PALOPO, – Hujan deras yang mengguyur Kota Palopo, Sulawesi Selatan, sejak Jumat sore memicu longsor besar di Kelurahan Latuppa, Kecamatan Mungkajang. Tebing setinggi sekitar 15 meter runtuh dan menimbun badan jalan penghubung Palopo–Luwu pada Kilometer 11.Material berupa tanah, batu, dan batang kayu menutup badan jalan sepanjang kurang lebih 60 meter. Hingga Sabtu siang, akses belum bisa dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat karena kondisi tanah masih labil dan longsor susulan masih terjadi.Sejumlah warga tetap nekat melintas dengan berjalan kaki demi melanjutkan aktivitas, meski petugas telah mengingatkan bahaya jatuhan batu dari tebing.Baca juga: Longsor Tutup Jalan Poros Palopo–Bastem Utara, Tiga Motor TertimbunMaterial longsor menimbun tiga sepeda motor milik tenaga pendidik SD Sangga Langi Bastem. Peristiwa ini terjadi pada Jumat sekitar pukul 18.00 Wita, saat hujan deras mengguyur wilayah Latuppa. Empat guru sedang dalam perjalanan pulang usai mengikuti pelatihan di Kabupaten Luwu.Tiga di antaranya yakni Nisa, Sandra Noloan, dan Sanda sempat berlari menyelamatkan diri ketika melihat material tanah mulai bergerak. Mereka terpaksa meninggalkan motor Revo, Jupiter, dan motor matic yang ikut tertimbun.Ayah salah satu guru, Pelipus Patuju, mengatakan anaknya sempat terkena batu di bagian kepala, tetapi tidak mengalami luka serius karena mengenakan helm.“Anakku selamat, tapi motornya tertimbun. Sempat kena batu di kepalanya, untungnya dia pakai helm,” kata Pelipus.Ia menjelaskan ketiga motor tidak bisa dievakuasi karena area masih tertutup material longsor dan kondisi tebing belum stabil.Petugas TNI dari Koramil Wara telah berada di lokasi sejak Jumat malam untuk membantu evakuasi awal. Mereka bekerja menggunakan peralatan seadanya karena tanah masih terus bergerak.Danramil Wara, Kapten Inf Agus Purwono, mengatakan pihaknya bergerak setelah menerima laporan dari Lurah Latuppa.“Bebatuan terus berjatuhan. Panjang longsor sekitar 60 meter dengan ketinggian material diperkirakan mencapai empat meter,” ucap Agus.Menurut Agus, akses masih lumpuh total dan belum dapat dibuka tanpa alat berat. Ia mengimbau warga tidak melintas, termasuk dengan berjalan kaki, karena risiko longsor susulan masih tinggi.“Pengerjaan diperkirakan memakan waktu dua sampai tiga hari, bergantung kondisi cuaca dan stabilitas tebing,” ujarnya.Kepala Pelaksana BPBD Palopo, Rachmad, mengatakan longsor terjadi di titik yang sama dengan kejadian pada 11 November 2025.“Titik longsor masih sama seperti sebelumnya, tetapi kali ini luasannya lebih besar,” tutur Rachmad.Ia menjelaskan pada awalnya material menutup sekitar 25 meter badan jalan dengan ketinggian hingga empat meter. Namun proses longsor terus berlangsung sehingga menutup hingga 60 meter badan jalan.“Awalnya sekitar 25 meter badan jalan tertutup material setinggi empat meter dan longsor terus berlangsung sehingga bertambah sampai 60 meter. Kami masih berkoordinasi dengan Dinas PUPR untuk pengerahan alat berat,” ujarnya.BPBD mengimbau warga menghindari area tersebut karena tebing masih labil dan potensi longsor susulan cukup tinggi.Hingga Sabtu siang, jalur Palopo–Bastem belum dapat dilalui. Cuaca yang masih berpotensi hujan membuat kondisi tebing terus berubah dan menghambat pembersihan material.
(prf/ega)
Longsor Tebing 15 Meter Timbun Jalan Palopo–Luwu, Tiga Motor Guru Ikut Terkubur
2026-01-12 05:23:19
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 04:45
| 2026-01-12 04:19
| 2026-01-12 04:04
| 2026-01-12 03:54
| 2026-01-12 03:29










































