Jelang Nataru, Pemkab Lumajang Gratiskan Uji Emisi Kendaraan Bermotor

2026-01-12 03:45:33
Jelang Nataru, Pemkab Lumajang Gratiskan Uji Emisi Kendaraan Bermotor
LUMAJANG, - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang, Jawa Timur, menggratiskan layanan uji emisi untuk kendaraan bermotor milik masyarakat Lumajang.Uji emisi gratis ini dilakukan dalam rangka hari jadi Lumajang ke-770 dan persiapan jelang libur panjang Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026.Bupati Lumajang, Indah Amperawati mengatakan, layanan uji emisi gratis ini dilakukan untuk memastikan indeks kualitas udara di Lumajang tetap baik.Adapun Indeks Kualitas Udara (IKU) Kabupaten Lumajang tahun 2024 berada di angka 92,07 dengan status “Sangat Baik”, meningkat dibandingkan tahun 2023 yang berada di angka 85,24."Capaian kualitas udara kita sudah sangat baik. Ini harus dipertahankan dan ditingkatkan," kata Indah di Lumajang, Kamis .Baca juga: Bantah Menurun, Pemkab Lumajang Klaim Kunjungan ke Tumpak Sewu Justru Meningkat Tahun IniIndah juga menyebut, saat ini jumlah kendaraan bermotor di Lumajang sudah mencapai angka 187.532 unit, yang terdiri dari sepeda motor, mobil penumpang, bus, dan mobil barang.Banyaknya jumlah kendaraan tersebut, menurut dia, berisiko menambah beban pencemaran udara jika tidak diimbangi dengan pengendalian emisi yang ketat."Jangan sampai peningkatan kendaraan justru menurunkan kualitas udara yang selama ini sudah kita jaga bersama," ujar Indah.Untuk menjaga kualitas udara Lumajang tetap baik, dia mengatakan, Pemerintah Kabupaten juga menggelar Uji Emisi Kendaraan Gratis bagi masyarakat, dengan tajuk “SIDARSIH" (Aksi Udara Bersih).Baca juga: Peringatan Harjalu ke 770 Digelar Sederhana, Bupati Lumajang: Kita Sedang BerdukaAksi ini merupakan ajakan bersama untuk meningkatkan kesadaran, serta mendorong tindakan nyata dalam menjaga dan melindungi kualitas udara.Indah menjelaskan, saat libur Nataru, akan banyak kendaraan bermotor yang lalu lalang di jalan untuk menikmati liburan bersama keluarga.Meski tak semua kendaraan asal Lumajang akan berlibur di dalam kota, Indah mengatakan, tidak ingin ada kendaraan asal kotanya yang mencemari kualitas udara di kota lain."Jangan sampai nanti bapak ibu liburan ke luar kota malah menyebabkan pencemaran di sana, maka kita uji dulu sebelum liburan kalau tidak lolos bisa diperbaiki mumpung masih ada waktu," kata Indah.Baca juga: Saat Menanami Hutan Dianggap Gila, Kisah Daim Penjaga Lingkungan di Lumajang


(prf/ega)