Banjir dan Cuaca Ekstrem Landa 21 Desa Kabupaten Serang, 4.449 Warga Terdampak

2026-01-12 04:12:45
Banjir dan Cuaca Ekstrem Landa 21 Desa Kabupaten Serang, 4.449 Warga Terdampak
— Cuaca ekstrem yang melanda Kabupaten Serang, Banten, pada 16–19 Desember 2025 berdampak luas terhadap permukiman warga.Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Serang mencatat, bencana hidrometeorologi terjadi di 21 desa yang tersebar di sembilan kecamatan, dengan ribuan warga terdampak.Anggota Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Kabupaten Serang, Jhoni Ewangga, mengatakan bencana yang terjadi meliputi banjir, cuaca ekstrem, dan pergerakan tanah."Dampak kejadian ini mengakibatkan 1.295 kepala keluarga (KK) atau 4.449 jiwa terdampak. Tidak ada korban jiwa, tetapi kelompok rentan seperti lansia sebanyak 221 jiwa dan 456 balita turut merasakan dampaknya," kata Jhoni di Serang, Minggu , dikutip dari Antara.Baca juga: Limbah Medis B3 Ditemukan di Pemukiman Warga Kota Serang BantenSembilan kecamatan yang terdampak meliputi Padarincang, Cinangka, Gunungsari, Ciruas, Pontang, Bojonegara, Mancak, Waringinkurung, dan Kramatwatu.Selain merendam permukiman warga, bencana tersebut juga menyebabkan kerusakan pada 1.159 unit rumah serta sejumlah fasilitas umum.Beberapa bangunan yang terdampak antara lain Pondok Pesantren Rohudhotul Mutaqin, Masjid Jami Al-Muhajirin, serta Sekolah Satu Atap di Cikedung.Menurut Jhoni, bencana dipicu oleh kondisi cuaca ekstrem yang terjadi secara beruntun."Penyebab utamanya adalah hujan sedang hingga lebat dengan intensitas tinggi disertai angin kencang yang mengguyur wilayah Kabupaten Serang," ujarnya.Memasuki fase pemulihan, BPBD melaporkan bahwa kondisi banjir di sebagian besar wilayah mulai berangsur surut.Baca juga: Sungai Cikalumpang Meluap, 568 Rumah di Kabupaten Serang Terendam BanjirDi Desa Rancasanggal, Kecamatan Cinangka, Tinggi Muka Air (TMA) dilaporkan menurun menjadi 5–40 sentimeter, sementara di Kampung Sukamaju, Desa Citasuk, air surut sekitar 5–15 sentimeter."Warga yang terdampak di beberapa lokasi banjir sudah mulai kembali ke rumah. Tenda pengungsi di Desa Cigelam juga sudah dibongkar karena situasi sudah aman," jelas Jhoni.Meski demikian, BPBD Kabupaten Serang merekomendasikan penetapan status Siaga Darurat yang dapat ditingkatkan menjadi Tanggap Darurat, sesuai hasil analisis kondisi di lapangan.Masyarakat juga diminta tetap waspada mengingat potensi cuaca ekstrem masih berlanjut."Prakiraan cuaca menunjukkan masih ada potensi hujan sedang hingga lebat di wilayah Kabupaten Serang bagian timur," katanya.Saat ini, kebutuhan mendesak bagi warga terdampak meliputi peralatan kebersihan, alas tidur, makanan siap saji, sembako, selimut, dan air bersih."Kebutuhan mendesak bagi warga saat ini antara lain peralatan kebersihan, alas tidur, makanan siap saji, sembako, selimut, dan air bersih," tutur Jhoni.


(prf/ega)