PLN EPI Olah Limbah Aren di Ciamis Menjadi Biomassa

2026-01-12 11:45:12
PLN EPI Olah Limbah Aren di Ciamis Menjadi Biomassa
CIAMIS, - PLN Energi Primer Indonesia (EPI) memanfaatkan limbah serabut aren di Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, untuk menjadi biomassa.Limbah serabut aren menjadi permasalahan lingkungan di Kabupaten Ciamis, khususnya Kecamatan Cijeungjing. Limbah mengeluarkan bau tidak sedap yang cukup mengganggu di lingkungan masyarakat.Tahun 2023, PLN EPI mendapat informasi adanya potensi bahan baku yang cocok untuk bahan bakar PLTU di Pulau Jawa. Bahan tersebut yaitu limbah serabut aren."Potensinya tak main-main. Ketika dicek, dugaan sementara lebih dari 1 juta metrik ton limbah aren yang tersedia. Ini karena merupakan akumulasi proses produksi yang sudah berlangsung selama 15 tahun," kata Manager Strategi dan Pengembangan Bisnis Biomassa PLN EPI, Odi Sefriadi saat peresmian fasilitas hub pengolahan biomassa PLN EPI di Desa Bojongmengger, Kecamatan Cijeungjing, Kabupaten Ciamis, Selasa .Baca juga: Misteri Kerangka Yudha Dalam Pohon Aren di Sergai Sumut, Polisi: Tidak Ada Tanda KekerasanSetelah diteliti, lanjut dia, jika limbah aren dibiarkan maka akan melepaskan gas metan. Gas ini ditengarai memiliki dampak negatif 24 kali lebih banyak dibandingkan dengan CO2, gas yang dibakar di PLTU."Kami lakukan pengembangan bagaimana cara memanfaatkan limbah aren," kata Odi.Baca juga: BJA Group Tanam 20 Juta Pohon Gamal, Transisi Energi lewat Biomassa BerkelanjutanSaat penelitian, lanjut dia, ada satu kendala dalam memanfaatkan limbah aren. Limbah ternyata mengandung air cukup banyak.Pihak PLN EPI kemudian mengembangkan sejumlah teknologi. Teknologi paling efisiensi untuk tahapan awal, pihaknya memilih teknologi dewatering meggunakan scuppers."Kami uji coba pertengahan tahun lalu, hasilnya cukup memuaskan dan mudah-mudahan bisa menjadi solusi dan membentuk kolaborasi PLN grup dengan lingkungan warga Cijeungjing," harap Odi.Direktur Biomassa PLN EPI, Hokkop Situngkir menjelaskan, hub pengolahan biomassa ini merupakan yang pertama yang diresmikan. Upaya ini untuk co-firing atau mengganti sebagian molekul-molekul batu bara di PLTU, dengan sumber-sumber hayati.


(prf/ega)