari Kompas TV, Rabu ."Integritas kebersamaan penuh. Mohon ini dihormati kepada siapapun kepada kepentingan apapun," sambungnya.Baca juga: Mengenal Istilah Kepengurusan PBNU, Ada Rais Aam, Mustasyar, hingga TanfidziyahDi samping itu, Gus Yahya menegaskan, pengurus NU dari berbagai tingkatan menolak dirinya diberhentikan dari kursi Ketum PBNU.Ia menyebut, pemberhentian siapapun di PBNU harus dilakukan melalui proses muktamar. Gus Yahya sendiri merupakan Ketum PBNU yang ditetapkan dalam Muktamar NU di Lampung pada Desember 2021."Menolak adanya pemberhentian siapapun, apalagi mandataris sampai dengan muktamar yang akan datang. Itu sudah disampaikan jajaran pengurus di berbagai tingkatan," ujar Gus Yahya.Baca juga: Gus Yahya: Saya Tetap Ketum PBNU Berdasarkan Konstitusi OrganisasiDalam kesempatan yang sama, Rais Syuriyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) DKI Jakarta, KH Muhyidin Ishaq mendorong terjadinya islah atau damai terkait isu kepemimpinan di PBNU."Kita teman-teman wilayah ini mengimbau, menganjurkan, untuk terjadi islah, apapun alasannya," ujar Muhyidin.Ia menjelaskan, Rais Aam maupun Ketua Umum PBNU hanya bisa diberhentikan lewat mekanisme Muktamar Nahdlatul UIama (NU)."Rais Aam maupun Ketua Umum tidak bisa diberhentikan di tengah jalan, kecuali lewat muktamar. Apakah muktamarnya biasa atau luar biasa," ujar Muhyidin.Baca juga: Gus Yahya Sebut Surat Pemberhentiannya dari Ketum PBNU Tidak SahLanjutnya, PWNU se-Indonesia mendorong adanya islah, minimal hingga terselenggaranya Muktamar ke-35 yang digelar di Surabaya, Jawa Timur, pada 2026.Jika tidak terjadi islah, ia khawatir PBNU justru tidak akan lagi menggelar muktamar dalam waktu yang lama di masa depan."Kesepakatan teman-teman wilayah se-Indonesia ini mengimbau supaya islah, sampai dengan pada Muktamar-lah," ujar Muhyidin.Baca juga: Ini Alasan Ketum PBNU Bisa Diberhentikan, Diatur dalam Perkum 13/2025/HARYANTI PUSPA SARI Konferensi Pers hasil rapat Alim Ulama PBNU di kantor PBNU, Jakarta, Minggu malam.Diketahui, Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya diberhentikan dari posisi Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) berdasarkan surat edaran nomor 4785/PB.02/A.II.10.01/99/11/2025.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

“Fitur ini dapat memberi kendali kepada pengguna untuk menetapkan batas waktu menonton Shorts. Intervensi kecil seperti ini penting untuk membantu anak dan remaja belajar mengatur diri, jelas Graham.Pantauan KompasTekno, area Mental Health Shelf dan fitur pembatasan Shorts memang sudah bisa dijajal di Indonesia.Seperti disebutkan di atas, rak Mental Health Shelf yang dilabeli From health sources akan muncul ketika pengguna memasukkan kata kunci yang berkaitan dengan penyakit mental.Baca juga: MTV Tutup Lima Channel Musik Akhir 2025, Tergeser YouTube dan Medsos?Sementara fitur pembatasan YouTube Shorts bisa diakses melalui menu pengaturan, tepatnya Settings > Time management > dan Shorts feed limit./Bill Clinten Fitur pembatasan waktu menonton Shorts yang baru dirilis YouTube di Indonesia.Country Head YouTube Indonesia, Suwandi Widjaja mengatakan kedua fitur ini merupakan komitmen YouTube untuk membantu remaja Indonesia membangun kebiasaan digital yang lebih sehat serta mengakses informasi yang lebih bertanggung jawab.Di Indonesia, Suwandi menyebut kesehatan mental remaja akan menjadi salah satu fokus dan perhatian YouTube di Indonesia.“Kami sangat serius dengan komitmen kami soal kesehatan mental, dan ini akan menjadi topik yang akan terus menjadi fokus YouTube ke depannya,” kata Suwandi./Bill Clinten Country Head YouTube Indonesia, Suwandi Widjaja dalam acara Beranda Jiwa di kantor Google Indonesia di kawasan SCBD, Jakarta Selatan, Kamis .Meski jadi fokus YouTube di masa depan, Suwandi menambahkan bahwa dukungan kreator dan pakar menjadi elemen penting agar komitmen ini juga bisa dijalankan dengan baik.Baca juga: YouTube Sulap Video Burik Lawas Jadi Bening dengan AI“Kami membutuhkan bantuan dan kerja sama untuk melanjutkan komitmen kami dan program terkait kesehatan mental di masa depan, sekaligus memperluas jangkauannya,” pungkas Suwandi.

| 2026-01-13 14:29