JAKARTA, – Berhenti merokok sering dipandang sebagai keputusan personal yang lahir dari kesadaran individu.Namun di Kelurahan Kayu Manis, Matraman, Jakarta Timur, proses berhenti merokok justru muncul dari ruang komunal—lingkungan, tetangga, dan kesepakatan hidup bersama.Penerapan kawasan bebas asap rokok tidak hanya mengubah kualitas udara, tetapi juga secara perlahan memengaruhi perilaku perokok aktif.Tanpa razia ketat atau hukuman keras, tekanan sosial, rasa sungkan, dan kesadaran akan dampak kebiasaan merokok menjadi pendorong perubahan yang nyata.Baca juga: Cerita Kampung Bebas Asap Rokok di Matraman: Melawan Refleks Saat Ngopi dan NongkrongSebelum kawasan bebas asap rokok diterapkan, merokok menjadi bagian tak terpisahkan dari keseharian warga.Rokok hadir sejak pagi hingga malam, menyertai hampir semua aktivitas. Bagi sebagian orang, rokok bukan sekadar benda, melainkan refleks tubuh yang berjalan otomatis.Irman (bukan nama sebenarnya), seorang warga yang kini telah berhenti merokok, menggambarkan betapa lekatnya rokok dalam hidupnya.“Saya merokok sudah lama, sejak umur dua puluhan. Dulu itu sehari bisa habis satu bungkus, kadang lebih. Sudah jadi kebiasaan, habis makan nyari rokok, bangun tidur nyari rokok," ujar Irman saat ditemui, Jumat .Keberhasilan Irman berhenti merokok tidak lepas dari perubahan lingkungan sekitar. Ia mengaku awalnya keberatan ketika aturan kawasan bebas asap rokok diterapkan.“Terus terang, awalnya keberatan. Rasanya kaya dibatasi, kaya hak kami diambil. Masa di kampung sendiri nggak boleh ngerokok?” kata Irman.Namun, aturan tetap dijalankan. Irman pun mulai menyesuaikan diri.Baca juga: 6 Tahun Menjaga Kampung Tanpa Asap Rokok di Matraman, Perjuangan yang Tak Mudah/HAFIZH WAHYU DARMAWAN Ketua RW 06, Kelurahan Kayu Manis, Ence Santoso saat ditemui, Jumat .Awalnya, Irman tidak berniat berhenti. Ia hanya menyesuaikan diri dengan keluar kampung ketika ingin merokok. Namun kebiasaan baru ini terasa merepotkan.“Dulu kalau mau ngerokok harus keluar kampung atau cari tempat yang jauh dari rumah warga. Itu yang bikin ribet juga ya," ujar dia.Tanpa disadari, jumlah rokok yang dikonsumsi berkurang perlahan—dari sebungkus menjadi setengah, lalu beberapa batang, hingga akhirnya berhenti sama sekali.
(prf/ega)
Tekanan Sosial Bikin Warga Matraman Berhenti Merokok dan Nikmati Udara Bersih
2026-01-12 05:41:00
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 06:19
| 2026-01-12 06:17
| 2026-01-12 05:44
| 2026-01-12 05:06
| 2026-01-12 04:57










































