Begini Penjelasan Engine Brake di Mobil Transmisi Matik

2026-01-11 03:52:53
Begini Penjelasan Engine Brake di Mobil Transmisi Matik
JAKARTA, – Tak sedikit yang menganggap mobil transmisi matik tidak bisa memanfaatkan engine brake seperti halnya mobil manual.Padahal, sistem pada transmisi otomatis tetap memungkinkan pengemudi mendapatkan efek perlambatan dari mesin, meski mekanismenya berbeda.Baca juga: Vinales Sesali Keputusan Tinggalkan YamahaTraining Director Jakarta Defensive Driving Center (JDDC), Jusri Pulubuhu, menjelaskan bahwa mobil matik modern sebenarnya akan menurunkan gigi secara otomatis ketika pengemudi melakukan pengereman.Suzuki Transmisi Matik AT.“Misalnya saat kita menginjak rem, gigi yang semula berada di posisi 5 akan turun otomatis ke gigi 3. Ketika rem dilepas, efeknya adalah muncul engine brake, dan engine brake itu akan ‘menempel’ di gigi 3 tersebut,” kata Jusri kepada Kompas.com, Rabu .Namun, kondisi tersebut tidak selalu terjadi jika tuas transmisi masih berada di posisi D. Sebab begitu beban berkurang, sistem akan kembali menaikkan gigi.“Namun jika kondisi itu terjadi saat tuas berada di posisi D, gigi akan kembali naik ke 4 atau 5. Akibatnya, engine brake yang kita harapkan lebih besar tidak akan tercapai,” kata Jusri.Baca juga: Libur Nataru Lancar: Panduan Cek dan Isi Saldo Kartu E-TollKarena itu, Jusri menyarankan teknik sederhana agar engine brake bisa bekerja lebih efektif pada mobil matik, khususnya saat menghadapi situasi darurat atau membutuhkan perlambatan lebih kuat.DEFRIATNO NEKE Sebuah mobil Daihatsu Ayla dengan nomor polisi DT 1979 DG menabrak tiga motor di jalan turunan jembatan beli, Jln Gatot Subroto, Kelurahan Bataraguru, Kecamatan Wolio, Kota Baubau, Sulawesi Tenggara, Sabtu siang.“Karena itu, prosesnya sebenarnya sederhana bagi orang yang tidak ingin repot secara mekanis. Bagi yang ingin tahu alasannya sudah kita jelaskan, tetapi secara praktik cukup pindahkan saja tuas ke gigi 2 (D2/L) sambil mengerem. Setelah itu lepaskan rem, maka engine brake akan bekerja,” kata Jusri.Jusri yang pernah menimba ilmu berkendara di Rob Slotermaker Skid Control School, Zandvoort, Belanda, itu melanjutkan, teknik ini bisa diulang sesuai kebutuhan perlambatan.“RPM akan naik, tetapi gigi tidak berpindah. Saat RPM naik, injak kembali rem yang tadi dilepas. Lakukan berulang sesuai perlambatan yang diinginkan," ujarnya.Baca juga: Lampu Hazard: Tanda Bahaya, Bukan Harap Maklum "Dalam kondisi darurat, jika engine brake yang kita dapatkan dengan memindahkan tuas ke gigi 2 (D2) masih kurang, lakukan hal yang sama dengan memindahkan ke gigi 1 (D1)," katanya.cdn.website.thryv.com Ilustrasi transmisi dual clutch pada mobil"Dengan begitu, engine brake pada matik tetap ada dan bisa diperoleh lebih besar dibanding kondisi normal, meski tetap tidak sebesar pada transmisi manual,” ujarnya.Menurut Jusri, teknik ini bisa menjadi solusi ketika rem bekerja keras, misalnya saat melintas di turunan panjang. Namun, pengemudi tetap perlu memahami keterbatasannya.“Namun perlu disampaikan bahwa pada transmisi matik, engine brake tidak semaksimal transmisi manual. Meski begitu, engine brake pada matik tetap bisa dimanfaatkan dalam kondisi darurat,” katanya.


(prf/ega)