KHARTOUM, - Sebuah laporan dari Sudan Witness Project mengungkap jumlah warga sipil yang tewas akibat serangan militer negara itu mencapai 1.700 orang.Diketahui, serangan Angkatan Udara Sudan menyasar wilayah pemukiman, pasar, sekolah, dan kamp pengungsian.Sudan Witness adalah sebuah inisiatif dari Center for Information Resilience (CIR), sebuah kelompok nirlaba yang bekerja untuk mengungkap pelanggaran hak asasi manusia. CIR menerima pendanaan dari Kementerian Luar Negeri Inggris untuk proyek ini.Baca juga: PBB: Perang di Sudan Kian Tak Terkendali, El Fasher Jadi Pusat Kekerasan dan KelaparanLaporan itu didapatkan setelah Sudan Witness Project mengumpulkan data terbesar mengenai serangan udara militer di wilayah tersebut sejak April 2023 hingga Juli 2025.Mereka menemukan, dikutip dari BBC, angkatan udara telah menggunakan bom tak terarah di daerah berpenduduk.Lebih dari 1.700 warga sipil dilaporkan tewas dan 1.120 terluka dalam insiden yang didokumentasikannya.Kelompok tersebut mengatakan, hasil itu didapatkan berdasakan penghitungan konservatif karena mereka mengambil angka terendah yang dilaporkan.Ada 135 kasus yang melibatkan kawasan permukiman, dengan kerusakan terverifikasi pada rumah dan infrastruktur sipil.Dalam 35 kasus, bom dilaporkan menghantam pasar dan fasilitas komersial, sering kali saat ramai. Sementara, 19 serangan memengaruhi kelompok rentan di tempat-tempat seperti fasilitas kesehatan, tempat penampungan pengungsi, dan lembaga pendidikan.Baca juga: Pemakaman Tak Luput Diserang, Puluhan Pelayat Tewas Akibat Serangan Drone di SudanDalam laporannya, mereka menyatakan bahwa data ini berfokus pada serangan pesawat tempur yang hanya dapat dioperasikan oleh Angkatan Bersenjata Sudan (SAF).Sebab, saingannya, Pasukan Dukungan Cepat (RSF) tidak memiliki pesawat.Menurut mereka, RSF memang melancarkan serangan pesawat tanpa awak, tetapi hal itu tidak termasuk dalam penelitian ini.RSF telah dikutuk secara internasional karena diduga melakukan pembantaian etnis di wilayah Darfur, Sudan barat yang memicu tuduhan genosida oleh Amerika Serikat.
(prf/ega)
Laporan Ungkap Ribuan Warga Sipil Tewas akibat Serangan Militer di Sudan
2026-01-13 05:48:50
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-13 06:15
| 2026-01-13 06:03
| 2026-01-13 05:53
| 2026-01-13 05:52
| 2026-01-13 05:43










































