BENGKULU, - Lima petani asal Desa Kembang Seri, Kecamatan Pino Raya, Kabupaten Bengkulu Selatan, menjadi korban penembakan yang diduga dilakukan oknum keamanan perusahaan perkebunan kelapa sawit pada Senin .Kepala Bidang Humas Polda Bengkulu Kombes Andy Pramudya Wardana menyatakan, hingga saat ini penyidik dari Polres Bengkulu Selatan masih mendalami kasus penembakan tersebut."Konflik yang terjadi antara karyawan PT Agro Bengkulu Selatan (ABS) dan Forum Masyarakat Pino Raya (FMPR) terjadi sekitar pukul 13.00 WIB," ungkapnya dalam keterangan pers di Mapolda Bengkulu, Selasa .Menurut Andy, lokasi kejadian berada di area blok E6 kebun PT ABS, di mana terjadi konflik antara 10 karyawan perusahaan dan sekitar 40 anggota FMPR.Baca juga: Kunjungi 5 Petani Korban Penembakan Konflik Agraria, Bupati Bengkulu Selatan: Biarkan Tim Medis BekerjaKronologi peristiwa bermula saat karyawan PT ABS melakukan pembukaan jalan menggunakan buldozer. Ketika waktu makan siang, 40 petani dari FMPR mendatangi mereka."FMPR meminta karyawan PT ABS untuk menghentikan kegiatan pembuatan jalan dan mematikan mesin alat berat. Mereka juga meminta dibuatkan surat pernyataan, namun hal itu gagal karena tidak ada alat tulis di lapangan," jelasnya.Andy melanjutkan, dalam situasi tersebut, seorang karyawan PT ABS yang diinisialkan RK melakukan penembakan terhadap warga.Akibatnya, satu karyawan perusahaan, AH (39), mengalami luka tusuk di dagu dan lima luka tusuk di punggung, dan kini dirawat di RS Hasanuddin Damrah, Bengkulu Selatan.Baca juga: 5 Petani di Bengkulu Selatan Ditembak Sekuriti Perusahaan Sawit, Walhi Minta InvestigasiSementara itu, lima petani yang menjadi korban penembakan, yaitu BS (74) yang terkena tembakan di perut, serta EH (49), LSM (41), ES (61), dan SHD (60), mengalami luka tembak lainnya.Saat ini, pihak kepolisian telah mengamankan satu senjata api jenis revolver dan lima selongsong peluru.Sementara itu, barang bukti berupa pisau dan parang masih dalam pencarian."Saat ini, perkara masih didalami baik itu senjata api maupun senjata tajam oleh penyidik Polres Bengkulu Selatan," tambahnya.Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Sultan B Najamudin, mengecam penembakan terhadap lima petani tersebut dalam konteks konflik agraria dengan perusahaan perkebunan kelapa sawit.Sultan mengutus staf khusus, Brigjen Pol Esmed Eryani, terjun langsung ke lokasi kejadian.“Kami prihatin mengapa konflik bisa sejauh ini. Negara harus hadir untuk ini. Saya langsung perintahkan kepada Stafsus Brigjend Pol Esmed Eryadi, yang kebetulan merupakan putra asli Bengkulu Selatan, untuk turun langsung ke lapangan dan berkoordinasi dengan pihak pemerintah daerah serta Forkominda Bengkulu Selatan agar segera mengambil tindakan yang diperlukan,” jelas Sultan dalam rilis yang diterima Kompas.com, Selasa .
(prf/ega)
Kronologi Penembakan Lima Petani di Bengkulu Versi Polisi
2026-01-11 23:57:11
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 00:03
| 2026-01-11 21:25
| 2026-01-11 21:22










































