10 Kampus Negeri dan Swasta yang Menawarkan Jurusan AI

2026-02-02 20:29:43
10 Kampus Negeri dan Swasta yang Menawarkan Jurusan AI
 - Seiring masifnya penggunaan dan perkembangan teknologi Kecerdasan Buatan atau Artificial Intelligence (AI) di Indonesia mendorong banyak universitas ternama untuk membuka program studi khusus AI.Pembukaan program ini dinilai untuk menjawab tantangan industri 4.0 menuju 5.0. Kebutuhan industri mengenai lulusan yang menguasai Artificial Intelligence juga diprediksi semakin banyak.Kampus yang punya jurusan Artificial Intelligence ini terdiri dari kampus negeri mapun swasta. Calon mahasiswa yang tertarik belajar Artificial Intelligence bisa memilih salah satu dari kampus ini.Baca juga: 5 Prospek Kerja Jurusan Bahasa Prancis, Gaji Tembus Rp 35 Juta LebihTapi apakah lulusan jurusan ini punya prospek kerja cerah? Dengan makin canggihnya teknologi, prospek kerja lulusan Jurusan AI sangat cerah dan punya peluang kerja terbuka lebar.Lulusan jurusan AI dapat mengejar berbagai peran spesialis, antara lain:Berikut adalah daftar kampus di Indonesia yang memiliki program studi Kecerdasan Artifisial yang telah dihimpun oleh Kompas.com.Dilansir dari website ITS, Minggu program studi Rekayasa Kecerdasan Artifisial yang ditawarkan bagi jenjang sarjana mempelajari cara mengembangkan sistem yang mampu meniru kemampuan manusia. Seperti berpikir, belajar, dan beradaptasi terhadap lingkunga.Contoh aplikasinya meliputi pengenalan objek pada gambar, chatbot, virtual assistant, mobil self-driving, dan sistem rekomendasi.Unair menawarkan program studi Teknik Robotika dan Kecerdasan Buatan bagi jenjang sarjana. Program ini berfokus pada pengembangan integrasi antara robotika dan kecerdasan buatan untuk menghasilkan sistem otonom yang dapat diterapkan di berbagai bidang.Mahasiswa akan mempelajari ilmu komputer, sistem kendali, desain robot, serta integrasi kecerdasan buatan dalam sistem robot.Baca juga: 14 Jurusan D3-S1 UNS Sepi Peminat, Persiapan Daftar SNBP 2026Program Studi Sarjana Kecerdasan Buatan yang ditawarkan IPB menggunakan pendekatan studi interdisiplin yang melibatkan integrasi Ilmu Komputer dan bidang ilmu lain, khususnya di bidang pertanian.Binus University memiliki Program Artificial Intelligence bagi jenjang sarjana. Kurikulum dalam program ini diformulasikan melalui penggabungan teori dan pengalaman langsung yang didukung oleh dosen ahli, fasilitas modern, dan proyek industri nyata.Lulusan program ini diproyeksikan untuk mengambil peran strategis di era AI di berbagai sektor industri.SHUTTERSTOCK/SUPATMAN Ilustrasi artificial intelligence. Program Kecerdasan Buatan (AI) di UPH membekali mahasiswa dengan pembelajaran praktis, memberikan mahasiswa kesempatan untuk bekerja pada aplikasi AI yang memiliki dampak langsung pada bisnis.Mahasiswa akan memiliki kesempatan untuk belajar dari dosen internasional yang terdiri dari para profesional dan peneliti AI dari China, Amerika Serikat, dan negara-negara terkemuka lainnya.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

di sela acara peluncuran AI Innovation Hub di Institut Teknologi Bandung, Bandung, Jawa Barat, Selasa .Baca juga: Telkomsel Resmikan AI Innovation Hub di ITB, Perkuat Pengembangan AI NasionalDalam menyikapi AI Bubble, salah satu langkah konkret yang dilakukan Telkomsel adalah tidak gegabah melakukan investasi besar pada infrastruktur AI, seperti pembelian perangkat komputasi mahal, tanpa perhitungan pengembalian yang jelas.Menurut Nugroho, perkembangan teknologi AI sangat cepat, sehingga investasi perangkat keras yang dilakukan terlalu dini berisiko menjadi tidak relevan dalam waktu singkat.“Kalau kami investasi terlalu besar di awal, tapi teknologinya cepat berubah, maka pengembalian investasi (return on investment/ROI) akan sulit tercapai,” ungkap Nugie.Sebagai gantinya, Telkomsel memilih pendekatan yang lebih terukur, antara lain melalui kolaborasi dengan mitra, pemanfaatan komputasi awan (cloud), serta implementasi AI berbasis kebutuhan nyata (use case driven).Baca juga: Paket Siaga Peduli Telkomsel, Internet Gratis untuk Korban Bencana di SumateraWalaupun ancaman risiko AI Bubble nyata, Telkomsel menegaskan bahwa AI bukan teknologi yang bisa dihindari. Tantangannya bukan memilih antara AI atau tidak, melainkan mengadopsi AI secara matang dan berkelanjutan.“Bukan berarti karena ada potensi bubble lalu AI tidak dibutuhkan. AI tetap penting, tapi harus diadopsi dengan perhitungan yang matang,” tutur Nugroho.Selain mengungkap sikap perusahaan soal AI Bubble, Nugroho juga menggambarkan fenomena adopsi alias tren AI di Indonesia.Nugroho menilai adopsi AI di sini relatif lebih terukur dibandingkan fase teknologi baru sebelumnya.Pengalaman pahit pada era startup bubble, menurut dia, membuat pelaku industri kini lebih berhati-hati dalam berinvestasi, terutama dengan maraknya AI.

| 2026-02-02 18:33