Penataan Stasiun, Perlintasan Sebidang di Pasar Rangkasbitung Ditutup Desember 2025

2026-01-11 15:38:06
Penataan Stasiun, Perlintasan Sebidang di Pasar Rangkasbitung Ditutup Desember 2025
LEBAK, – Pemerintah Kabupaten Lebak berkolaborasi dengan Balai Teknik Perkeretaapian (BTP) akan menutup perlintasan sebidang di kawasan Pasar Rangkasbitung, Banten, yang dijadwalkan berlangsung Desember 2025.Penutupan ini merupakan bagian dari penataan kawasan Stasiun Rangkasbitung yang kini berstatus sebagai stasiun kelas A atau Ultimate.Wakil Bupati Lebak, Amir Hamzah menjelaskan, peningkatan status Stasiun Rangkasbitung menjadi momentum bagi pemerintah daerah untuk melakukan penataan ulang kawasan sekitar stasiun.Baca juga: Wagub Banten Segel Tambang Ilegal di Depan Tol Rangkasbitung: Kami Kira LegalHal ini bertujuan agar kawasan tersebut lebih tertib, aman, dan bebas dari kesan kumuh.“Stasiun Rangkasbitung sekarang meningkat, dari stasiun biasa menjadi kelas A, atau lebih kerennya disebut stasiun ultimate. Ini satu-satunya stasiun ultimate di ibukota kabupaten,” kata Amir Hamzah kepada wartawan di Pendopo Lebak, Senin .Amir menambahkan, sejumlah pembenahan akan dilakukan, termasuk perbaikan drainase untuk mencegah banjir, penataan area parkir, serta pembangunan jembatan penyeberangan orang (JPO) yang menghubungkan pasar dan stasiun.Seluruh aktivitas penyeberangan warga dan penumpang kereta akan dialihkan melalui JPO.“Perlintasan itu nanti ditutup, jadi orang semua pakai JPO, ke pasar atau ke stasiun tinggal lewat situ,” ujarnya.Selain penutupan perlintasan, pemerintah juga akan menertibkan pedagang kaki lima (PKL) di sekitar Jalan Tirtayasa dan Jalan Sunan Kalijaga.Para pedagang akan direlokasi ke area Pasar Semi mulai 5 hingga 8 November 2025.“Bukan memindahkan pasar, tapi pedagang kaki lima yang selama ini menempati badan jalan akan kita pindahkan. Sudah diundi juga mejanya di lokasi baru,” tutur dia.Baca juga: Gedung Baru Stasiun Rangkasbitung Ditarget Beroperasi November 2025Langkah penataan ini diharapkan dapat mengurangi kemacetan dan keluhan masyarakat yang sering muncul akibat aktivitas perdagangan di badan jalan.Meskipun diakui bahwa penataan ini dapat berdampak pada penurunan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari retribusi parkir dan lalu lintas kendaraan, Pemkab Lebak menilai ketertiban umum lebih penting.“Bagi Pemda tidak masalah, yang penting untuk ketertiban umum,” ucap Amir.Setelah seluruh pembangunan dan pemasangan JPO selesai, penutupan perlintasan sebidang akan diberlakukan penuh sebelum peresmian kawasan stasiun pada Desember 2025.Pemerintah menargetkan penataan kawasan ini dapat mengubah wajah Rangkasbitung menjadi lebih rapi dan nyaman.“Kita mau menata stasiun dulu, supaya tidak kumuh dan terhubung juga dengan terminal. Supaya orang yang mau ke stasiun atau terminal bisa lebih mudah dan lancar,” jelasnya.Amir berharap pengembangan kawasan stasiun dapat menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi dan pariwisata di Kabupaten Lebak.“Dengan stasiun yang bagus, orang Jakarta akan lebih mudah berkunjung dan menikmati Rangkasbitung, termasuk wisata Geopark Bayah Dome, Bendungan Karian, dan Baduy,” pungkasnya.


(prf/ega)