Pemilik Bakso yang Viral di Solo Bantah Nonhalal, Salah Ngomong Saat Sidak

2026-01-16 20:37:54
Pemilik Bakso yang Viral di Solo Bantah Nonhalal, Salah Ngomong Saat Sidak
Bakso Remaja di Gading, Kecamatan Pasarkliwon, Kota Solo, memberikan klarifikasi mengenai makanan menggunakan bahan nonhalal. Anak pemilik Bakso Remaja Gading, Thirthania Laura Damayanthie (22), mengungkapkan ayahnya salah berbicara.Dia mengatakan, saat ada sidak oleh tim gabungan, terjadi kesalahpahaman antara ayahnya dan petugas. Saat itu, kondisi ayahnya sedang kurang sehat."Bapak waktu ditanyai itu, bapak salah ngomong. Bapak nggak tahu bedanya halal dan nonhalal, karena bapak lagi sakit. Kemarin habis libur seminggu jadi masih nge-blank. Bapak jawabnya nonhalal," kata Thirthania saat ditemui di kediamannya di kawasan Kelurahan Jayengan, Kecamatan Serengan, Kota Solo, dilansir detikJateng, Senin .Dia memastikan bahan-bahan yang digunakan warung bakso ayahnya halal. Dia mengatakan sudah membuat sertifikat halal tapi belum keluar."Padahal sebenarnya bahan yang kita pakai halal semua, sapi semua, tidak ada B2 (babi). Kita bikin sertifikat halal tapi belum keluar," ucapnya.Dia menyebut petugas tim gabungan datang bulan lalu. Saat itu, ayahnya yang berusia 66 tahun baru sembuh dari sakit lambung, sehingga masih lemas, dan belum bisa berpikir jernih.Petugas dari Satpol PP Kota Solo sempat memasang stiker nonhalal di warung bakso itu. Dia menyebut stiker akhirnya dilepas lagi oleh pegawainya.Baca selengkapnya di sini.Lihat juga Video: Heboh Spanduk Bakso Babi Berlogo MUI-DMI[Gambas:Video 20detik]


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Dalam hitungan tak sampai lima menit, Gemini langsung menyusun kolase dengan komposisi rapi, sentuhan artistik otomatis, dan kualitas gambar yang tetap tajam.Sepengalaman saya, hasil kolase buatan Gemini terlihat lebih “niat” dan profesional dibanding kolase manual. Transisi antar foto terasa halus, penempatan elemen visual seimbang, serta tone warna konsisten dan masih bisa diubah sesuai selera.Hal ini membuat pengguna yang tidak punya kemampuan desain sekalipun tetap bisa menghasilkan Instagram Story yang estetik dan layak dipamerkan.Berikut contoh hasil collage foto konser Raisa yang di-generate langsung dari Gemini 3 Flash Nano Banana:/ Galuh Putri Riyanto pakai Gemini AI Hasil collage concert dump Raisa dibikin pakai Gemini AI di Samsung S25 Ultra./ Galuh Putri Riyanto pakai Gemini AI Hasil collage concert dump Raisa dibikin pakai Gemini AI di Samsung S25 Ultra./ Galuh Putri Riyanto pakai Gemini AI Hasil collage concert dump Raisa dibikin pakai Gemini AI di Samsung S25 Ultra./ Galuh Putri Riyanto pakai Gemini AI Hasil collage concert dump Raisa dibikin pakai Gemini AI di Samsung S25 Ultra./ Galuh Putri Riyanto pakai Gemini AI Gemini AI bisa menyulap foto biasa jadi foto sinematik dengan background panggung konser Raisa./ Galuh Putri Riyanto pakai Gemini AI Gemini AI bisa menyulap foto biasa jadi foto sinematik dengan background panggung konser Raisa.9to5google Tampilan Google Gemini 3 Flash. Google rilis Gemini 3 Flash.Menurut saya, hasil kolase yang dibuat Gemini terlihat lebih “niat” dan profesional dibanding kolase manual.Transisi antar foto terasa halus, penempatan elemen visual seimbang, dan tone warna konsisten dan bisa diubah sesuai selera. Ini membuat pengguna yang tidak punya skill desain sekalipun tetap bisa menghasilkan Instagram Story yang estetik.Hasil editan yang rapi ini berkat Gemini 3 Flash yang baru saja dirilis pada pertengahan Desember lalu. Model AI penerus Gemini 2.5 Flash ini disebut memiliki performa nyaris setara Gemini 3 Pro, tetapi dengan kecepatan lebih tinggi dan biaya penggunaan yang lebih murah.Model Gemini berlabel “Flash” dirancang untuk respons cepat. Jadi tak heran, saat men-generate hasil foto collage rekap konser Raisa, pengguna bisa mendapatkan hasilnya dalam hitungan beberapa menit saja. Hasilnya pun tetap rapi.

| 2026-01-16 19:54