Penjualan iPhone Air Lesu, Merek Lain Batal Bikin HP Tipis

2026-01-14 10:33:58
Penjualan iPhone Air Lesu, Merek Lain Batal Bikin HP Tipis
 - Beberapa waktu lalu, sejumlah analis memperkirakan bahwa penjualan iPhone Air belum memenuhi ekspektasi perusahaan. Padahal, iPhone tertipis yang pernah dirilis Apple ini dianggap sebagai salah satu "breakthrough" alias terobosan dalam desain smartphone masa kini.Beberapa brand smartphone pun ikut menyiapkan ponsel berbodi tipis ala iPhone Air, bahkan beberapa sudah merilisnya.Namun, lantaran penjualan iPhone Air yang lesu, vendor smartphone lain, terutama dari China, kabarnya menunda produksi ponsel ultra-tipis mereka.Brand seperti Oppo, Xiaomi, dan Vivo kabarnya mengalokasikan rencana produksi ponsel tipis ala iPhone Air ke produk lain.Baca juga: Unboxing iPhone Air, Super Enteng tapi Tetap Nyaman DigenggamXiaomi sebelumnya dikabarkan akan merilis smartphone tipis untuk menantang iPhone Air. Sementara Vivo disebut menyiapkan ponsel tipis untuk lini mid-range, yakni S Series. Keduanya konon menunda rencana itu, meski belum memberikan komentar resmi./Caroline Saskia Tanoto Desain iPhone Air dibuat seperti pil memanjang horizontal untuk menampung satu kamera tunggal beresolusi 48 MP MP (f/1.6, 26 mm) dengan dukungan OIS (Optical Image Stabilization) dan kemampuan pemotretan 24 MP atau 48 MP, memungkinkan hasil foto tajam di berbagai kondisi pencahayaan.Menurut laporan sebelumnya, sejumlah analis menilai kombinasi antara harga dan spesifikasi yang ditawarkan iPhone Air kurang menarik konsumen global.Oleh karena itu, banyak konsumen yang akhirnya menjatuhkan pilihan ke model basic iPhone 17 "reguler", karena dianggap "worth to buy" alias harganya sepadan.Konsumen juga akan lebih mengincar iPhone 17 Pro/Pro Max yang menawarkan fitur dan spesifikasi yang lebih premium.Karena performa penjualan yang meleset dari target, Apple pun mengubah strategi.Mengutip laporan The Elec yang bersumber dari Mizuho Securities, Apple disebut akan mengurangi produksi iPhone Air sekitar satu juta unit pada 2025.Baca juga: iPhone Air Hanya Laris di China, Apple Ubah Strategi Langkah ini menjadi bagian dari penyesuaian strategi perusahaan terhadap permintaan yang lebih rendah dari perkiraan awal.Karena penjualan iPhone Air yang tak sesuai ekspektasi ini, Apple dikabarkan tidak akan merilis penerusnya, yakni iPhone Air generasi kedua, sebagaimana dirangkum KompasTekno dari Mac Rumors.Nasib iPhone Air ini hampir mirip dengan ponsel tipis lain yang lahir lebih dulu, salah satunya Galaxy S25 Edge.Kabarnya, Samsung juga tidak akan merilis penerusnya, yakni Galaxy S26 Edge karena penerimaan pasar yang meleset dari target.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Hingga kini, tolok ukur tersebut baru mampu dicapai Ducati, yang mendominasi klasemen konstruktor dengan enam gelar juara beruntun.Honda tercatat sebagai pabrikan pertama yang naik level dalam sistem konsesi sejak skema A-B-C-D diberlakukan pada awal 2024.Honda berhasil melampaui ambang batas 35 persen poin, sehingga berhak bergabung dengan KTM dan Aprilia di kategori C.Baca juga: Cara Mengecas Motor Listrik yang Bikin Baterai AwetDengan perubahan itu, Yamaha kini menjadi satu-satunya pabrikan yang masih berada di kategori D.Dok. HRC Aleix Espargaro menjadi pebalap tes untuk Honda Racing Corporation (HRC)Kondisi tersebut membuat Yamaha tetap menikmati konsesi penuh, termasuk kebebasan pengembangan mesin serta tes privat bersama pebalap utama.“Ini soal di mana kami harus berada, kami harus ada di A. Jadi ini adalah langkah pertama yang logis yang harus kami lakukan,” kata Espargaro, dikutip dari Crash, Selasa .Kenaikan peringkat Honda tidak lepas dari performa solid pada akhir musim 2025.Pada seri penutup musim, Luca Marini finis di posisi ketujuh, hasil krusial yang dibutuhkan Honda untuk melampaui ambang batas poin konsesi.Baca juga: Persiapan Touring Libur Nataru: Ini Item yang Harus Dibawa BikerSelain Marini, performa positif juga ditunjukkan Joan Mir yang meraih beberapa podium, serta Johann Zarco yang berhasil memenangi satu balapan.AFP/LOIC VENANCE Pebalap LCR Honda, Johann Zarco, memacu motornya selama sesi latihan bebas di MotoGP Perancis 2025 di Sirkuit Le Mans pada 10 Mei 2025.Zarco pun menutup musim sebagai pebalap Honda terbaik di klasemen dunia, finis di posisi ke-12, unggul enam poin dari Marini.Espargaro turut menyoroti intensitas program pengujian yang dijalani Honda sepanjang musim. “Sungguh luar biasa seberapa banyak kami bekerja. Saya menjalani tes di Malaysia, lalu kembali ke Eropa, kemudian ke Aragon sebelum tampil wild card di Valencia. Ini menunjukkan besarnya komitmen Honda,” ujarnya.Terkait minimnya konsesi yang dimiliki Ducati, Espargaro membandingkannya dengan perkembangan motor Honda selama musim berjalan. “Dengan segunung material dan ratusan lap pengujian, perubahan motor dalam enam bulan terakhir sungguh luar biasa,” katanya. “Honda membawa banyak pembaruan untuk Joan dan Luca. Misalnya, kami memiliki tiga pembaruan mesin selama musim berjalan, dan mesin yang digunakan sekarang sangat cepat,” ucap Espargaro.Mulai seri pembuka MotoGP 2026, Honda akan bergabung dengan Ducati, KTM, dan Aprilia dalam aturan pembekuan mesin.Sementara itu, era baru MotoGP dengan mesin 850 cc dijadwalkan resmi dimulai pada 2027.

| 2026-01-14 10:07