Kontroversi Kebakaran Apartemen Hong Kong, Kontraktor Diduga Pakai Jaring Tak Aman

2026-02-03 09:18:13
Kontroversi Kebakaran Apartemen Hong Kong, Kontraktor Diduga Pakai Jaring Tak Aman
HONG KONG, — Otoritas Hong Kong menyatakan pada Senin bahwa kontraktor di kompleks apartemen Wang Fuk Court, lokasi kebakaran besar yang menewaskan lebih dari 150 orang, telah menggunakan jaring perancah yang tidak memenuhi standar keselamatan kebakaran.Temuan tersebut memicu kemarahan publik karena material berbahaya itu tidak hanya dipasang, tetapi juga diduga sengaja disamarkan agar lolos pemeriksaan.Seiring meningkatnya angka korban tewas, upaya pencarian dan identifikasi terus dilakukan, sementara lebih dari 40 orang masih dinyatakan hilang. Proses identifikasi diperkirakan membutuhkan waktu tiga minggu.Baca juga: Hong Kong 3 Hari Berkabung, Kenang 128 Korban Tewas Kebakaran ApartemenAFP/PETER PARKS Sebuah apartemen masih terbakar saat kebakaran besar melanda beberapa blok apartemen di perumahan Wang Fuk Court di distrik Tai Po, Hong Kong, pada 27 November 2025. Korban tewas akibat kebakaran gedung tinggi di Hong Kong telah meningkat menjadi setidaknya 44 orang, kata para pejabat pada 27 November saat api masih membara dan polisi mengatakan tiga tersangka telah ditangkap. Perancah (scaffolding) bambu diduga sebabkan api cepat meluas pada kebakaran apartemen Hong Kong tersebut.Komisi Independen Anti-Korupsi Hong Kong (ICAC) mengungkap bahwa jaring perancah berkualitas rendah dipasang setelah topan musim panas merusak struktur proyek.Untuk menyamarkan pelanggaran, jaring yang memenuhi standar justru dipasang di bagian bawah bangunan—area tempat sampel biasanya diambil untuk pengujian.“Setelah topan merusak perancah Wang Fuk Court pada Juli, individu yang tidak kami sebutkan namanya membeli 2.300 gulungan jaring seharga 54 dollar Hong Kong (Rp 115.097) per gulung, material yang tidak memenuhi standar keselamatan kebakaran,” ujar Danny Woo Ying-ming, Komisaris ICAC.Ia menambahkan bahwa setelah terjadi kebakaran serupa di Distrik Central pada Oktober, para pelaku membeli 115 gulungan jaring yang sesuai standar seharga 100 dollar Hong Kong (Rp 213.143) per gulung dan memasangnya di dasar bangunan untuk menyamarkan bahan inferior di bagian atas.Pemerintah Hong Kong awalnya menyatakan bahwa jaring pelindung di Wang Fuk Court sesuai dengan standar keselamatan berdasarkan pengujian awal.Namun, Menteri Keamanan Hong Kong, Chris Tang, mengakui bahwa sampel tersebut diambil dari area lantai dasar yang tidak terkena kebakaran.“Hasil awal sangat berbeda dengan observasi petugas kami di lapangan serta dengan temuan para ahli dan warga,” katanya.Baca juga: Kebakaran Apartemen Hong Kong Padam Usai 2 Hari, 128 Orang TewasKepolisian mengonfirmasi bahwa sebagian jenazah korban terbakar hingga menjadi abu akibat intensitas api.Kondisi tersebut membuat kemungkinan beberapa korban hilang tidak dapat ditemukan sama sekali.Hingga kini, 151 korban telah teridentifikasi meninggal dunia. Lebih dari 40 orang masih belum ditemukan, dan tim pencarian masih menelusuri gedung untuk menemukan sisa-sisa jenazah serta barang identifikasi.ICAC dan kepolisian telah menangkap 14 orang, termasuk konsultan teknik, kontraktor, dan subkontraktor scaffolding.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

Irwan mengaku bersyukur atas penghargaan yang telah diraih. Ia menekankan bahwa fokus utama perusahaan dimulai dari internal, yaitu kebahagiaan dan kesehatan karyawan, sebelum meluas ke masyarakat.“Ketika saya ditanya dewan juri, saya sampaikan bahwa fokus utama kami adalah membahagiakan dan menjaga kesehatan karyawan terlebih dahulu. Kalau karyawan yang dekat dengan kami saja tidak sehat dan bahagia, bagaimana kami bisa mengurus masyarakat yang lebih luas.” ujar Irwan kepada Kompas.com, Rabu.Irwan menambahkan, penghargaan yang diraih pihaknya  merupakan kerja kolektif seluruh karyawan dan tim.“Persyaratannya sangat banyak, ada 17 goals dan 169 target. Mustahil dicapai tanpa komitmen bersama,” kata Irwan.Pihaknya pun senantiasa mendorong seluruh elemen perusahaan berpartisipasi dalam berbagai upaya pencapaian SDGs, terutama terkait kesejahteraan sosial dan pengentasan kemiskinan.Baca juga: Anggota Komisi IX DPR Kagumi Standar Produksi Sido MunculSido Muncul juga menegaskan komitmennya untuk membantu program nasional, melalui program penanganan stunting dan tidak mengambil bagian dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).“Kami memilih memberikan bantuan berupa dana agar ibu-ibu bisa membeli kebutuhan gizi yang sesuai. Tahun depan kontribusi kami akan ditingkatkan,” katanya./Yakob Arfin T Sasongko Direktur Sido Muncul, Dr (HC) Irwan Hidayat memegang piala penghargaan Terbaik I kategori Badan Usaha Besar Indonesia?s SDGs Action Awards 2025 berkat keberhasilan program Smartani. Program Smartani yang mengantarkan Sido Muncul meraih juara pertama merupakan inisiatif pemberdayaan masyarakat yang mencakup sektor hulu hingga hilir. Program ini telah diinisiasi sejak 2021 dan menyasar kelompok tani di wilayah Semarang.Saat ini, sedikitnya 3.000 petani dan peternak telah mendapat pendampingan dari Sido Muncul.“Di tingkat hilir, kami membina karyawan untuk menjadi distributor. Sekarang ada sekitar 60 hingga 70 distributor yang dulunya karyawan kami dan kini sudah mandiri,” ungkap Irwan.Baca juga: Hadirkan Terang, Sido Muncul Gelar Operasi Katarak GratisManajer Lingkungan Sido Muncul, Amri Cahyono, menegaskan bahwa komitmen perusahaan terhadap SDGs diwujudkan melalui berbagai program pemberdayaan masyarakat.Ia menyampaikan bahwa perusahaan secara konsisten memperkuat kontribusi terhadap 17 tujuan SDGs.“Program Smartani kami gagas untuk mewujudkan visi perusahaan, yaitu memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan. Hingga saat ini, Sido Muncul telah memenuhi seluruh 17 tujuan SDGs,” ujarnya.Amri menjelaskan bahwa Smartani di Desa Bergas Kidul, Kecamatan Bergas, Semarang, dikembangkan dengan pendekatan nature-based solution. Implementasinya dimulai dengan social mapping untuk memetakan potensi lokal.“Di desa ini ada kelompok petani alpukat, peternak sapi perah, hingga usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) ‘Mbok Jajan’ yang sebelumnya terdampak Covid-19. Kami memberikan pelatihan agar mereka dapat kembali produktif, dan kini produk mereka sudah memasok ke Sido Muncul,” terang Amri.Baca juga: Konsisten Bantu Tangani Katarak, Sido Muncul Kembali Raih Perdami Award/Yakob Arfin T Sasongko Direktur Sido Muncul, Dr (HC) Irwan Hidayat bersama tim dalam ajang Indonesia?s SDGs Action Awards 2025 di Jakarta, Rabu .

| 2026-02-03 08:35