Solusi Atasi Banjir Tahunan di Kaligawe Semarang, Menteri PU Janji Tinggikan Jalan

2026-01-12 08:04:09
Solusi Atasi Banjir Tahunan di Kaligawe Semarang, Menteri PU Janji Tinggikan Jalan
SEMARANG, – Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menjanjikan peninggian Jalan Kaligawe Raya di Kota Semarang sebagai solusi untuk mengatasi masalah banjir yang kerap melanda kawasan tersebut setiap tahun.Dalam kunjungannya ke Semarang, Dody mengungkapkan bahwa proyek perbaikan pascabanjir saat ini masih berlangsung dan ia berencana untuk mengecek langsung progres pekerjaan tersebut.“Kaligawe kok sudah mau selesai tuh. Nanti saya habis ini mau lihat progresnya. Kemarin kan kurang kolam retensi, tapi kolam retensi sudah selesai,” kata Dody usai membuka International Conference on Construction Innovation (ICCI) 2025 di Auditorium Politeknik Pekerjaan Umum, Kota Semarang, Kamis .Baca juga: Terdampak Banjir Kaligawe 11 Hari, Layanan RSI Sultan Agung Kembali NormalDody memastikan bahwa perbaikan jalan yang disertai peninggian akan dilaksanakan pada tahun mendatang.Menurutnya, peninggian ruas jalan tersebut telah menjadi agenda tahunan.Ia menekankan pentingnya upaya ini untuk mengantisipasi penurunan muka tanah yang signifikan di kawasan pantura Jawa Tengah, termasuk di Jalan Kaligawe Raya.“(Peninggian di Jalan Kaligawe) iya. Itu kan memang dari tahun ke tahun kita kerjakan peninggian Jalan Kaligawe. Tahun 2026 pasti ada lagi. Tiap tahun selalu kita anggarkan untuk peninggian jalan itu,” bebernya.Meskipun demikian, Dody enggan mengungkapkan secara detail proses pelaksanaan proyek tersebut, karena kewenangan telah diserahkan kepada Badan Otorita Pengelola Pantai Utara.Baca juga: Perbaikan Rel Diperpanjang, Jalan Kaligawe Semarang Masih Diberlakukan Buka Tutup“Tapi ke depan nanti big project-nya akan dikerjakan oleh Badan Otorita Pantai Utara Jawa. Jadi, nanti lebih detailnya di sana. Desain seperti apa, detailnya di sana,” katanya.KOMPAS.COM/Muchamad Dafi Yusuf Jalan Raya Kaligawe, Kota Semarang, Jawa Tengah awal November 2025. Dia juga menambahkan bahwa badan otorita tersebut bertanggung jawab atas pembangunan giant sea wall atau tanggul laut raksasa di Semarang-Demak, yang mendapatkan anggaran sebesar Rp 10 triliun."Kalau bicara giant sea wall kan sekarang sudah ada badan otoritanya, jadi saya tidak berhak berkomentar banyak,” tuturnya.Banjir yang sering terjadi di Pantura Semarang tidak hanya mengganggu mobilitas warga, tetapi juga menghambat perekonomian dan jalur distribusi logistik.Dody menyebutkan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah melantik Laksamana Madya TNI (Purn) Didit Herdiawan Ashaf sebagai Kepala Badan Otorita Pengelola Pantura Jawa pada 25 Agustus lalu.Didit juga menjabat sebagai Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan.Baca juga: Jalan Kaligawe Semarang Akan Ditinggikan 1 Meter Usai Terendam BanjirPembangunan tanggul laut Pantura yang menjadi visi Presiden Prabowo Subianto akan membentang dari Banten hingga Gresik, Jawa Timur, dengan prioritas utama pada wilayah Jakarta dan Semarang.Sebelumnya, Dody Hanggodo juga menyatakan bahwa pemerintah pusat tengah menyiapkan pembangunan tanggul laut sepanjang 20 kilometer untuk menanggulangi rob di pesisir Jawa Tengah, termasuk di Sayung, Kabupaten Demak.“Pak Prabowo menyampaikan di forum Internasional Conference Indonesia. Hari Kamis lalu disampaikan akan dibentuk Badan Otorita khusus untuk menangani tanggul sepanjang Pantura Jawa,” katanya di Demak, Minggu .


(prf/ega)