Mengapa Orang Zaman Dulu Jarang Senyum Saat Foto?

2026-01-11 03:25:52
Mengapa Orang Zaman Dulu Jarang Senyum Saat Foto?
- Foto bisa menjadi "penjelajah waktu" untuk menyusuri kembali kenangan masa lalu.Saat ini, foto kerap menampilkan keceriaan, memotret beragam momen, hingga berbagai pose ekspresif lainnya.Akan tetapi, pemandangan ini jauh berbeda saat kita membuka foto-foto lawas yang kerap menampilkan wajah tanpa ekspresi. Wajah-wajah kaku dan tatapan mata yang tajam ini sering kali membuat orang modern berasumsi bahwa nenek moyang kita adalah pribadi yang pemarah, dingin, atau hidup dalam penderitaan tanpa kegembiraan.Lantas, mengapa orang jaman dulu jarang senyum saat foto?Baca juga: Sempat Lenyap, Foto Donald Trump di Berkas Jeffrey Epstein Tiba-tiba Muncul LagiDikutip dari Time, kurangnya senyum dalam foto-foto lawas adalah proses pemotretan yang membutuhkan waktu lama.Karena itu, orang-orang dalam foto tidak dapat mempertahankan senyum cukup lama."Jika Anda melihat proses awal di mana Anda memiliki waktu pencahayaan yang lama, Anda akan memilih pose yang nyaman," kata kurator teknologi di Museum George Eastman, Todd Gustavson.Namun, menurutnya, teknologi telah terlalu dibesar-besarkan sebagai faktor pembatas. Pada tahun 1850-an dan 1860-an, dalam kondisi yang tepat, dimungkinkan untuk mengambil foto hanya dengan beberapa detik waktu pencahayaan. Bahkan, pada dekade-dekade berikutnya, pencahayaan yang singkat menjadi lebih banyak tersedia. Artinya, teknologi yang dibutuhkan untuk menangkap ekspresi sekilas seperti senyum telah tersedia jauh sebelum ekspresi seperti itu menjadi umum.Baca juga: Politikus AS Bocorkan Foto Milik Epstein: Ada Bill Gates hingga Sergey BrinProfesor yang menulis artikel tentang sejarah senyuman dalam fotografi jepretan, Christina Kotchemidova juga tak setuju dengan argumen teknologi.Meskipun secara umum mungkin bersifat bawaan, tersenyum di depan kamera bukanlah respons naluriah.Para ahli mengatakan, alasan yang lebih dalam di balik kurangnya senyum pada foto lawas adalah panduan dari kebiasaan yang sudah ada dalam seni lukis.


(prf/ega)