Seorang Warga Kutacane Minta Kali Alas Dibendung ke Prabowo: Jagung Kami Habis, Setiap Tahun Banjir

2026-02-01 20:34:04
Seorang Warga Kutacane Minta Kali Alas Dibendung ke Prabowo: Jagung Kami Habis, Setiap Tahun Banjir
JAKARTA, - Seorang warga Kutacane, Pulo Sanggar, Aceh Tenggara, mengadu kepada Presiden Prabowo Subianto agar pemerintah dapat membendung Sungai Alas, yang jaraknya kurang dari 100 meter dari desa.Permohonan itu disampaikannya saat Prabowo mengunjungi pengungsian di Kutacane, Aceh Tenggara, usai bertolak meninjau lokasi banjir di Tapanuli Tengah, Sumatera Utara (Sumut), Senin ."Terima kasih Bapak Presiden yang sudah hadir di kampung kami. Mohon kiranya Pak, Kali Alas kami 100 meter dari kampung kami, mohon dibendung, Pak," kata warga tersebut di hadapan Prabowo, dikutip dari tayangan YouTube Sekretariat Presiden, Senin.Baca juga: Prabowo Datangi Jembatan Pante Dona di Aceh yang Tersisa Rangka Baja imbas Banjir BandangWarga itu menyampaikan, banjir kerap terjadi setiap tahun di wilayahnya. Hal ini membuat hasil panen jagung hancur sehingga petani merugi."Di samping ini Kali Alas besar, Pak. Jagung kami semua sudah habis, Pak, kami nggak tahu ke depannya untuk apa, mohon tinjau Bapak sebentar, Pak," katanya."Kami sudah hancur, Pak, bertani jagung kami nggak berhasil, Pak. Kami setiap tahun banjir, Pak, mohon dibendung," imbuhnya.Menanggapi hal itu, Bupati Aceh Tenggara Salim Fakhry yang turut mendampingi Prabowo mengatakan, akan mengirim tim ke lokasi untuk meninjau.Baca juga: Prabowo: Kapal Besar Sudah Merapat di Sibolga, Hercules Dikerahkan Tiap HariPasalnya, Prabowo harus segera bertolak ke Sumatera Barat (Sumbar) untuk meninjau lokasi banjir bandang lain."Masa presiden sudah hadir di sini, selama ada Indonesia pernah nggak presiden datang ke Kutacane? Tepuk tangan untuk Bapak Presiden. Maka lebih dan kurang, kami mohon maaf nanti izin Pak Presiden, ada timnya nanti. Menteri PU masih ada di sini," jelas Salim Fakhry.Sementara Prabowo menyatakan, pihaknya akan memperhatikan masukan dari masyarakat. Ia pun menyebut akan membantu warga."Terima kasih ya, nanti kita perhatikan, kita bantu. Tapi percayalah kita akan berbuat yang terbaik untuk rakyat," tandas Prabowo.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Sekali lagi melihatnya sekali mungkin tidak menjadi tantangan, tetapi melihatnya berkali-kali bisa mendistorsi pandangan anak tentang body image mereka sendiri, ujar Graham.Ada beberapa konten yang dibatasi oleh YouTube untuk dikonsumsi pra-remaja dan remaja secara berulang, salah satunya konten dengan topik yang membahas tentang perbandingan ciri fisik seseorang.Kemudian topik yang mengidealkan beberapa tipe fisik, mengidealkan tingkat kebugaran atau berat badan tertentu, serta menampilkan agresi sosial seperti perkelahian tanpa kontak dan intimidasi.Selanjutnya adalah topik yang menggambarkan remaja sebagai sosok yang kejam dan jahat, atau mendorong remaja untuk mengejek orang lain,menggambarkan kenakalan atau perilaku negatif, dan nasihat keuangan yang tidak realistis atau buruk.Inilah mengapa YouTube bekerja sama dengan pemerintah dan para ahli, dalam hal ini Kemenkomdigi RI, psikolog, dan psikiater.Mereka adalah para panutan yang telah benar-benar mendorong kemajuan tentang bagaimana kita bisa meningkatkan informasi seputar kesehatan mental, ucap Graham.Kompas.com / Nabilla Ramadhian Tampilan fitur Teen Mental Health Shelf di YouTube.Berkaitan dengan kolaborasi tersebut, Graham mengumumkan bahwa pihaknya meluncurkan fitur Teen Mental Health Shelf, yang dirancang khusus untuk membantu menjaga kesehatan mental remaja.Baca juga: Ribuan Iklan Rokok Serbu Youtube, Ruang Anak TerancamIni untuk para remaja di Indonesia yang akan menggunakan platform kami untuk mencari topik-topik sensitif seperti depresi, kecemasan, atau perundungan, jelas Graham.

| 2026-02-01 20:19