AS Ungkap Suriah Akan Bantu Konfrontasi Mantan Sekutunya Iran-Hizbullah

2026-01-12 09:13:23
AS Ungkap Suriah Akan Bantu Konfrontasi Mantan Sekutunya Iran-Hizbullah
Amerika Serikat (AS) mengungkapkan bahwa Suriah, di bawah kepemimpinan yang baru, akan membantu Washington dalam mengkonfrontasi Iran, terutama Garda Revolusi Iran, dan kelompok Hizbullah, yang dulu menjadi sekutu dekat negara tersebut.Hal tersebut, seperti dilansir Al Arabiya, Kamis , diungkapkan oleh utusan AS untuk Suriah, Tom Barrack, dalam pernyataan terbaru via media sosial X. Dia memuji membaiknya hubungan antara AS dan Suriah telah mengubah "keterasingan" menjadi "keterlibatan".Barrack, dalam postingan panjang di media sosial, membahas kunjungan bersejarah Presiden Suriah Ahmed al-Sharaa ke Gedung Putih pada 10 November lalu. Kunjungan itu merupakan yang pertama kali dilakukan seorang pemimpin Suriah sejak negara itu meraih kemerdekaannya pada tahun 1946 silam."Pekan ini menandai titik balik yang menentukan dalam sejarah modern Timur Tengah -- dan dalam transformasi luar biasa Suriah, dari isolasi menjadi kemitraan," sebut Barrack dalam pernyataannya.Barrack yang menjabat Duta Besar AS untuk Turki ini, juga ditugaskan oleh Presiden Donald Trump untuk menangani masalah Suriah selama beberapa bulan terakhir. Dalam postingannya, dia menyebut pembicaraan antara Trump dan Al-Sharaa semakin memperkuat hubungan kedua negara yang membaik."Presiden Donald J Trump dan Presiden al-Sharaa menegaskan kembali keyakinan bersama: Bahwa waktunya telah tiba untuk menggantikan keterasingan dengan keterlibatan, dan untuk memberi Suriah -- dan rakyatnya -- kesempatan yang nyata untuk pembaruan," ujarnya.Pasukan oposisi bersenjata yang dipimpin Al-Sharaa berhasil menggulingkan penguasa lama Suriah, Bashar al-Assad, pada akhir tahun lalu. Assad dijauhi oleh Barat, tetapi menjalin hubungan strategis sejak lama dengan musuh-musuh Barat, terutama Iran dan kelompok Hizbullah yang bermarkas di Lebanon."Damaskus sekarang akan secara aktif membantu kami dalam mengkonfrontasi dan membongkar sisa-sisa ISIS, IRGC (Garda Revolusi Iran), Hamas, Hizbullah, dan jaringan teroris lainnya, dan akan berdiri sebagai mitra yang berkomitmen dalam upaya global untuk mengamankan perdamaian," ungkap Barrack. Dia memuji komitmen Suriah untuk bergabung dengan koalisi global melawan ISIS yang dipimpin AS.Hal ini, sebut Barrack, "berdiri sebagai kerangka kerja bersejarah yang menandai transisi Suriah dari sumber terorisme menjadi mitra kontraterorisme -- sebuah komitmen untuk membangun kembali, bekerja sama, dan berkontribusi pada stabilitas seluruh kawasan".Sementara itu, saat berbicara kepada media terkemuka AS The Washington Post pekan lalu, seperti dikutip Iran International, Al-Sharaa mengatakan bahwa Suriah telah mengusir pasukan Iran dan Hizbullah dari wilayahnya, dan siap untuk fase baru dengan AS setelah puluhan tahun ketegangan.Simak juga Video Trump Usai Bertemu Presiden Suriah di Gedung Putih: Saya Menyukainya[Gambas:Video 20detik]


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

“Fitur ini dapat memberi kendali kepada pengguna untuk menetapkan batas waktu menonton Shorts. Intervensi kecil seperti ini penting untuk membantu anak dan remaja belajar mengatur diri, jelas Graham.Pantauan KompasTekno, area Mental Health Shelf dan fitur pembatasan Shorts memang sudah bisa dijajal di Indonesia.Seperti disebutkan di atas, rak Mental Health Shelf yang dilabeli From health sources akan muncul ketika pengguna memasukkan kata kunci yang berkaitan dengan penyakit mental.Baca juga: MTV Tutup Lima Channel Musik Akhir 2025, Tergeser YouTube dan Medsos?Sementara fitur pembatasan YouTube Shorts bisa diakses melalui menu pengaturan, tepatnya Settings > Time management > dan Shorts feed limit./Bill Clinten Fitur pembatasan waktu menonton Shorts yang baru dirilis YouTube di Indonesia.Country Head YouTube Indonesia, Suwandi Widjaja mengatakan kedua fitur ini merupakan komitmen YouTube untuk membantu remaja Indonesia membangun kebiasaan digital yang lebih sehat serta mengakses informasi yang lebih bertanggung jawab.Di Indonesia, Suwandi menyebut kesehatan mental remaja akan menjadi salah satu fokus dan perhatian YouTube di Indonesia.“Kami sangat serius dengan komitmen kami soal kesehatan mental, dan ini akan menjadi topik yang akan terus menjadi fokus YouTube ke depannya,” kata Suwandi./Bill Clinten Country Head YouTube Indonesia, Suwandi Widjaja dalam acara Beranda Jiwa di kantor Google Indonesia di kawasan SCBD, Jakarta Selatan, Kamis .Meski jadi fokus YouTube di masa depan, Suwandi menambahkan bahwa dukungan kreator dan pakar menjadi elemen penting agar komitmen ini juga bisa dijalankan dengan baik.Baca juga: YouTube Sulap Video Burik Lawas Jadi Bening dengan AI“Kami membutuhkan bantuan dan kerja sama untuk melanjutkan komitmen kami dan program terkait kesehatan mental di masa depan, sekaligus memperluas jangkauannya,” pungkas Suwandi.

| 2026-01-12 07:59