JAKARTA, - Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Hariyadi alias Titiek Soeharto, meminta pihak yang coba-coba mengimpor beras dari luar negeri ditindak secara hukum.Pernyataan ini Titiek sampaikan saat dimintai tanggapan terkait temuan 250 ton beras impor dari Thailand yang masuk melalui Sabang, Nanggroe Aceh Darussalam.Titiek mengatakan, pemerintah saat ini sudah mencapai swasembada beras dan tidak membuka keran impor.“Ini pemerintah sudah mencanangkan bahwa tidak ada impor beras, kita sudah swasembada beras. Jadi siapapun itu yang masukin, mau coba-coba impor beras, kami minta supaya ditindak secara hukum,” kata Titiek saat ditemui usai rapat di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin .Baca juga: Mentan Amran Targetkan Produksi Beras Tahun Depan 34,77 Juta TonTitiek mengatakan, Komisi IV DPR RI menyerahkan nasib 250 ton beras yang telanjur masuk ke Indonesia itu kepada pemerintah.Ia hanya meminta agar beras itu tidak sampai dijual di dalam negeri karena pemerintah sudah menetapkan swasembada beras. “Yang penting tidak dijual di sini,” tegas Titiek.Pada kesempatan yang sama, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menjelaskan beras dari Thailand masuk melalui kawasan free trade zone (FTZ) Sabang.Meski merupakan kawasan perdagangan bebas, Amran menegaskan kegiatan ekonomi di sana tidak boleh bertentangan dengan kebijakan pemerintah pusat. “Bapak Presiden sudah menyampaikan bahwasannya sudah insyaallah tahun ini tidak impor. Sudah swasembada, lebih dari cukup,” tutur Amran.Kementerian Pertanian (Kementan) pada awalnya ditarget memproduksi beras 32 juta ton sepanjang 2025.Ternyata, produksi beras meningkat dan mencapai 34,7 juta ton. “Itu di atas target,” ujar Amran.Sebelumnya, Kementan mengungkap praktik impor beras ilegal di Sabang sejumlah 250 ton.Beras itu masuk ke tanah air dan disimpan di gudang milik perusahaan swasta, PT Multazam Sabang Group.Kegiatan impor itu dinilai melanggar aturan dan perintah Presiden Prabowo Subianto yang melarang impor beras."Kami terima laporan tadi sekitar jam 2 bahwasannya ada beras masuk di Sabang itu 250 ton tanpa izin dari pusat, tanpa persetujuan pusat. Tadi langsung kami telepon ke Polda, Kabareskrim, Pak Pandam, langsung disegel ini berasnya enggak boleh keluar," kata Amran dalam konferensi pers di Jakarta, Minggu .Baca juga: Indonesia Siap Swasembada, Mentan Amran Halau Upaya Impor Beras Ilegal
(prf/ega)
Indonesia Swasembada Beras, Titiek Soeharto: Coba-coba Impor Beras, Ditindak!
2026-01-12 03:42:53
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 04:13
| 2026-01-12 03:42
| 2026-01-12 02:29
| 2026-01-12 02:25
| 2026-01-12 02:14










































