Belajar dari Insiden 4 Orang Tewas di Mobil, Apakah karena AC?

2026-01-11 23:37:31
Belajar dari Insiden 4 Orang Tewas di Mobil, Apakah karena AC?
JAKARTA, – Publik dikejutkan oleh temuan empat orang meninggal dunia di dalam sebuah mobil yang terparkir di KM 284 Tol Pejagan–Pemalang, wilayah Desa Karangjati, Kecamatan Tarub, Kabupaten Tegal, Kamis .Insiden ini menjadi viral setelah video proses evakuasi jenazah dari sebuah minibus Toyota Kijang Kapsul berwarna silver beredar luas di media sosial.Dalam video berdurasi 37 detik tersebut, terlihat petugas kepolisian mengevakuasi empat korban yang ditemukan dalam kondisi tubuh kaku.Baca juga: Menyasar Ekonomi Desa, Estimasi Harga Mobil Rakyat Rp 50 JutaAstra Daihatsu doc. Ilustrasi AC mobil kurang dinginDugaan awal mengarah pada keracunan emisi gas buang. Namun demikian hingga Sabtu , pihak kepolisian masih menunggu hasil autopsi untuk memastikan penyebab pasti kematian para korban.Tragedi ini menjadi pengingat serius bagi pemilik kendaraan untuk memahami potensi bahaya emisi gas buang yang bisa masuk ke dalam kabin mobil, terutama saat kendaraan berhenti dan penumpang berada dalam kondisi tidak sadar, seperti tertidur.Banyak orang langsung mengaitkan kasus seperti ini dengan AC mobil, padahal persoalannya tidak sesederhana itu.Baca juga: Valentino Rossi Resmi Tinggalkan WEC 2026canva.com Ilustrasi keracunan AC mobil.Muhammad Gunawan, pemilik bengkel spesialis AC Mobil Premium 99 di Depok, menjelaskan bahwa sumber masalah justru sering kali bukan berasal dari sistem AC itu sendiri.“Blower AC pada dasarnya bisa dibilang bukan permasalahannya, tapi yang harus kita cek adalah karet-karet pintu, atau bagian depan (perlidungan bagian mesin yang berhubungan dengan bodi) yang bisa menyebabkan ada udara luar yang masuk,” ujar Gunawan, kepada Kompas.com .“Jadi yang berbahaya, adanya bagian-bagian dari bodi mobil, entah dari karetnya, yang menyebabkan bisa masuknya emisi gas buang. Di mana hal itu bisa mempercepat prosesnya karena ada blower AC,” kata dia.Baca juga: Mobil Rakyat: Kendaraan Produktif untuk Masyarakat DesaHPM Ilustrasi AC mobil.Dalam kondisi normal, emisi gas buang yang berada di sekitar kendaraan tidak langsung masuk ke kabin. Namun situasinya bisa berubah ketika terdapat celah dan blower AC bekerja aktif.Blower berfungsi menghisap dan mengedarkan udara, sehingga gas berbahaya yang awalnya menyebar di luar dapat tersedot masuk.“Jadi apakah ini berhubungan dengan servis AC? Sebenarnya tidak ada hubungannya, yang harus dicari kenapa bisa masuk emisi gas buang ke dalam kendaraan,” ucap Gunawan.Baca juga: Gran Max Pikap Jadi Model Paling Laris Daihatsu di Manado dan BitungAC Mobil Jogja doc. Ilustrasi perawatan AC mobil dengan alat modernGunawan menambahkan, blower hanya menjadi bagian dari proses penyebaran gas berbahaya di dalam kabin, bukan sumber utama masalah.Ia juga menjelaskan bahwa sistem AC sebenarnya sudah dilengkapi jalur dan pelindung khusus agar udara luar tidak masuk sembarangan ke kabin.“Bagian AC sendiri ada di pipa bagian depan, yang berhubungan untuk evaporator ke dalam. Makanya di situ ada karet pelindung, yang tidak mengizinkan adanya udara luar masuk, selain jalur ventilasi udara luar-dalam,” ujarnya.Baca juga: Pemutihan Pajak Kendaraan Jakarta Masih Berlaku, Ini yang Wajib DibayarSuzuki Ilustrasi AC mobil.Namun bahaya bisa muncul saat ventilasi udara luar aktif tanpa disadari, terutama ketika penumpang tertidur di dalam mobil yang berhenti.“Yang berbahaya adalah di saat tanpa disadari, ventilasi udara luarnya diaktfikan, orangnya tidur, secara enggak sadar emisi gas buang masuk ke dalam karena motor blower,” kata Gunawan.Belajar dari insiden di Tol Pejagan–Pemalang, pemilik kendaraan diimbau untuk rutin memeriksa kondisi karet pintu, pelindung ruang mesin, serta memastikan sistem ventilasi bekerja sebagaimana mestinya.Tragedi ini menjadi pengingat bahwa bahaya di dalam mobil tidak selalu terlihat, dan kelalaian kecil pada kondisi kendaraan bisa berujung fatal.


(prf/ega)