Edukasi Judi Online, Kampanye GoPay Libatkan 140.000 Masyarakat

2026-01-12 07:15:56
Edukasi Judi Online, Kampanye GoPay Libatkan 140.000 Masyarakat
JAKARTA, — Kampanye Judi Pasti Rugi yang dijalankan GoPay sebagai gerakan nasional untuk mengedukasi masyarakat terkait bahaya judi online meraih penghargaan dari Perhimpunan Hubungan Masyarakat Indonesia (Perhumas).Perhumas menobatkan Kampanye Judi Pasti Rugi sebagai Juara I kategori CSR PR Program dalam ajang PR Excellence Award 2025.Penghargaan ini diberikan atas pelaksanaan kampanye yang dijalankan sepanjang 2025 dengan pendekatan komunikasi publik dan keterlibatan masyarakat secara luas.Baca juga: Rekening Pekerja Migran Disalahgunakan untuk Judi Online, Pemerintah Ingatkan Bahaya Scammers/M. Elgana Mubarokah Ilustrasi judi online, OJK melalui Satgas PASTI akan berkoordinasi lebih lanjut dengan Polri dan PPATK terkait rekening-rekening yang jumlahnya cukup banyak, mencapai lebih dari 4.000 rekening,Kampanye tersebut dijalankan melalui kombinasi kanal daring dan luring. Secara online, edukasi disebarkan melalui website dan media sosial, sementara secara offline dilakukan roadshow ke 66 kota di Indonesia.Melalui rangkaian kegiatan tersebut, kampanye ini melibatkan langsung hingga 140.000 masyarakat.Presiden Direktur GoTo Financial Sudhanshu Raheja mengatakan, penghargaan tersebut menunjukkan bahwa isu pemberantasan judi online mendapat perhatian serius dari publik.“Penghargaan ini menjadi penanda bahwa pemberantasan judi online mendapatkan perhatian serius dari publik. Hal ini mendorong GoPay untuk terus menghadirkan inisiatif yang relevan dan bisa memberikan dampak positif bagi masyarakat,” ujar Sudhanshu dalam keterangan resmi, Selasa . Baca juga: Indonesia Rugi Rp 133,2 Triliun per Tahun akibat Judi OnlineMenurut dia, melalui kampanye Judi Pasti Rugi, GoPay mendorong masyarakat untuk memahami risiko dan dampak judi online, sekaligus berani melawan praktik tersebut di lingkungan terdekat.“Lewat Judi Pasti Rugi, GoPay ingin agar masyarakat memahami bahaya judi online dan melawan praktik ini di lingkungan sekitar, terutama mulai dari kalangan keluarga,” kata Sudhanshu.


(prf/ega)